Showing posts with label akhir zaman. Show all posts
Showing posts with label akhir zaman. Show all posts






Masya Allah, bukti-bukti kedatangan Al Mahdi, Dajjal dan Isa Al Masih telah nampak di Arab Saudi, untuk lebih jelasnya silahkan simak videonya
Kata bahaya dalam judul tidak pakai tanda kutip, karena memang jelas dan bisa dipastikan untuk mendapatkan perhatian serius. Bahwa ada pendidikan moral yang keliru dan salah kaprah, bahkan bisa tertanam dimindset bernuansa negatif untuk para penggemarnya. Mungkin bagi tingkatan orangtua yang menonton, bisa melihat serta menilai dari berbagai sudut pandang sosial, tapi akan lain lagi bila untuk para ABG yang masih labil!
Berawal dari kesukaan anak perempuan saya ( fans film India), setiap pulang sekolah langsung stand by selama  2,5 jam (senin-jumat) dan 3 jam (sabtu-minggu). Bayangkan penayangan yang begitu lamanya, setiap hari tanpa ada jeda waktu yang terlewati. Sehingga saya penasaran, seperti apakah film tersebut? dan akhirnya saya turut mendampingi beberapa episode, dan kalau tidak nonton maka anak menceritakan seperti apa jalan ceritanya.
Dan atas apa yang saya saksikan, sungguh sebuah tayangan yang miris. Berikut sedikit kesimpulannya:
1. Pada awal tayang, menceritakan kisah tentang anak mungil dari kampung (icha kecil) dengan berbagai alur ceritanya. Mungkin bisa dibilang itu pas untuk ditonton anak di saat pulang sekolah. Bahkan Icha kecil mempunyai impian ingin menjadi orang besar, tapi tiba-tiba jalan cerita begitu mudah dibalikkan menjadi kisah tentang Icha dewasa. lalu apa sisi negatifnya? Jika dilihat kelanjutannya, Icha hanya penuh kerumitan tentang cinta segitiganya. Lalu impiannya hanya dianggap angin lalu, yang mana dampaknya : penonton tingkat anak/ remaja yang labil, bisa saja “mengikuti” bagaimana tokoh utama yang begitu mudah melepas masa depan hanya demi keinginan semu.
2. Icha kecil merupakan gadis penurut dan pintar, tapi di saat dewasa menjadi gadis yang “ditokohkan” alim tapi keras kepala. Ibunya yang begitu baik seringkali ditentang dan dibantah, dan ayah angkatnya yang begitu bijaksana pun sering kali tak dianggap (bahkan dibohongi dari belakang dalam kisah pernikahan palsunya).  Terlepas dari apapun tujuan dan maksud seorang anak, tetap saja orangtua ingin yang terbaik bagi masa depannya. Selain itu, sebuah kesalahan (dosa besar) bila menentang orangtua yang membesarkan dengan susah payah, lalu hanya demi cinta, keluarga dilawan! Bahkan, ibunya beberapa kali harus tunduk atas “permintaan bodoh” anaknya, jika tidak dituruti memberikan ancaman akan kabur.  Dampaknya: penonton anak/remaja bisa saja mengikuti cara seperti itu, karena dianggap cara bagus untuk mewujudkan hasrat/keinginan.
3. Tokoh Tapasya ( anak dari bapak angkatnya), merencanakan pembunuhan untuk Icha dengan memanfaatkan mantan pacarnya. Bayangkan saja, demi perasaan yang berlebihan sehingga menghalakan segala cara walau harus menghilangkan nyawa saudara angkatnya? Sebuah peringatan keras atas apa yang ditayangkan film serial tersebut. Dampaknya: bisa saja anak/remaja yang menonton mempunyai tanggapan, bahwa membunuh merupakan cara terbaik menyelesaikan dendam/ cemburu/ sakit hati/ atau hal negatif lainnya.
4. Tokoh Icha yang begitu menyayangi saudarinya Tapasya (walau bertepuk sebelah tangan), begitu mudah menurut dan patuh, dijodohkan dengan pemabuk manggut-manggut saja  walau ibunya menentang (tapi gagal), lalu detik-detik akan dinikahkan dengan pria idamannya, malah mau juga digantikan oleh Tapasya padahal ibunya memohon bertekuk lutut jangan dilakukan. Kemudian yang terbaru dijodohkan dengan pecandu narkoba juga mau, padahal ibunya bersedih karena tidak setuju (entah apa kelanjutannya). Yang membuat bingung adalah, Icha sebagai gadis baik tapi ibu sendiri (meski seorang pembantu) tidak dihargai dan dihormati sama sekali. Dampaknya: anak/remaja yang menonton bisa saja memikirkan bahwa, toh gadis baik-baik juga membenarkan untuk melawan ibu kandungnya? Bukankah dalam ajaran agama manapun, seorang ibu sangat tinggi kedudukannya!
5. Tokoh Icha kerap kali membohongi dan menutupi segala kejadian dari orangtuanya, padahal yang terkena dampaknya ialah semua keluarga. Yang kita ketahui dalam dunia realita, anak yang benar-benar baik dan alim, senantiasa mengutamakan kejujuran walau sepahit apapun, serta selalu terbuka atas segala masalah kepada kepada orangtua. Dampaknya: anak/remaja yang menonton bisa beranggapan bahwa bohong dan tertutup merupakan sikap yang tepat dalam menjalani kehidupan!
6. Tokoh Tapasya mencoba bunuh diri dengan berusaha memotong urat nadi, karena ada keinginan yang tidak bisa didapatkannya yaitu cinta seorang lelaki, dan tokoh Frans mencoba bunuh diri dengan meloncat dari atas rumah, alasannya pun sama karena khawatir gagal mendapatkan cinta seorang wanita. Dampaknya: Upaya bunuh diri bisa dianggap sebagai solusi jitu menekan orangtua, karena dalam film uttaran memperlihatkan “keberhasilan” dengan cara seperti demikian
7. Film serial Uttaran tidak mendapatkan label khusus 17 tahun ke atas, atau mendapatkan peringatan wajib didampingi orangtua. padahal jika disimak dalam film tersebut, yang namanya label bukan untuk sekedar adegan bersifat seksual semata (sensor dada), tapi tentang prilaku kekerasan (pembunuhan, mabuk-mabukan, narkoba) dan pendidikan moral yang keliru pun harus diperhatikan! Apalagi Uttaran berawal untuk anak-anak kemudian meloncat jadi tayangan film dewasa..
—
Dari apa yang saya sampaikan diatas, maka saya secara pribadi langsung menyuruh anak tidak lagi menonton film tersebut. Kemudian memberikan bimbingan untuk meluruskan apa saja yang salah selama penayangan, sehingga jangan sampai mempengaruhi pola pikirnya! Apalagi namanya anak/remaja mempunyai daya ingat kuat, dalam menyerap apapun yang dilihat serta didengarnya..
Sungguh peran penting orangtua dalam memantau apa yang dilakukan/ dikerjakan anak, haruslah jadi prioritas utama dalam pendidikan di rumah. Karena tayangan televisi serta internet sudah semakin sulit diawasi oleh pihak-pihak terkait, apalagi pihak pengelola siaran mengutamakan bisnis dan rating, tapi sering sekali mengesampingkan efek negatif dari apa yang ditampilkan.
—
Note: Pihak sensor yang paling terbaik untuk anak, bukanlah Menkominfo dan ataupun media. Melainkan kita sebagai orangtua, yang wajib dan ekstra ketat dalam menjaga mata dan telinga anak dari segala sesuatu yang ditontonnya..
Hendrik Riyanto
Ketika ditanya oleh Malaikat Jibril tentang tanda-tanda kiamat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan dua tanda.

أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِى الْبُنْيَانِ

“Jika budak wanita telah melahirkan tuannya serta kalian melihat orang yang bertelanjang kaki dan tak memakai baju yakni para penggembala kambing berlomba-lomba meninggikan bangunan” (HR. Muslim)

Makna budak yang melahirkan tuannya telah kita bahas pada tulisan sebelumnya.

Lalu siapakah yang dimaksud dengan “orang tak beralas kaki berlomba meninggikan bangunan?”

Ada empat kata yang dipakai dalam hadits tersebut tentang siapa yang berlomba-lomba meninggikan bangunan. Syaikh Musthafa Dieb Al Bugha dan Syaikh Muhyidin Mistu dalam Al Wafi menjelaskan sebagai berikut:
الْحُفَاةَ merupakan bentuk jama’ dari حَافِyang artinya “orang-orang yang tidak memakai alas kaki”
الْعُرَاةَ merupakan bentuk jama’ dari عَار yaitu orang-orang yang tidak memakai baju
الْعَالَةَ merupakan bentuk jama’ dari عَيْل yaitu orang-orang fakir
رِعَاءَ الشَّاءِartinya para penggembala kambing

Jadi, di antara tanda kiamat itu adalah ketika kaum yang biasanya menggembala kambing, tidak beralas kaki, tidak memakai baju dan miskin berlomba-lomba meninggikan bangunan.

Pertanyaan yang biasanya muncul adalah, bagaimana mungkin para penggembala kambing yang miskin bisa membangun gedung yang tinggi? Jika dipahami secara sempit bahwa orang yang membangun gedung tinggi adalah orang yang pernah menggembala kambing tanpa alas kaki dan tanpa baju, memang agaknya sulit. Bagaimana mungkin seseorang dari miskin tiba-tiba menjadi kaya raya dan membangun gedung tinggi.

Namun, jika melihat hadits yang lain kita jadi punya persepsi baru bahwa yang dimaksud bukanlah orang per orang melainkan sebuah kaum. Kaum yang dulunya suka menggembala kambing tanpa alas kaki dan tanpa baju.

Abu Fatiah Al Adnani dalam buku Petaka Akhir Zaman mengutip hadits riwayat Imam Ahmad dari Ibnu Abbas dengan isnad shahih bahwa Rasulullah ditanya tentang siapakah yang dimaksud dengan penggembala kambing yang tidak beralas kaki, tidak memakai baju dan miskin itu. Lalu beliau bersabda, “Orang-orang Arab.”

Orang-orang Arab. Ya, dulunya banyak dari mereka yang menggembala kambing tanpa alas kaki dan bertelanjang dada. Namun sekarang, Arab yang dulunya adalah padang pasir gersang kini berubah dipenuhi gedung-gedung pencakar langit.

Lihatlah. Tiga di antara lima gedung tertinggi di dunia kini berada di Arab. Dubai Towers tingginya 445 meter merupakan gedung tertinggi kelima di dunia. Burj Khalifa tingginya 820 meter merupakan gedung tertinggi kedua di dunia. Dan gedung tertinggi pertama akan dibangun di Jeddah dengan ketinggian 1 Km. Namanya The Kingdom Tower. Mereka benar-benar berlomba-lomba meninggikan bangunan.

Sungguh benar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sekaligus memberikan pertanyaan serius kepada kita: apa yang telah kita persiapkan menghadapi kiamat, setidaknya, kematian?

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]
Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barakaatuhu.

Allahu Akbar...

Kita hidup di era penuh tantangan, godaan, fitnah, kezholiman, ma’siyat sampai masa bodoh. Kaum kuffar terus memerangi bahkan setiap hari kita dapat menyaksikan saudara kita dibunuh karena mereka Muslim. Demikian pula kaum musyrikiin yang didukung oleh kaum faasiqiin dan munafiqiin yang boleh jadi mereka beragama Islam tetapi anti Syariat Allah, pobia terhadap Islam, mendukung bahkan bekerja sama hingga membuka jalan kekufuran dan kemusyrikan berkuasa.

Sementara yang mengaku muslim sendiri banyak yang terlena dengan dunia ma’siyat dan berbuat zholim pada saudaranya, plus ada Muslim yang asyik dengan dirinya, hobbynya, bersikap masa bodoh, cuek, seakan-akan tidak ada terjadi apa apa, bahkan kadang terhadap keluarganya sendiri yang jauh dari Islam. Belum lagi perpecahan umat Islam yang semakin memperparah keadaan ummat mulia ini.

Subhanallah, keadaan ini persis yang telah Rasulullah sampaikan pada 15 abad silam, dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “hampir terjadi keadaan dimana ummat-ummat lain akan mengerumuni kalian bagai orang-orang rakus yang mengerumuni makanannya”. Salah seorang sahabat berkata, “Apakah karena sedikitnya kami ketika itu?” Nabi berkata: Bahkan, pada saat itu kalian banyak jumlahnya, tetapi kalian bagai ghutsa’ (buih kotor yang terbawa air saat banjir). Pasti Allah akan mencabut rasa segan yang ada di dalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campakkan kepada kalian rasa wahn”. Kata para sahabat, “Wahai Rasulullah, apa Wahn itu? Beliau bersabda, “Cinta dunia dan takut mati” (H.R. Abu Daud no. 4297, Ahmad 5/278).

Lantas bagaimana sikap kita, sahabatku?!

Semakin takutlah kepada Allah. Tetapkan diri dalam Istiqomah. Bangunlah sholat malam, selalu berjamaah di mesjid, Hidupkan hati selalu berzikir, selalu jaga wudhu, hidupkan sunnah Rasulullah, jaga, bimbing, selamatkan keluarga. Bergabunglah dengan para sahabat yang shaleh.

Dengar nasehat dan berguru pada ulama istiqomah, hadirilah majlis ilmu dan zikir, maksimalkan perhatian, pikiran, harta dan doa terhadap keadaan ummat terutama saudara saudara kita yang ditindas.

Sederhanalah, jangan banyak tertawa, jaga perasaan. “How can we sleep on the blood of syuhada Palestina, Afghan, Irak, Syuria, Africa…”. Tetaplah bangga dengan Islam, teruslah berdakwah.
Sungguh sikap ini memang berat, dan kadang dianggap asing, aneh, kampungan, sok alim, ekstrem bahkan dituduh teroris.

Rasulullah bersabda, “Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana munculnya. Karena itu, beruntunglah orang-orang yang ‘asing’.” (HR Muslim).

“Akan datang kepada manusia masa (ketika) orang yang bersabar menjalankan agamanya di antara mereka seperti memegang bara api” (HR. Tirmidzi).

Allahumma ya Allah, selamatkanlah kami, keluarga kami, negeri kami, seluruh ummat Rasulullah yang sangat kami cintai…aamiin.

*dikutip dari facebook K. H. Muhammad Arifin Ilham.

- See more at: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/tausiyah-k-h-muhammad-arifin-ilham-tentang-kondisi-ummat-islam-saat-ini.html#sthash.Bw1JkXRc.dpuf

Jauh-jauh hari sebelum terjadinya turun salju di Arab Saudi dewasa ini sebagaimana diberitakan di atas, para ilmuan dari King Abdul Aziz University (Arab Saudi) bekerja sama dengan para ilmuan barat dan manca negara telah melakukan penelitian ilmiah mengenai fenomena-fenomena alam yang diterangkan dalam Al-Quran dan Al-Hadist. Salah satunya mengkaji mengenai Hadist Rasulallah SAW di atas.

Kajian ini antara lain dilakukan bersama dengan seorang orientalis, Profesor Alfred Kroner, seorang ahli ilmu bumi (geologi) terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University , Mainz , Germany . Ketika ditanyakan kepada Prof. Korner oleh para Ilmuan King Abdul Aziz sebagaimana diterangkan dalam Islam dan Sains hal. 25-26 :

* Bagaimana Nabi Muhammad SAW bisa mengetahui bahwa dahulu kala jazirah/dataran Arab merupakan padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai yang mengalir?..... Karena Prof Korner tidak beriman kepada Al-Quran dan Al-Hadist, ia menjawab dengan tuduhan bahwa bisa saja Nabi Muhammad SAW mengetahui hal tersebut dari kitab-kitab lama seperti Jabur,Tauret dan Injil yang sering menceritakan bahwa dulu di dataran Arab merupakan padang rumput yang subur dengan banyaknya cerita tentang para cerita tentang pemilik perkebunan yang subur yang sering diceritakan dalam kitab-kitab tersebut. Atau bisa jadi Nabi Muhammad SAW menconteknya dari ilmuan-ilmuan dari Roma pada saat itu.

* Menanggapi tuduhan Prof. Korner tersebut, Ilmuan King Abdul Aziz, menjawab OK, anda bisa saja menuduh seperti itu, tapi apakah keadaan dataran Arab yang subur dahulu kala itu bisa dibuktikan secara ilmiah pada masa Nabi Muhammad SAW hidup 1400 tahun yang lalu?.... Prof. Korner menjawab pada masa itu belum dapat dibuktikan, karena sains dan teknologinya tidak memungkinkan.

* Apakah hal itu benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan secara ilmiah dengan teknologi canggih dewasa ini?... Prof. Korner menjawab ya!.. dahulu dataran Arab dipenuhi dengan kebun-kebun yang subur dan sunga-sungai yang mengalir, dan secara ilmiah keadaan tersebut dapat dibuktikan. Prof Korner menjelaskan bahwa dahulu selama Era Salju (Snow Age), kemudian Kutub Utara icebergs perlahan-lahan bergerak ke arah selatan sehingga relatif berdekatan dengan Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.

* Pertanyaan selanjutnya, bagaimana Nabi Muhammad SAW dapat mengetahui juga bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai sebagai tanda datangnya hari kiamat, padahal pada masa itu 1400 tahun yang lalu teknologinya belum memungkinkan untuk mengetahui hal tersebut dan informasi tersebut satupun tidak diterangkan baik dalam kitab-kitab terdahulu maupun dalam penelitian ilmuan-ilmuan Roma?....... Prof. Korner menjawab dengn malu-malu, bahwa Nabi Muhammad SAW dapat mengetahui informasi itu pasti dari sesuatu yang mengetahui betul mengenai alam ini (cuma Prof. Korner mengelak untuk mengatakan secara terus terang bahwa sebenarnya informasi itu datangnya dari Tuhan, Allah SWT yang paling tahu tentang alam ini, karena Dia-lah yang telah menciptakan dan mengaturnya) .

* Dan apakah informasi yang dikabarkan Nabi Muhammad SAW 1400 yang lalu bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai benar-benar akan terjadi?..... Prof Korner menjawab dengan tegas ya!... karena sebenarnya proses itu sekarang sedang terjadi. Era Salju Baru (New Snow Age) sebenarnya telah dimulai, sekali lagi sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah selatan mendekati Semenanjung Arab. Hal ini dapat dibuktikan dengan fakta dan sains, dimana tanda-tanda itu nampak dengan jelas di dalam badai salju yang menghujani bagian utara Eropa dan Amerika setiap musim salju tiba.Dan sekarang terbukti bahwa salju telah beberapa kali turun di dataran Arab sebagaimana diberitakan TV Arab Saudi dan RCTI di atas.

Bagi umat Islam yang telah memahami ajaran Islam, turunnya salju di arab saudi ini bukan merupakan hal yang aneh, karena hal ini telah diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu. Ketika para sahabat menanyakan kepada Rasulallah SAW mengenai kapan datangnya hari kiamat.Rasulallah SAW menjawab, bahwa pengetahuan mengenai datangnya hari kiamat hanya ada pada sisi Allah SWT.

Tetapi Allah SWT telah memberitahukan tanda-tandanya kepada Rasulallah SAW, antara lain sebagaimana diterangkan dalam salah satu Hadist Rasulallh SAW: "Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai(HR Muslim) " Dari Hadist Rasulullah SAW di atas ada beberapa informasi yang didapat:

1. Informasi datangnya hari akhir / kiamat

2. Dahulu kala dataran / jazirah Arab pernah menjadi padang rumpur yang subur dan dipenuhi dengan sungai-sungai dan

3. Nanti, dataran Arab sekali lagi akan menjadi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai, sebagai salah satu tanda datangnya hari kiamat.

Kejadian di atas merupakan salah satu bukti yang telah dijanjikan Allah SWT bahwa firman-Nya yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW dalam Al-Quran dan Al-Hadist adalah benar datang dari Tuhan pencipta alam semesta ini, yaitu Allah SWT. Sebagaiman firman Allah SWT : "Al-Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Quran setelah beberapa waktu lagi" (QS. Shad :87-88)
Dalam Kitab Shohih Muslim terdapat kisah tentang seorang pemuda yang dibunuh kemudian hidup lagi dan tidak dapat dibunuh lagi oleh pembunuhnya.

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata: Suatu hari Rasulullah saw. pernah bercerita kepada kami suatu cerita panjang tentang Dajjal. Di antara yang beliau ceritakan kepada kami adalah: Ia akan datang tetapi ia diharamkan memasuki jalan-jalan Madinah, kemudian ia tiba di tanah lapang tandus yang berada di dekat Madinah. Lalu pada hari itu keluarlah seorang lelaki yang terbaik di antara manusia atau termasuk manusia terbaik menemuinya dan berkata: Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang telah diceritakan Rasulullah saw. kepada kami. Dajjal berkata: Bagaimana pendapat kalian jika aku membunuh orang ini lalu menghidupkannya lagi, apakah kamu masih meragukan perihalku?Mereka berkata: Tidak! Maka Dajjal membunuhnya lalu menghidupkannya kembali. Ketika telah dihidupkan, lelaki itu berkata: Demi Allah, aku sekarang lebih yakin tentang dirimu dari sebelumnya.Maka Dajjal itu hendak membunuhnya kembali, namun ia tidak kuasa melakukannya. (Shahih Muslim No.5229)


Berikut adalah kutipan dari sebuah wawancara dengan ulama Palestina Syeikh Issa Badwan, yang disiarkan Al-Aqsa TV pada tanggal 6 Februari 2008.

Syeikh Issa Badwan: Seseorang yang terkenal dan yang saya percaya - tidak perlu menyebutkan namanya - mengatakan kepada saya bahwa empat tahun lalu, ketika ia sedang mengendarai mobilnya, ia melihat seorang perempuan tua, yang menghentikannya dan memintanya untuk membawanya ke rumah sakit, untuk menjemput melihat putrinya yang baru saja melahirkan. Dia setuju dan membawa wanita itu ke RS, dan menunggu selama satu jam di pintu masuk. Tak lama kemudian wanita itu keluar, dengan putri dan cucunya, dan ketika mereka masuk ke mobil, tiba-tiba bayi itu berbicara, dan berkata: “. Salawat dan Rahmat Allah atasmu”. Seketika orang-orang di mobil kaget dan spontan membalas salawat itu.

Pewawancara: Bayi yang baru lahir bicara?

Issa Badwan: Ya, bayi. Bayi berbicara ... Inilah yang orang mengatakan kepada saya, dan kami melaporkan hal ini kepada Syekh Nizar dan Asosiasi Ulama Islam ... Bayi baru lahir berkata: "Akulah orang yang akan dibunuh oleh Antikristus ( DAJJAL ), yang tidak akan memerintah siapa pun lagi." Menurut hadis Nabi, orang ini akan diangkat menjadi [Mahdi] pada usia 18-20 tahun. Ini adalah kabar baik.Tentu saja, kedatangan Antikristus akan didahului oleh penaklukan dari Roma di Italia, dan Konstantinopel, seperti Nabi mengatakan kepada kami. Tempat-tempat ini akan ditaklukkan hanya oleh Mahdi benar. Al Mahdi adalah dari Palestina, seperti yang disampaikan oleh Mu'adz bin Jabal, Sa'ad bin Abi Waqqas, dan Abdullah bin Mas'ud, yang semuanya imam besar dan ulama.

Pewawancara: Apakah ada yang mengikuti apa yang terjadi dengan anak ini?

Issa Badwan: Ya, sekarang identitasnya diketahui, dan saudara-saudara mengikuti dan merawat dia. Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat, serta para ulama, bahwa ini adalah kemenangan, dengan rahmat Allah, bahwa Mahdi yang dijanjikan hidup di antara kita, bahwa rakyat Palestina akan menjadi pembawa standar, yang akan membawa agama ini keluar dan menyebar bimbingan dan cahaya. 

Kiamat kubra makin dekat. Demikian kesimpulan Syaikh Dr Ali Gomaa setelah melihat tiga tanda kiamat kubra. Dalam sebuah acara televisi baru-baru ini, mantan Mufti Mesir itu menyatakan bahwa tiga tanda dimulainya kiamat kubra sudah tampak dan terjadi.
Tanda pertama yang disebut Ali Gomaa seperti dikutip media Arab Albadee.net via bersamadakwah.net adalah kekeringan yang melanda daerah Nakhl Baisan di Syam yang saat ini diduduki oleh Israel.
Tanda kedua menurut Ali Gomaa adalah surutnya Danau Tiberias. Danau yang menjadi sumber utama air bersih bagi Israel itu mulai mengering pada 2012 lalu. Pemerintah Israel sempat panik karena danau Tiberias diperkirakan hanya akan bertahan sepuluh tahun.
Pada 2022, danau itu diprediksi akan benar-benar kering dan tidak dapat diambil airnya. Karenanya sekarang Israel mencari sumber air di wilayah Lebanon.
Tanda ketiga menurut Ali Gomaa adalah surutnya mata air Zaghar. Mata air Zaghar terletak di sebuah desa di dekat Laut Mati di Jordania. Seperti danau Tiberias, mata air Zaghar juga sudah mulai surut.
Kendati disebut makin dekat, tidak ada satu pun ulama yang berani memastikan kapan kiamat kubra akan datang. Termasuk Ali Gomaa sendiri.
Bahkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak dapat memastikan kapan terjadinya kiamat kubra. Ketika Malaikat Jibril datang bertanya kepada beliau, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab “yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”.TRIBUN-TIMUR.COM - Kiamat kubra makin dekat. Demikian kesimpulan Syaikh Dr Ali Gomaa setelah melihat tiga tanda kiamat kubra. Dalam sebuah acara televisi baru-baru ini, mantan Mufti Mesir itu menyatakan bahwa tiga tanda dimulainya kiamat kubra sudah tampak dan terjadi.
Tanda pertama yang disebut Ali Gomaa seperti dikutip media Arab Albadee.net via bersamadakwah.net adalah kekeringan yang melanda daerah Nakhl Baisan di Syam yang saat ini diduduki oleh Israel.
Tanda kedua menurut Ali Gomaa adalah surutnya Danau Tiberias. Danau yang menjadi sumber utama air bersih bagi Israel itu mulai mengering pada 2012 lalu. Pemerintah Israel sempat panik karena danau Tiberias diperkirakan hanya akan bertahan sepuluh tahun.
Pada 2022, danau itu diprediksi akan benar-benar kering dan tidak dapat diambil airnya. Karenanya sekarang Israel mencari sumber air di wilayah Lebanon.
Tanda ketiga menurut Ali Gomaa adalah surutnya mata air Zaghar. Mata air Zaghar terletak di sebuah desa di dekat Laut Mati di Jordania. Seperti danau Tiberias, mata air Zaghar juga sudah mulai surut.
Kendati disebut makin dekat, tidak ada satu pun ulama yang berani memastikan kapan kiamat kubra akan datang. Termasuk Ali Gomaa sendiri.
Bahkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak dapat memastikan kapan terjadinya kiamat kubra. Ketika Malaikat Jibril datang bertanya kepada beliau, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab “yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”.( Tribunewsdotcom)


عن النعمان بن بشير قال: -كنا قعودا في المسجد مع رسول الله صلى الله عليه وسلم وكان بشير رجل يكف حديثه فجاء أبو ثعلبة الخشني فقال يا بشير بن سعد أتحفظ حديث رسول الله صلى الله عليه وسلم في الأمراء فقال حذيفة أنا أحفظ خطبته فجلس أبو ثعلبة فقال حذيفة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها ثم تكون خلافة على منهاج النبوة فتكون ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا شاء الله أن يرفعها ثم تكون ملكا عاضا فيكون ما شاء الله أن يكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها ثم تكون ملكا جبرية فتكون ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها ثم تكون خلافة على منهاج النبوة ثم سكت قال حبيب فلما قام عمر بن عبد العزيز وكان يزيد بن النعمان بن بشير في صحابته فكتبت إليه بهذا الحديث أذكره إياه فقلت له إني أرجو أن يكون أمير المؤمنين يعني عمر بعد الملك العاض والجبرية فأدخل كتابي على عمر بن عبد العزيز فسر به وأعجبه أحمد))

Artinya: Dari Nu’man bin Basyiir berkata: Suatu saat kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, dan Basyir adalah orang yang dapat menahan perkataan. Maka datang Abu Tsa’labah Al-Khasyani dan berkata:”Wahai Basyir bin Sad apakah engkau hafal tentang hadits Rasulullah SAW pada masalah kepemimpinan. Berkata Hudzaifah:” Saya hafal ungkapannya. Maka duduklah Abu Tsa’alabah, maka Hudzaifah berkata: Rasulullah SAW bersabda:” Kalian akan mengalami masa kenabian sampai Allah menghendaki kemudian Allah angkat (masa kenabian tersebut) jika Allah menghendakinya. Seterusnya masa khilafah dengan manhaj kenabian sampai Allah menghendaki, kemudian Allah mengangkatnya jika Allah menghendakinya. Seterusnya masa raja yang menggigit sampai Allah menghendakinya, kemudian Allah mengangkatnya jika Allah menghendakinya. Seterusnya masa raja diktator sampai Allah menghendakinya, kemudian Allah mengangkatnya jika Allah menghendakinya. Seterusnya masa khilafah dengan manhaj kenabian, kemudian diam” Berkata Habib:”Pada saat Umar bin Abdul Aziz menjadi khilafah dan Yazid bin an-Nu’man bin Basyir adalah teman Umar bin Abdul Aziz. Maka saya tulis kepada hadits ini, mengingatkannya dan aku berkata kepadanya:”Saya berharap Amiril Mu’minin yakni Umar setelah (sebelumnya dikuasai) raja yang menggigit dan raja yang diktator. Saya masukan surat ini padanya, dan ia senang dan merasa kagum (pada hadits ini) (HR Ahmad)

Yesus (Isa) (as), sebagaimana rasul-rasul lainnya, merupakan seorang hamba pilihan Allah yang diutus kepada umat manusia untuk menyeru kepada jalan yang benar. Meskipun demikian, ada beberapa sifat Yesus (as) yang membedakan dari rasul-rasul lainnya. Yang terpenting dari semua itu adalah dia telah diangkat Allah dan akan kembali lagi ke bumi.

Berbeda dengan yang diyakini oleh mayoritas manusia, Yesus (as) tidaklah wafat disalib dan dibunuh ataupun meninggal dengan tujuan dan alasan tertentu. Al-Qur'an memberitakan kepada kita bahwa mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi Allah mengangkatnya kepada-Nya. Tidak ada satu ayat pun yang menunjukkan peristiwa pembunuhan terhadapnya atau bahwa dia telah dibunuh, terlepas dari ayat yang menolak bahwa hal tersebut telah terjadi. Selain itu, Al-Qur'an membeberkan kepada kita beberapa peristiwa dari kehidupan Yesus (as) yang tidak pernah terjadi. Kemudian, kedatangannya yang kedua kali ke bumi merupakan suatu prasyarat akan terjadinya peristiwa-peristiwa ini. Tidak ada keraguan bahwa wahyu-wahyu yang terdapat dalam Al-Qur'an akan benar-benar terjadi.

Sebaliknya, kebanyakan orang mengasumsikan bahwa Yesus (as) telah wafat beberapa ribu tahun yang lalu dan tidak mungkin akan kembali. Pendapat yang keliru ini muncul akibat kurangnya pengetahuan tentang  Al-Qur'an dan As-Sunnah. Suatu penelitian yang dilakukan dengan cermat dan hati-hati tentang Al-Qur'an akan menghasilkan suatu pemahaman yang akurat akan ayat-ayat tentang Yesus (as).

Rasulullah (saw) juga bersabda bahwa Yesus (yang dimuliakan) akan diutus kembali ke bumi dan masalah waktunya, yang disebut dengan "akhir zaman", kemungkinan adalah suatu masa di mana bumi pada saat itu akan mencapai kesejahteraan, keadilan dan perdamaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Akhir zaman" ditujukan pada suatu periode waktu yang mendekati akhir kehidupan dunia. Menurut Islam, pada masa tersebut akan ada cobaan-cobaan yang mengerikan dari Dajjal, banyak terjadi gempa bumi dan munculnya Ya'juj dan Ma'juj. Setelah itu, nilai-nilai Al-Qur'an akan menang dan manusia akan mengikuti secara ekstensif nilai-nilai yang diperkenalkannya.

Dalam impian mereka, manusia selalu merindukan suatu yang lebih baik, sesuatu pemandangan yang lebih indah, makanan yang lebih enak, suatu masyarakat yang lebih menjanjikan secara sosial…

Pendapat yang lain mengungkapkan bahwa "akhir zaman" adalah suatu periode yang mencangkup keseluruhan konsep, "yang lebih baik", "yang lebih indah" dan sebagainya. Saat itu merupakan suatu masa yang diberkahi yang dirindukan manusia sejak lama. Saat itu merupakan puncak kesejahteraan dan keadaan yang berlimpah-limpah, keadilan dan perdamaian. Saat itu merupakan masa di mana keberkahan-keberkahan ini akan menggantikan ketidakadilan, kerusakan moral, konflik dan peperangan. Saat itu merupakan masa yang benar-benar diberkati ketika nilai-nilai moral Islam akan terpatri di setiap aspek kehidupan.

Bukti bawa Yesus (as) tidak meninggal, bahwa dia telah diangkat ke haribaan Allah dan bahwa dia akan kembali lagi ke bumi akan dikaji dalam situs ini dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an yang terang dan nyata. Meskipun demikian, sebelum dimulai akan bermanfaat untuk mengingatkan kembali diri kita beberapa informasi dasar yang secara langsung berhubungan dengan bahasan ini.

Selengkapnya silahkan berkunjung ke sini

Total Tayangan Laman

Dzikir Asma'ul Husna

Produk-Produk yg menghina Islam

Misteri Nabi Khidir AS

INFO - INFO

Menyambut Kedatangan Imam Mahdi

Job & Career

Popular Posts