Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Kata bahaya dalam judul tidak pakai tanda kutip, karena memang jelas dan bisa dipastikan untuk mendapatkan perhatian serius. Bahwa ada pendidikan moral yang keliru dan salah kaprah, bahkan bisa tertanam dimindset bernuansa negatif untuk para penggemarnya. Mungkin bagi tingkatan orangtua yang menonton, bisa melihat serta menilai dari berbagai sudut pandang sosial, tapi akan lain lagi bila untuk para ABG yang masih labil!
Berawal dari kesukaan anak perempuan saya ( fans film India), setiap pulang sekolah langsung stand by selama  2,5 jam (senin-jumat) dan 3 jam (sabtu-minggu). Bayangkan penayangan yang begitu lamanya, setiap hari tanpa ada jeda waktu yang terlewati. Sehingga saya penasaran, seperti apakah film tersebut? dan akhirnya saya turut mendampingi beberapa episode, dan kalau tidak nonton maka anak menceritakan seperti apa jalan ceritanya.
Dan atas apa yang saya saksikan, sungguh sebuah tayangan yang miris. Berikut sedikit kesimpulannya:
1. Pada awal tayang, menceritakan kisah tentang anak mungil dari kampung (icha kecil) dengan berbagai alur ceritanya. Mungkin bisa dibilang itu pas untuk ditonton anak di saat pulang sekolah. Bahkan Icha kecil mempunyai impian ingin menjadi orang besar, tapi tiba-tiba jalan cerita begitu mudah dibalikkan menjadi kisah tentang Icha dewasa. lalu apa sisi negatifnya? Jika dilihat kelanjutannya, Icha hanya penuh kerumitan tentang cinta segitiganya. Lalu impiannya hanya dianggap angin lalu, yang mana dampaknya : penonton tingkat anak/ remaja yang labil, bisa saja “mengikuti” bagaimana tokoh utama yang begitu mudah melepas masa depan hanya demi keinginan semu.
2. Icha kecil merupakan gadis penurut dan pintar, tapi di saat dewasa menjadi gadis yang “ditokohkan” alim tapi keras kepala. Ibunya yang begitu baik seringkali ditentang dan dibantah, dan ayah angkatnya yang begitu bijaksana pun sering kali tak dianggap (bahkan dibohongi dari belakang dalam kisah pernikahan palsunya).  Terlepas dari apapun tujuan dan maksud seorang anak, tetap saja orangtua ingin yang terbaik bagi masa depannya. Selain itu, sebuah kesalahan (dosa besar) bila menentang orangtua yang membesarkan dengan susah payah, lalu hanya demi cinta, keluarga dilawan! Bahkan, ibunya beberapa kali harus tunduk atas “permintaan bodoh” anaknya, jika tidak dituruti memberikan ancaman akan kabur.  Dampaknya: penonton anak/remaja bisa saja mengikuti cara seperti itu, karena dianggap cara bagus untuk mewujudkan hasrat/keinginan.
3. Tokoh Tapasya ( anak dari bapak angkatnya), merencanakan pembunuhan untuk Icha dengan memanfaatkan mantan pacarnya. Bayangkan saja, demi perasaan yang berlebihan sehingga menghalakan segala cara walau harus menghilangkan nyawa saudara angkatnya? Sebuah peringatan keras atas apa yang ditayangkan film serial tersebut. Dampaknya: bisa saja anak/remaja yang menonton mempunyai tanggapan, bahwa membunuh merupakan cara terbaik menyelesaikan dendam/ cemburu/ sakit hati/ atau hal negatif lainnya.
4. Tokoh Icha yang begitu menyayangi saudarinya Tapasya (walau bertepuk sebelah tangan), begitu mudah menurut dan patuh, dijodohkan dengan pemabuk manggut-manggut saja  walau ibunya menentang (tapi gagal), lalu detik-detik akan dinikahkan dengan pria idamannya, malah mau juga digantikan oleh Tapasya padahal ibunya memohon bertekuk lutut jangan dilakukan. Kemudian yang terbaru dijodohkan dengan pecandu narkoba juga mau, padahal ibunya bersedih karena tidak setuju (entah apa kelanjutannya). Yang membuat bingung adalah, Icha sebagai gadis baik tapi ibu sendiri (meski seorang pembantu) tidak dihargai dan dihormati sama sekali. Dampaknya: anak/remaja yang menonton bisa saja memikirkan bahwa, toh gadis baik-baik juga membenarkan untuk melawan ibu kandungnya? Bukankah dalam ajaran agama manapun, seorang ibu sangat tinggi kedudukannya!
5. Tokoh Icha kerap kali membohongi dan menutupi segala kejadian dari orangtuanya, padahal yang terkena dampaknya ialah semua keluarga. Yang kita ketahui dalam dunia realita, anak yang benar-benar baik dan alim, senantiasa mengutamakan kejujuran walau sepahit apapun, serta selalu terbuka atas segala masalah kepada kepada orangtua. Dampaknya: anak/remaja yang menonton bisa beranggapan bahwa bohong dan tertutup merupakan sikap yang tepat dalam menjalani kehidupan!
6. Tokoh Tapasya mencoba bunuh diri dengan berusaha memotong urat nadi, karena ada keinginan yang tidak bisa didapatkannya yaitu cinta seorang lelaki, dan tokoh Frans mencoba bunuh diri dengan meloncat dari atas rumah, alasannya pun sama karena khawatir gagal mendapatkan cinta seorang wanita. Dampaknya: Upaya bunuh diri bisa dianggap sebagai solusi jitu menekan orangtua, karena dalam film uttaran memperlihatkan “keberhasilan” dengan cara seperti demikian
7. Film serial Uttaran tidak mendapatkan label khusus 17 tahun ke atas, atau mendapatkan peringatan wajib didampingi orangtua. padahal jika disimak dalam film tersebut, yang namanya label bukan untuk sekedar adegan bersifat seksual semata (sensor dada), tapi tentang prilaku kekerasan (pembunuhan, mabuk-mabukan, narkoba) dan pendidikan moral yang keliru pun harus diperhatikan! Apalagi Uttaran berawal untuk anak-anak kemudian meloncat jadi tayangan film dewasa..
—
Dari apa yang saya sampaikan diatas, maka saya secara pribadi langsung menyuruh anak tidak lagi menonton film tersebut. Kemudian memberikan bimbingan untuk meluruskan apa saja yang salah selama penayangan, sehingga jangan sampai mempengaruhi pola pikirnya! Apalagi namanya anak/remaja mempunyai daya ingat kuat, dalam menyerap apapun yang dilihat serta didengarnya..
Sungguh peran penting orangtua dalam memantau apa yang dilakukan/ dikerjakan anak, haruslah jadi prioritas utama dalam pendidikan di rumah. Karena tayangan televisi serta internet sudah semakin sulit diawasi oleh pihak-pihak terkait, apalagi pihak pengelola siaran mengutamakan bisnis dan rating, tapi sering sekali mengesampingkan efek negatif dari apa yang ditampilkan.
—
Note: Pihak sensor yang paling terbaik untuk anak, bukanlah Menkominfo dan ataupun media. Melainkan kita sebagai orangtua, yang wajib dan ekstra ketat dalam menjaga mata dan telinga anak dari segala sesuatu yang ditontonnya..
Hendrik Riyanto
Di bawah ini adalah 10 perilaku yang harus dihindari oleh para istri, agar tidak menjadi golongan istri durhaka kepada suami, diantaranya adalah:

1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna
Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.

Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.

Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan.

Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.

Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.

2. Nusyus (tidak taat kepada suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.

Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:

Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah
Lalai dalam melayani suami
Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya
Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya
Keluar rumah tanpa izin suami
Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.
Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.

3. Tidak menyukai keluarga suami
Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.

Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya. Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.

Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.

Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.

4. Tidak menjaga penampilan
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.

Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.

5. Kurang berterima kasih
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.

Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona’ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.

Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”

6. Mengingkari kebaikan suami
“Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka.” Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.

Ajaib!! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?

“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu’Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?

Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).

Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!

Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi, apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?

Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.

Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya,  maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bertobat,  satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan,  masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?

Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu,  bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?

“Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): “Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami begimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami.” (HR. At Tirmidzi, hasan)

Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini , jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri,  jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.

Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.

“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR.Ahmad)

7. Mengungkit-ungkit kebaikan
Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu’Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.”

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

8. Sibuk di luar rumah
Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.

Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya terabaikan.

Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah belum beres, cucian masih menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Jika hni terjadi terus menerus, bisa jadi suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di kantor.

9. Cemburu buta
Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.

Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap suami karena kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah cemburu yang terpuji. Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini adalah cemburu yang tercela.

Jika kecurigaan istri berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta, hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan kejengkelan suami. Ia tidak akan pernah merasa nyaman ketika ada di rumah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kejengkelannya akan dilampiaskan dengan cara melakukan apa yang disangkakan istri kepada dirinya.

10. Kurang menjaga perasaan suami
Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya.

Demikian beberapa perbuatan yang harus dihindari oleh para istri, yang sudah berjanji menerima suaminya dihadapan Allah SWT ketika didepan penghulu, untuk bisa menerima apa adanya keadaan suaminya. Semoga dengan membaca artikel ini kita dapat menyadarinya betapa perbuatan-perbuatan di atas sangat rusak sekali, dengan menghindari perbuatan-perbuatan tersebut, maka akan menimbulkan akibat keluarga yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah. Bisa berkumpul di SurgaNya Allah bersama suami. Menjadi suami istri sampai Surga.
Amiin Yaa Robbal’alamiin…

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy- Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)

Berkaitan dengan dua asma Allah SWT yang agung Ya Hayyu Ya Qayyum Birohmatika Astaghis, Imam Al Ghazali berkata " Barangsiapa menginginkan agar mempunyai kewibawaan, dimuliakan, terlindung dari segala macam bahaya dan tipu daya musuh, didengar dan ditaati tutur katanya dan juga luas rezekinya yang kemudian menjadi kaya maka hendaklah membaca dua Asma Allah (Ya Hayyu Ya Qoyyum -Wahai Yang Maha Hidup dan Yang Maha Berdiri Sendiri) tersebut 1000 kali setiap hari"


Berkata Imam Al Ghazali, barangsiapa ketika mengalami kesusahan dan menghadapi berbagai masalah maka hendaklah memperbanyak membaca; "Ya Hayyu Ya Qoyyum Birohmatika Astaghisu" - Maksudnya "Wahai Zat Yang Maha Hidup dan Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan segala Rahmat Engkaulah aku memohon bantuan"

kedua asma Allah SWT yang teramat agung ini  terdapat di dalam ayat Kursi. Untuk itu barangsiapa membaca dua asma Allah SWT (Ya Hayyu Ya Qoyyum - Wahai Yang Maha Hidup dan Yang Maha Berdiri Sendiri) sebanyak 1000 kali setiap kali selesai solat Isya'. Dengan izin Allah Yang Maha Agung maka dia akan mendapat karunia sebagai berikut:
  1. Banyak Harta 
  2. Didengar dan ditaati segala perkataannya
  3. Mendapat kasih sayang daripada manusia baik laki-laki atau perempuan
  4. Diberi kelapangan rezeki
  5. Mendapat kebahagiaan, kemuliaan, dan kewibawaan
  6. Dijauhkan dari bala dan bencana alam
  7. Dijauhkan dari penipuan, muslihat musuh dan lain2 yang sebangsa dengannya.
Semoga Allah Azza Wa Jalla menjadikan kita dan menetapkan kita sebagai hamba yang senantiasa bersyukur dan senantiasa dimudahkan dalam mengingat Allah SWT setiap saat baik dalam keadaan berbaring, duduk dan berdiri, dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit,....
Bangun Sugito Tukiman, adalah salah satu nama dari sekian juta penduduk negeri ini yang terhipnotis oleh musik rock (barat). Figur The Rolling Stones, dengan lead vocal-nya Mick Jagger, menjadi idola remaja yang lahir di kota Biak dan besar di kota Bandung ini. Bahkan aksi nekatnya di tahun 1967, memmembuat kota Bandung gempar, ketika dirinya yang mendapat cap “Siswa Bengal” termasuk salah satu siswa yang lulus dari SMA-nya, melakukan aksi tanpa busana sambil naik sepeda motor mengelilingi kota kembang tersebut. Kesukacitaannya dilampiaskan dengan gaya ala rocker, maklum, daftar kenakalannya lebih panjang dari daftar absen murid, sehingga ia tak yakin jika namanya akan tertulis di papan pengumuman seperti teman-temannya yang lulus (tempointeraktif.com).

Selepas SMA, di kota yang sama, Bangun Sugito Tukiman (vokal) bersama rekan-rekannya, Teuku Zulian Iskandar Madian (saxophone, gitar), Benny Likumahuwa (trombone, flute), Didiet Maruto (trumpet), Jimmie Manoppo (drum), dan Oetje F. Tekol (bas) mendirikan band yang bernama The Rollies. Di era 1970-an, The Rollies semakin eksis dan menunjukkan taringya sebagai grup band rock handal di tanah air. Belakangan, setelah sukses dengan beberapa hits yang sempat bertengger di belantika musik Indonesia, namanya pun berganti menjadi Gito Rollies. Waktu terus berjalan, anak tangga karir perlahan-lahan ditapaki satu demi satu. Sanjungan dan pujian, memmembuat dirinya telah merasa menjadi seorang Mick Jagger Indonesia, sosok yang dikagumi dan diidolakannya.
Pria yang sempat mengenyam kuliah dua tahun di Jurusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB), terus larut bersama kebesaran The Rollies. Aksi panggungnya mirip dengan sang idola, suara serak ala James Brown, bapak moyang soul dan funk, menjadikannya pusat perhatian. Kesuksesan di panggung telah mengantarkan diri dan kelompoknya di industri rekaman, pun mengantarkannya menjadi hedonis sejati.
“Tiap Jumat siang kami berangkat ke daerah Puncak Bogor untuk pesta miras dan narkoba,” Ungkap Gito dengan nada sesal.

Di masa ketenarannya, pada awal tahun 1980, ia menjalin hubungan intim dengan putri seorang aktor dan komedian besar, Uci Bing Slamet, dan darinya dikaruniai seorang anak lalu berpisah setelahnya. Bahkan setelah menikah dengan perempuan impor, wanita keturunan Belanda, Michelle Van der Rest, tahun 1983, ia masih belum bisa melepaskan diri sepenuhnya dari pengaruh narkotika (AntaraNews).

Setelah bersolo karir, dia menelorkan sejumlah album solo, yakni Tuan Musik (1986), Permata Hitam/Sesuap Nasi (1987), Aku tetap Aku (1987), Air Api (1987) dan Tragedi Buah Apel (1987) dan Goyah (1987).

Sebagai aktor Gito memulai debutnya di dunia film lewat Buah Bibir (1973) sebagai figuran. Setelah benar-benar menjadi aktor ia bermain dalam Perempuan Tanpa Dosa (1978), Di Ujung Malam (1979) dan Sepasang Merpati (1979), dan Permainan Bulan Desember (1980), dan Kereta Api Terkahir (…). Namun kekuatan aktingnya terlihat pada Janji Joni yang mengantarkannya meraih piala Citra untuk kategori Aktor Pembatu Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia tahun 2005.

Awal Kesadaran

Tahun 1995, atau tepat setelah 10 November, Sang Rocker baru benar-benar berhenti mengkonsumsi drugs dan alkohol, setelah mengalami sebuah peristiwa yang memmembuatnya shock lahir batin. Sepulang dari konser Hari Pahlawan di Surabaya, di bawah pengaruh narkoba, selama tiga hari ia mengalami fly, tak bisa makan dan tak bisa tidur, dan selama tiga hari itu semua kelakuannya di masa lalu seperti diputar di depan mata. “Saya takut sekali,” ujarnya seperti diungkap kepada koran Tempo. Namun yang paling memmembuatnya ciut justru menyangkut segala omongan yang pernah terlontar dari mulutnya. Fitnah dan gunjingan terhadap musisi lain, termasuk melakukan ghibah (membicarekan kejelekan orang lain).

Pengalaman tiga hari itulah yang menjadi titik balik dirinya untuk kembali kepada Allah. Khabar tentang kekuasaanNya, telah diwartakan ke segenap penjuru bumi kepada seluruh manusia, hanya saja tidak banyak orang yang menyadarinya, “Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?” (QS. Adz-Dzaariyaat, 51 : 20-21).

Jika seseorang memperhatikan tanda-tanda itu, dan Allah SWT telah membukakan jalan masuk untuk memahami, tentu tidaklah sulit. Dalam ayat lain, Allah berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kelalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kelalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Yunus, 10 : 23).

Bisa jadi peristiwa yang ia alami, karena Allah hendak mengabarkan hal itu kepadanya sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Di usia kepala empatnya, seorang Gito Rollies diingatkan Allah SWT melalui sebuah peristiwa spiritual yang memmembuatnya bergidik ketakukan. Nyalinya ciut, gemetar badannya, kekuatan musik cadas tak mampu menyangga hatinya yang terkoyak kala tanda-tandaNya telah diterima saat dirinya fly. Kesadaran bathinnya bergolak untuk bangkit dari masa-masa kelam yang telah mengotori jiwanya.

Sang Rocker kini dalam kesadaran awal setelah puluhan tahun terlelap bersama kesuksesan, polularibeg, dan kenikmatan duniawi. “Saya harus hijrah, bukan ini tujuan saya dilahirkan ke muka bumi, tetapi ada tugas lain yang harus saya lakukan sebagai bekal pertemuan dengan Sang Pemilik jiwa ini,” ujar hati itu berkata lirih.
Hatinya telah terbuahi cintaNya yang tulus dan suci sehingga sang hati sejati berkata, “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yusuf, 12 : 53).

Sebelum merasakan ke-Mahaan Allah dalam dirinya, Bangun Sugito hidup dalam serba kecukupan. Bergelimang kemewahan, bergiat dalam kehidupan malam, bertemankan jarum neraka. Begitulah hari demi hari yang dilalui seolah pakaian yang tak pernah lepas dari badannya.

Bahagiakah hidup seperti itu? Mendatangkan ketenangankah semua itu? Sebuah pertanyaan yang belum terjawab, sebuah rasa yang belum pernah ada dan sebuah keinginan yang belum tercapai. Pada akhirnya semuanya hanya menghantarkannya ke alam risau, resah dan gelisah.
Klimaks terjadi kala ia merayakan ulangtahunnya yang ke-50 pada 1997. Di situ, Gito mengundang seluruh karibnya untuk berpesta alkohol dan obat sepuasnya.

Dalam kerisauan panjang, beriring desah dan keluh kesah, daerah Puncak Bogor –Puncak dikenal sebagai tempat rekreasi di daerah Jawa Barat– selalu menjadi tempat menumpahkan penat, mengubur kegundahan yang membuncah. Wal hasil bukan ketenangan yang didapat bahkan gelisah itu makin menjadi. Namun dari daerah inilah benih hidayah itu mulai mekar membesar. Puncak menjadi tempat bersejarah, tempat solusi menjawab segala kerisauan.

Saat itu hari Jumat siang. Pria dengan rambut awut-awutan ini masih memegang botol miras, duduk di tempat yang tinggi sambil sesekali memandang ke arah bawah. Pandangannya tertuju kepada beberapa warga desa yang banyak menuju mesjid, hatinyapun bergetar, kerisauanpun kembali mengusik hati.

Mereka dengan kesahajaan bisa menemukan kebahagiaan. Apakah di Masjid ada kebahagiaan?!” Pertanyaan itu selalu mengusik Gito.
Sungguh pemandangan indah di hari Jumat itu, memberi arti tersendiri bagi kehidupan Gito Rollies. Sulit dibedakan keterusikan karena sekedar ingin tahu atau ini adalah awal Allah membukakan hatinya bagi pintu tobat.
Dicobanya untuk mendekati Masjid itu, subhanallah, seperti ada magnit yang memendekkan langkahnya untuk tiba. Mungkin di sana ada kebahagiaan. Terlihatlah sebuah pemandangan yang meluluhlantakan kegelisahannya selama ini.

“Rasanya seluruh otakku tiba-tiba dipenuhi oleh kekaguman. Dan entah kenapa, aku seperti mendapatkan ketenangan melihat orang-orang ruku, sujud dalam kekhusuan,”

“Bukankah apa yang kulakukan selama ini untuk mendapatkan ketenangan, tapi kenapa tidak? Ya, aku telah bergelut dengan kesalahan dan tetek bengeknya yang semuanya adalah dosa. Benarkah Allah tidak akan mengampuni dosaku? Lanbeg membuat apa aku hidup jika jelas-jelas bergelimang dalam ketidakbahagiaan.” Pikiran itu terus bergelayut seakan haus jawaban.

“Malam itu aku benar-benar tidak dapat memejamkan mata. Aku gelisah sekali. Ya, ternyata aku yang selama ini urekan, permisive ternyata masih takut dengan dosa dan neraka. Berhari-hari aku mengalami kegelisahan yang luar biasa. Hingga suatu malam, di saat kegelisahanku mencapai “puncaknya”, aku memutuskan untuk memulai hidup baru.

“Selama hidupku, baru kali ini aku diliputi suatu perasaan yang belum pernah aku rasakan semenjak mulai memasuki dunia selebritis. Maka, aku pun segera berwudlu dan melakukan shalat. Ketika itu, untuk pertama kalinya pula aku merasakan kebahagiaan dan kedamaian. Dan sejak hari itu, aku memutuskan untuk tekun memperdalam agama sekalipun masih banyak sekali tawaran-tawaran menggiurkan yang disodorkan kepadaku atau pun beragam ejekan dari sebagian orang. Aku pun melaksanakan haji seraya berdiri dan menangis di hadapan ka’bah memohon kepada Allah kiranya mengampuni dosa-dosa yang telah aku lakukan pada hari-hari hitamku.”

Ketika mentari terbit, Gito langsung mengajak istrinya untuk pergi ke Bandung, menjenguk sang ibunda. Di sana, ia mengutarekan niatnya untuk tobat yang disambut tangis haru sang ibu. Sejak saat itu, Gito resmi meninggalkan dunia kelam.
Satu yang disyukuri Gito adalah, dukungan dan kesabaran sang istri, Michelle, yang tak pantang habis.

“Saat aku sudah belajar agama, aku tidak berupaya menyuruhnya shalat. Ia tiba-tiba belajar shalat sendiri, begitu juga anak-anak. Suatu hari, ketika aku pulang, tiba-tiba aku mendapatinya tengah mematut diri di depan kaca sambil mengenakan jilbab. Padahal aku tidak pernah menyuruhnya. Subhanallah, istriku memang yang terbaik yang pernah diberikan Allah,” kata ayah dari empat putra ini.

Tobatnya Gito juga disyukuri oleh sang mertua, warga negara Belanda yang berimigrasi ke Kanada. Meski berbeda keyakinan, ibu mertuanya justru senang dengan perubahan yang dialami Gito.
“Kata beliau, aku jadi lebih kalem ketimbang dulu, meski sekarang pakai jenggot segala. Bahkan aku jadi menantu favoritnya lho,” tuturnya sambil terkekeh.

“Mengapa Allah memberikan hidayah kepada diriku yang kerdil ini? Mengapa Allah menciptakan makhluk yang penuh dosa ini?”
Gito mengaku harus merenung lama untuk menemukan jawaban itu. Setelah dia menjalankan shalat dan menunaikan haji, jawaban itu baru mampir di benak dan pikirannya. “Ternyata, Allah menciptakanku untuk menjadi manusia baik. Semula mengikuti idolaku, Mick Jagger. Aku menjadi penyanyi dan rekaman lalu mendapat honor. Tapi itu bukan kebahagiaan sepenuhnya membuatku.”
“Mick Jagger itu dulu menjadi idolaku. Ikut mabok, main cewek, dan seabrek dunia kelam lain. Tapi sekarang aku mengidolakan Nabi. Dan sekarang, aku menemukan nikmat yang tiada tara.”
Kalimat itu meluncur dengan lugas dari Gito Rollies, artis ndugal yang kini memilih ke pintu pertobatan. Penampilan Gito tak lagi urekan dengan rambut awut-awutan dan celana jin belel. Bukan pula pelantun lagu-lagu cadas yang berjingkrak-jingkrak tidak keruan.

“Aku sudah mendapatkan banyak hal di dunia ini. Sekarang saatnya mengumpulkan amal untuk persiapan menghadapi hari akhir ,” katanya ketika memberi testimoni tentang perubahan dalam hidupnya.

Setelah mengalami pengalaman rohani, dirinya mulai banyak bergaul dengan kalangan ulama, mengaji, serta mempelajari Al-Qur’an dan Hadits secara mendalam. Perlahan-lahan Allah SWT tanamkan pemahaman arti hidup sebenarnya. Sang Gito Rollies merasa telah menemukan hujjah yang mendasari hidupnya. “Dulu saya suka Mick Jagger, saya bahagia kalau populer. Ibaratnya, dulu tuhan saya adalah popularibeg. Nabi saya adalah para idola saya, dan rocker-rocker luar negeri, sekarang saya begitu mencintai Nabi Muhammad SAW dan ajaran-Nya,” ujarnya.
ALLAH MAHA BESAR, demikian kira-kira satu ungkapan yang cocok dialamatkan kepada legenda musik rock Indonesia tersebut. Ketika Gito memutuskan berputar haluan 180 derajat dari dunia rocker yang hingar bingar menuju kehidupan Islami yang sarat dengan dakwah, banyak sahabat yang kaget, seolah tak percaya. Apalagi bagi sahabat yang sangat mengenal Gito, rasa-rasanya “mustahil” ia berubah seperti itu. Dengan kata lain, apa yang dilakukan Gito ketika itu adalah “aneh bin ajaib”. Apalagi jika membandingkan gaya hidup dan penampilan Gito dulu yang “compang-camping” ala rocker, berubah menjadi seorang yang sangat Islami. Bahkan pakaian sehari-harinya pun bukan celana jins robek lagi, melainkan pakaian gamis lengkap dengan peci, layaknya umat Islam.

Dakwah dan Tabligh

Tidak ada yang tidak mungkin selain mengecat langit! Demikian kira-kira perumpamaan yang sedikit nyeleneh untuk mengungkapkan fenomena hijrahnya Gito Rollies ke dunia dakwah. Sejak 1997 ia mulai menapaki “karir” dalam dunia karkun Jamaah Tabligh (pekerja dakwah yang rela mengorbankan harta dan kehidupan dunia semata-mata untuk berdakwah di jalan Allah). Selama rentang waktu 1997-Februari 2008 ini, Gito telah malang melintang keliling Indonesia untuk menyebarkan dakwah kepada umat Islam. Berpindah dari mesjid satu ke mesjid lainnya.
”Awalnya, saya hanya melihat orang-orang yang pergi ke masjid dan belum menunaikan shalat, meskipun saya beragama Islam. Selanjutnya saya beranikan diri masuk ke rumah Allah itu. Wah, kali pertama rasanya malu sekali dan menakutkan tempat itu. Lama-lama Allah berkenan memberikan hidayah kepada saya,” ungkap Gito semasa hidup. Hal itu ia ungkapkan seraya mengenang awal mula kembali ke jalan Allah. (dikutip dari suaramerdeka.com. Berita Edisi 17 April 2004. Diakses Sabtu, 01 Maret 2008)

Khuruj fi Sabilillah (pergi ke luar rumah/kampung halaman) semata-mata untuk senantiasa memperbaiki iman dan ketakwaan bagi dirinya sendiri dan seluruh umat, diputuskan Gito sebagai jalan hidup. Seorang artis ibukota dalam salah satu siaran televisi Nasional mengungkapkan suatu pernyatan Gito yang mengharukan sekaligus membahagiakan, “Gito dulu pernah berkata kepada saya, bahwa ia ingin mati di panggung sebagai seorang rocker. Tapi suatu saat ia justru berubah pikiran. Gito bilang ia ingin mati di panggung, tapi bukan sebagai rocker melainkan saat berdakwah,” ungkapnya dengan nada haru dan berlinang air mata, seraya menjelaskan bahwa keinginan Gito tersebut dikabulkan Allah lewat jalan lain, yaitu Gito meninggal sesampainya di Jakarta setelah beberapa hari melaksanakan dakwah khuruj fi sabilillah di Padang, Sumatera Barat.
Demikian pula Da’i kondang Arifin Ilham, kepada wartawan, sembari tak kuasa menahan air mata, ia mengungkapkan bahwa Gito Rollies adalah teladan bagi umat. Ia juga mengungkapkan semasa hidup Gito telah berjuang di jalan Allah dengan membawa misi dakwah, meskipun penyakit yang diderita Gito cukup berat.
Luar biasa memang sosok Gito, penyakit nan ganas, kanker kelenjar getah bening yang telah ia derita sejak beberapa tahun lalu (ia bahkan pernah dirawat di Singapura), tidak menyurutkan semangat dakwahnya. Bahkan, dengan berkursi roda, ia tetap semangat mengumbar dakwah dari mesjid ke mesjid.

Berdakwah Di Kalangan Artis

Toh, meski sudah berada di jalan Allah, Gito tak pernah merasa dirinya yang paling benar. Ia selalu menolak jika disebut kyai, atau diminta untuk berceramah. Menurutnya, ia hanyalah orang yang masih terus belajar agama. Apapun yang diucapkannya di depan umum adalah upayanya berbagi cerita.
Bahkan, Gito masih merasa belum cukup bertobat hingga akhir hayatnya. Tak pernah sekalipun ia merasa dosa-dosanya telah terhapuskan. Dalam suatu pengajian ia sempat bertanya kepada ustadz yang berceramah, apakah dosa-dosanya di masa lalu bisa berkurang dengan permembuatannya saat ini.

Ia pun berdakwah di kalangan artis, baik penyanyi maupun bintang film. Allah seolah telah mengirim seorang utusan dari kalangan mereka sendiri, komunibeg yang sangat rentan terhadap segala bentuk kemaksiatan, seperti minuman keras, narkoba, bahkan seks bebas. Profesinya sebagai artis didayagunakan untuk syi’ar agama Allah, mengajak mereka dengan cinta kasih, tidak pernah memaksa, bahkan tidak merasa dirinya paling baik dan paling benar. Baginya, teladan lebih utama dari sekedar retorika religi belaka.
Penbeg musik dengan beberapa kelompok band muda terus dijalani. Bedanya, penbeg kali ini tanpa alkohol dan drugs serta menyelipkan syi’ar Islam di setiap penampilannya. Juga di balik layar lebar, film-film bertema religius sanggup dilakoni dengan satu semangat, yaitu menggemakan ajaranNya yang dibawa oleh Baginda Rasulullah. “Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata) : Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain dariNya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya).” (QS. Al-Mu’minuun, 23 : 32).
Beberapa tahun belakangan, orang mulai memanggilnya Ustadz Gito, meski ia menolak panggilan itu. Banyak kalangan artis yang tersadarkan setelah menyimak penuturan pengalaman hidupnya. Teladan dan ucapannya yang lemah lembut memmembuat semakin banyak orang yang simpatik dengan isi dakwah, syi’ar yang diangkat dari pengalaman pribadinya. Ia pun sempat mendaur ulang album lawasnya, Cinta yang Tulus, bukan lagi tema cinta antara sepasang manusia tetapi antara makhluk dan Khalik.

Kini Kang Gito telah berubah, masa lalu memang tidak mungkin terhapus dari diary-nya, dan akan menjadi catatan sejarah panjang. Tetapi itulah kehidupan, segalanya belum titik, tapi masih koma. Dan baru mencapai titik bila ajal menjemput. Jalan hidupnya mengingatkan kita pada sosok Cat Stevens yang pernah tersandung sebuah kejadian luar biasa, lanbeg banting setir ke arah tidak terduga setelah selamat dari gulungan ombak besar di pantai Hawaii. Cat Stevens meninggalkan agama lamanya dan dunia yang memungkinkan segalanya kecuali spiritualibeg. Ia pun berganti agama dan namanya dengan jati diri yang baru, yaitu Yusuf Islam. Gito Rollies tidak perlu ganti nama, namun dirinya bermetamorforsis menjadi hambaNya yang memahami tujuan hidupnya serta berusaha menjadi bermanfaat bagi orang lain walaupun harus berceramah di abeg kursi roda dan melawan penyakit kanker getah benih yang menderanya sejak 2005.

Wafat Dengan Tersenyum

Perjalanannya terhenti pada pukul 18.45 WIB, Kamis (28/02), setelah Sang Rocker menghembuskan nafasnya yang terakhir. “Beliau meninggal setelah melakukan shalat Maghrib dan melakukan do’a terakhir,” ujar rekan artis yang turut melayatnya. Dua belas tahun lebih di sisa usianya dihabiskan untuk melayani dan mengajak orang lain melakukan kebaikan. Sakitnya tidak begitu dirasakan, bahkan pada akhirnya beliau nikmati sebagai peluntur sisa-sisa kekotoran dirinya dan menjadi musabab kematiannya.
Ia tersenyum saat Sang Malaikat maut mengepakkan sayapnya dan hadir di hadapannya untuk mencabut nyawa sang Rocker. Ikhlas menerima takdirNya, melepaskan segala bentuk atribut keduniawian. Kekelaman hidup terbayar tunai dengan amal permembuatan, dan senyum itu semakin menyeringai di wajahnya kala sang Malaikat perlahan-lahan mengambil ruh milikNya. Sehingga beliau masih mempunyai waktu untuk melafalkan lafadz tauhid. Dan sang Rocker pun meninggalkan dunia fana ini dengan rasa puas dan merasa tenang. “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surgaKu.” (QS. Al-Fajr, 89 : 27-30).
Insya Allah, beliau meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Mudah-mudahan peristiwa ini memotivasi kita semua untuk bisa bermembuat sebaik-baiknya, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kita di sisa umur yang tidak lama lagi. Tiada pernah terucap kata putus asa, karena Dia pasti akan mengampuni segala kesalahan dan dosa-dosa hamba-hambaNya, karena Kasih SayangNya bak Samudera Tak Bertepi. Semoga kita termasuk orang-orang yang berakhir hidup dengan jiwa yang muthmainnah, sebagaimana mereka yang terpilih.

Gito menigggalkan seorang isteri bernama Michelle dan lima anak, yakni Galih Permadi, Bintang Ramadhan, Bayu Wirokarma, dan Puja Antar Bangsa.

Sebaik-baik usia tiap orang adalah pada penghujungnya. Dan ketahuilah, bagi kita, ujung-ujung usia akan selamanya menjadi misteri, karena seringkali di sanalah Allah memberikan kesudahan yang indah dari perjalanan taubat hamba-Nya.

Thanks to : karqun.blogspot.com
Pada kesempatan kali ini akan membahas tentang Faedah atau keutamaan surat Al ikhlas. al ikhlas merupakan surat ke 112 pada Alquran. Dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Nabi muhammad pernah bersabda bahwa pahala membaca sekali surah Al-Ikhlas sama dengan membaca sepertiga Al-Qur'an sehingga membaca 3 kali surah ini sama dengan mengkhatam Al-Qur'an. Kisah terkait hadits itu terekam dalam beberapa kisah. Seperti kisah ketika Nabi bertanya kepada sahabatnya untuk mengkhatam Al-Qur'an dalam semalam. 


Umar menganggap mustahil hal itu, namun begitu Ali menyanggupinya. Umar kemudian menganggap Ali belum mengerti maksud Nabi karena masih muda. Ali kemudian membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 3 kali dan Nabi Muhammad membetulkan itu. Dalam hadits-hadits terkait hal ini,keutamaan surah Al-Ikhlas sangat memiliki peran dalam Al-Qur'an sehingga sekali membacanya sama dengan membaca sepertiga Al-Qur'an. 



Riwayat Anas bin Malik juga merekam kisah berkaitan surah Al-Ikhlas yaitu dimana 70.000 malaikat diutus kepada seorang sahabat di Madinah yang meninggal hingga meredupkan cahaya matahari. 70.000 malaikat itu diutus hanya karena ia sering membaca surah ini. Dan karena banyaknya malaikat yang diutus, Anas bin Malik yang saat itu bersama Nabi Muhammad di Tabuk merasakan cahaya matahari redup tidak seperti biasannya dimana kemudian malaikat Jibril datang memberitakan kejadian yang sedang terjadi di Madinah. 
Semua manusia di dunia ini meyakini bahwa Tuhan adalah sosok yang Agung, Mulia, Sempurna dan segala gelar hebat di sandang oleh-Nya. Kalau di dunia ada Raja maka Tuhan adalah Maha Raja Diraja. Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia tersebut, sebegitu tingginya sehingga hampir semua manusia merasa mustahil untuk berjumpa denga-Nya. Hanya golongan tertentu saja seperti Nabi yang diizinkan untuk menjumpai-Nya. Bahkan dalam pandangan kelompok tertentu dalam Islam, bahkan Nabi sendiri tidak pernah berjumpa dengan Allah di dunia, dalil tentang pengalaman Musa ingin melihat Tuhan dijadikan dalil untuk membenarkan pendapat mereka. Kelompok Mu’tazilah bahkan lebih ekstrim lagi, mereka berpendapat bahwa Tuhan tidak bisa dilihat atau dijumpai baik di dunia maupun di akhirat.
Kelompok yang paling banyak adalah yang berpendapat bahwa Allah tidak bisa dilihat atau dijumpai didunia namun Dia bisa dijumpai di akhirat setelah manusia meninggal dunia. Karena banyak bahkan sangat banyak, pada umumnya kita juga meyakini atau dipaksa meyakini bahwa Tuhan tidak mungkin dilihat di dunia dengan alasan Dia Maha Tinggi dan Maha Segalanya.
Alkisah……Ada seorang mengumpulkan hartanya yang banyak untuk bersedekah sembunyi-sembunyi. Ia kumpulkan uang sampai berjumlah sekian ribu dinar dalam setahun. Sesudah uang nya terkumpul, ia pergi keluar rumah pada malam hari. Dilihatnya ada seorang wanita tidur dijalanan. “Wah, ini orang susah,” begitu kira-kira ia berpikir. Dan, sambil menutup wajahnya, agar tidak diketahui, ia memberikan bungkusan uang itu dan lari, supaya tidak diketahui.

Pada Pagi harinya di kampung itu ribut , ada seoranng pelacur mendapatkan bungkusan uang yang diberikan oleh orang tak dikenal. Maka orang itupun berguman, “Subhanallah!! Salah beri, aku kira dia wanita susah, ternyata pelacur.” “Ya Rabb, setahun kukumpulkan uang untuk dapat pahala sedekah yang sembunyi-sembunyi, ternyata uangku hanya untuk pelacur. Tapi ia tidak putus asa, Dikumpulkannya lagi sekian ribu dinar.
Ketika Penduduk Yaman telah bersedia memeluk Islam, maka Nabi Muhammad SAW perintahkan sahabat Wabr bin Yuhanas Al- Khuza’I Al- Anshory agar pergi ke Sana’a, Yaman sebagai guru, pelindung dan mengajak penduduk Yaman kepada Iman dan Islam.
At- Thobroni dalam kitabnya Al- Mu’jam Al- Awsath meriwayatkan: Wabr bin Yuhanas Al Khuzai berkata: “Nabi memerintahkan aku untuk membuat mesjid dengan arah Qiblat bertepatan dengan puncak gunung Deyn” (di distrik Umron, Yaman sekarang).
 
Imam Ar- Rozy menceriterakan dalam kitabnya: “Sejarah Son’a” bahwa Nabi bersabda kepada Wabr bin Yuhanas Al- Anshory: “Sekiranya mereka patuh, suruhlah agar mereka mendirikan Solat dan kemudian bangunlah masjid di Taman Bathan di mana ada seketul batu di Gamdan dan kiblatnya ialah menghadap betul-betul lurus kearah Bukit Deyn”.
Berikut ini penemuan terbaru yang sangat mengejutkan :

Prof Lawrence E Yoseph : SUNGGUH KITA BERHUTANG BESAR KEPADA ORANG ISLAM
                              


Encyclopedia Americana menulis : "...Sekiranya orang2 Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yg berpusat di Hajar Aswad, tdk lg memencarkan gelombang elektromagnetik.

Menurut hasil penelitian dari 15 Universitas : menunjukkan Hajar Aswad adalah batu meteor yang mempunyai kadar logam yang sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yg ada. Beberapa astronot yg mengangkasa melihat suatu sinar yg teramat terang mememancar dari bumi, dan setetlah diteliti ternyata bersumber dari Bait Allah atau Ka'bah.
Mungkin di antara Saudara-saudara berkata: Anda telah mengisyaratkan dalam sebagian pembagian ilmu-ilmu, sehinggamuncul seperti: At-Tiryaqul Akbar. Pada bagian lain ada Al-Miskul Adzfar, Al-Kibritul Ahmar dan yang lainnya dan berbagai untaian yang indah. Semua ini merupakan metafora tekstual yang mengandung berbagai rumus dan Isyarat rahasia.

Maka ketahuilah, bahwa upaya telaah dan pemberian nama itu hanya bisa digapai oleh mereka yang benar-benar memiliki ketekunan. Kalimat seperti tha’ mim sin di baliknya ada kandungan rumus dan isyarat rahasia, yang bisa dikuak oleh orang yang telah menemukan asas perimbangan dan rangkaian antara Alam Mulki (kerajaan langit) dan Alam Syahadah (alam nyata), dan antara Alam Ghaib dengan Alam Malakut. Sebab, tidak satu pun yang ada di dalam Alam Mulki dan Syahadah, melainkan ada metafora bagi persoalan ruhani dari Alam Malakut, seakan-akan ia berada dalam spirit dan maknanya. Tetapi ia, bukanlah ia dalam gambaran dan bandingannya. Sedangkan metafor jasmani dan Alam Syahadah berkelindan pada makna ruhani dari alam tersebut. Oleh sebab itu, dunia ini sebagai hak manusia merupakan manzilah (tempat) dan berbagai manzilah jalan menuju kepada Allah swt.

Sebagaimana adanya kemustahilan menuju pada intisari, kecuali melalui kulitnya, begitu pula mustahil mencapai Alam Arwah kecuali mampu menangkap metafor Alam Jasmani. Perimbangan ini tidak akan dikenal kecuali melalui metafora. Karena itu Anda lihat, orang yang tidur, ketika terbuka tabir mimpi yang benar (ru‘ya as-shahihah), yang merupakan bagian dari empat puluh enam bagian dari Kenabian. Bagaimana bisa terbuka dengan berbagai metafor khayalan di sana.

Maka dari itu, siapa pun yang mengajarkan hikmah kepada orang yang bukan ahlinya, ia seperti mimpi menggantungkan permata pada binatang babi. Bahkan sebagian ada yang bermimpi, seakan-akan di tangannya ada cincin untuk mengunci farji (alat kelamin) para wanita dan mulut para lelaki, sebagaimana Ibnu Sirin mengatakan kepadanya, “Kamu ini laki-laki yang mendengar adzan sebelum subuh di bulan Ramadhan.” Laki-laki itu berkata, “Benar!”

Yang lain bermimpi, seakan-akan menumpahkan minyak ke dalam zaitun. Ibnu Sirin berkata kepadanya, “Jika Anda punya seorang Jariyah, maka ia adalah Ibu Anda sendiri. Ia telah dikecam dan dijual, dan Andalah pembelinya, sementara Anda sendiri tidak tahu. Demikianlah gambarannya.”

Sedangkan penguncian mulut dan farji dengan cincin secara bersamaan dengan adzan sebelum subuh dalam konteks ruh cincin, artinya pelarangan, walaupun berbeda dengan bentuknya. Maka analogikan apa yang telah saya sebutkan tadi, dengan hal-hal yang belum saya sebut.

Ketauhilah, sebenarnya AI-Qur’an dan Al-Hadis itu mengandung banyak hal yang sejenis dengan uraian di atas. Lihatlah sabda Rasulullah Saw:
“Hati seorang Mukmin ada di antara dua jemari dan jari-jemari Yang Maha Rahman.”

Maka, spirit atau ruh dari jari-jemari itu sebenarnya merupakan kekuasaan dalam membalik secara cepat. Hati seorang Mukmin sebenarnya ada di antara genggaman Al-Malak (alam ruhani) dan genggaman setan. Yang satu berupaya membujuknya, dan yang satunya selalu memberi petunjuk kepadanya. Allah membolik-balik lewat keduanya, dan membolik-balik hati para hamba seperti Anda membalik sesuatu yang ada di jari-jemari Anda.

Maka, renungkan bagaimana kaitan dua kekuatan yang ditundukkan Allah dengan dua jemari Anda dalam spirit dua jemari-Nya, namun kedua-duanya berbeda dalam proyeksi.

Dalam hadis lain Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt. menciptakan Adam menurut hentuknya.”

Serta sejumlah ayat dan hadis yang membingungkan orang-orang yang bodoh, karena adanya tasybih (penyerupaan).

Bagi orang yang cerdas cukuplah dengan satu contoh saja. Sementara orang yang tolol, semakin banyak contoh, semakin membuat dirinya bingung. Selagi Anda mengetahui makna jemari, Anda sangat mungkin memahami makna qalam, tangan, arah kanan, wajah dan bentuk. Semuanya diserap sebagai refleksi ruhani, bukan fisikal.

Anda akan tahu bahwa ruh dan hakikat qalam yang harus dinyatakan wujudnya manakala harus menyebut batasan qalam, adalah alat untuk menulis. Apabila dalam wujud ada sesuatu yang bisa menggores, maka dataran hati pun akan terukir oleh ilmu. Dan itulah yang dimaksudkan dengan qalam. Allah memberikan ilmu-Nya melalui Al-Qalam. Allah mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Al-Qalam di sini bersifat rohani, dan karenanya ditemukan ruh dan hakikat qalam. Ia tidak dibutuhkan kecuali oleh yang membalik dan membentuknya. Kenyataan al-qalam yang dibuat dari kayu itu bukanlah hakikat qalam. Karena itu, tidak pernah dijumpai kriterianya secara hakiki. Padahal segala sesuatu ada batas dan esensi, yang merupakan ruhnya.

Apabila Anda mendapatkan petunjuk dalam Alam Arwah, maka Anda akan memiliki sifat ruhani. Anda dibukakan pintu-pintu Alam Malakut. Anda dipersilahkan untuk berkinasihan di hadirat Rabb Yang Luhur, dan mereka benar-benar menjadi teman yang sebaik-baiknya.

Isyarat-isyarat sejenis ini, dalam A1-Qur’an tidak jauh. Apabila Anda tidak kuat membawa beban yang datang lewat telinga Anda, perihal kajian ini — sepanjang penafsiran tidak disandarkan kepada sahabat Nabi saw. — atau taklid telah melingkupi Anda, maka perhatikan penafsiran firman Allah Swt. ini:
“Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurul ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (puIa) buihnya seperti buih arus itu.” (Q.s. Ar-Ra’ad: 17).

Perhatikan, bagaimana Allah membuat metafor ilmu lewat air, dan metafor hati dengan lembah, serta metafor kesesatan melalui buih. Kemudian Allah mengingatkan Anda pada ayat berikutnya: “Demikian Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.” (Q.s. Ar-Ra’ad: 17).

Penafsiran ini terasa cukup bagi kemampuan Anda.

Secara global, bahwa apa yang serupa dalam pemahaman Anda, maka Al-Qur’an yang berkaitan dengan pemahaman itu dalam satu cakrawala, manakala Anda dalam keadaan tidur, Anda mengenal ruh Anda, di Lauhul Mahfuzh, agar ada perumpamaan dengan perumpamaan yang relevan dengan kebutuhan yang direfleksikan. Perlu diketahui, ta’wil sendiri beriringan dengan ta’bir. Karena itulah telah kami katakan, bahwa seorang mufasir itu selalu berlingkar pada kulitnya belaka. Sebab, tidak seorang pun yang menafsiri makna cincin, farji dan mulut, yang makna sebenarnya adalah adzan sebelum subuh.( sumber. www.
sufinews.com )
KHIDIR THE VERDANT ONE (Seorang yang Hijau)

“Ia dinamakan Khidir tidak lain karena, jika ia duduk di farwah(permukaan tanah, rumput kering), maka tiba-tiba tanah di bawahnya itu menumbuhkan tanaman yang MENGHIJAU.” (Abu Hurairah)

• Pengertian Hijau:
Mewakili kebenaran, kekuatan, subur-berkembang, alam, pengetahuan, kehidupan, umur panjang, kebangkitan, warna surga, emerald, jubah keagungan Muhammad Saw dan Al-ISLAM.

“Three things of this world delight the heart: water, green things, and a beautiful face.” (Hadis)

GENEOLOGI

• Nabi Khidhir adalah Balya bin Malkan bin Qali’ bin Syalikh bin Abir bin Arfakh-syadz bin Sam bin Nuh as. (Wahb bin Munabbih, Ibnu Kathir, al-Alusi, Imam Nawawi dan Ibnu Qutaybah)

• Khidir as adalah rekan seperjuangan Nabi Ibrahim as saat berdakwah kepada Namrud di Babilonia. Saat Nabi Ibrahim berhijrah meninggalkan Babilonia, Nabi Khidir as pun ikut serta bersama Nabi Ibrahim as dan keluarganya. Khidir as juga sempat menjadi penasihat dan pendamping Zulqarnain as. (Imam At-Tabari)

Dari berbagai pendapat soal geneologi Khidir as, yang paling kuat dan mayoritas adalah, beliau keturunan Nuh as, hidup sezaman dengan Dzulqarnain as dan Ibrahim as, pada era Mesopotamia kuno. 

Pendapat kuat ini melemahkan tesis yang menyatakan Khidir keturunan Harun as dari nasab Ishaq as. Sekaligus menggugurkan tesis bahwa Alexander The Great adalah Dzulqarnanin as. Tesis Alexander sebagai Dzulqarnain as dan Khidir as keturunan Harun as, sangat lemah dan kontradiksi, sarat distorsi dan konspirasi.

Al-Fakhrurrazi rah.a dalam tafsirnya berkata: “Dzulqarnain adalah seorang Nabi, sedangkan Iskandar(Alexander) adalah seorang musyrik. Gurunya adalah Aristoteles, dan Iskandar memerintah (negerinya) dengan perintah Aristoteles, yang tidak diragukan lagi merupakan penyembah berhala.”

KHIDIR MASIH HIDUP

Jumhur Ulama berpendapat bahwa dia (Sayyidina Khidhir as) hayyun maujudun baina adzharina (hidup dan wujud di kalangan kita, yakni di masa kita ini) dan pendapat ini telah disepakati oleh para ahlu tasawuf dan ahlush sholah wal ma’rifah (orang-orang ahli kebajikan dan ma’rifah).

Cerita-cerita mereka mengenai melihat dan bertemu dengan baginda dan mengambil pengajaran serta bertanya-jawab dengan baginda, dan kehadiran baginda di tempat-tempat yang mulia dan tempat-tempat kebajikan adalah terlalu banyak untuk dihitung, dan terlalu masyhur jika ditutup. (Imam an-Nawawi dalam Syarah Muslim juz 15, halaman 135-136, Bab min Fadhail al-Khidhir)


"Dia (Khidir as) hidup menurut jumhur ulama dan orang-orang shaleh, dan orang awam adalah beserta mereka dalam pegangan ini". Beliau mengomentari sebagian Ahli Hadis yang menyatakan Khidir as telah Wafat: " Adalah suatu pandangan yang ganjil dari sebagian muhadditsin yang mengingkari hal ini.” (Abu 'Umar bin Ash sholeh, Syarah Muslim juz 15, halaman 135-136, Bab min Fadhail al-Khidhir)

Pendapat Khidir as masih hidup beserta jasad dan rohnya, telah disepakati oleh mayoritas ulama ahlu sunnah, para wali, ahli ma’rifat, ahli tasawuf, dan orang-orang shaleh yang mengikuti pendapat mereka. Hanya sebagian “kalangan sensasionis” saja yang coba melemahkan ijma’ ulama tentang masih hidupnya Khidir as. Persoalan ini sama hal dengan perseteruan persepsi antara Mujasimmah dan Ahlu tassawuf, dimana hujjah terkuat dan mayoritas diunggulkan oleh ahlu tasawuf. Dimana Allah Swt tidak bertempat lebih masuk akal dibanding Allah Swt bertempat.

ROOT OF THE GREENMAN MYTHS

Mitos tentang MANUSIA HIJAU ialah legenda tertua yang pernah ada. Hampir ada diseluruh peradaban dunia. Sejak versi kuno Mesopotamia, hingga versi millenium fantasi.

Di karya-karya fiksi, baik novel maupun film, biasanya sering kita lihat sosok manusia pohon berwarna hijau. Sebut saja, The Eye Of The World, Lord of The Ring, Narnia, Pan’s Of Labyrinth dll.

Manusia Hijau dikenal sebagai sosok yang ghaib, pelindung, sekaligus pembimping para pejuang kebenaran. Dia sering di lukiskan berkarakter bijak dan berumur panjang. Di eropa khususnya, dia disebut The Wizard of the Wood, Greenman, Greenies atau Greencoaties.

Legenda dunia mengaitkan sosok hijau ini dengan banyak kisah, nama, dan sifat:

• Humbaba (Huwawa)
• Osiris
• GreenMan
• Mímir
• Dewa Pan
• Saint George
• The Green Knight (Bercilak)
• Robinhood
• Someshta
• Treebeard
• Tom Bombardil
• Peter Pan
• Swampthing
(Penjelasan lengkapnya:http://djsknight.multiply.com/journal/item/73/KHIDIR_as_The_Root_Of_The_GreenMan_Myths)

Dari keseluruhan personafikasi sosok Hijau yang pernah hadir di setiap peradaban dan karya fiksional, secara garis besar, dapat ditarik kesimpulan sifat dan karakteristik mereka:

• Berumur Panjang

• Simbol Kebijaksanaan

• Pembimbing/Penasihat/Pelindung mereka yang berada diatas jalan kebenaran

Namun, dari semua legenda sosok hijau diatas, dewa Mimir dan Odin lah yang paling mendekati kisah Khidir as dan Dajjal. Legendanya sangat jelas mengalegorikan kisah Khidir as sesuai versi islam.

Legenda Mimir memiliki kecocokan nama, sifat, julukan, serta karakter kisah dengan Khidir as:

1. Nama: HoddMimir, Hill-Mimir

2. Julukan: Seorang yang hijau, Sang penasihat, Harta karun yang terpendam, Penguasa hutan.

3. Sifat: Yang tersembunyi dan Hidup.

4. Karakter Kisah: Penjaga sumber air kehidupan, sosok yang dikhususkan, dan terpenggal kepalanya(Dalam sbuah riwayat, Dajjal akan memenggal kepala Khidir as, di akhir zaman).

FOUNTAIN OF YOUTH (Ainul Hayat)

Penggalan kisah dari Ats-Tsa’labi rah.a, ahli tafsir bermazhab Syafi’iyah:

Dalam sebuah riwayat, Zulqarnain dan Khidir bersama rombongan prajuritnya pernah pergi mencari telaga air kehidupan(Ainul Hayat/Fountain of Youth), ketika mereka tiba di tujuan, Allah member wahyu melalui malaikat Rafa’il bahwasanya air kehidupan itu dikhususkan untuk Khidir. Lalu Nabi Khidir pun meminumnya, dari situlah awal kisah takdir Allah atas usia panjang kehidupan Khidir a.s.

Kisah diatas juga banyak dimuat di berbagai kitab tafsir karangan ulama-ulama Ahlusunnah:

• Kitab Baidai’iz: Syeikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas .
• Kitab Nuzhatul Majalis: Syeikh Abdul Rohman Ash-Shafuri.

Di dunia ini, satu-satunya lokasi bersejarah dimana telaga air kehidupan itu -kabarnya- ditemukan adalah Fountain Of Youth, yang berada di Miami Florida(sebagian menduga di Bahama), dekat segitiga Bermuda. Ditemukan kembali pada abad ke-16 M, oleh Dinasti Utsmaniah(Ottoman), sezaman dengan era pertempuran Mohacs, versus dinasti Habsburg. Catatan sejarah eropa mengklaim Juan Ponce de Leon sebagai penemunya, klaim ini menjadi kontroversi dikalangan pemerhati sejarah. Ilustrasi Fountain Of Youth digambarkan dalam game Age Of Empire.

Namun, keberadaan lokasi Fontain Of Youth sesungguhnya pun masih patut dipertanyakan. Menimbang dilokasi yang diklaim Juan Ponce de Leon tersebut, telah menjadi taman kunjungan wisata. Tidak ada yang tahu pasti dibagian mananya florida, yang jelas keterangan hadis hanya menyebutkan "ainul hayat" terletak di dalam bumi. Wallahu a'lam.

REKAYASA ORDO NAGA

Yang menarik dari keseragaman mithologi tersebut, ternyata tersirat teka-teki dan petunjuk keberadaan siapa penggagasnya, ada ciri sifat dan karakter kuat yang selalu serupa. Karakter dan sifat yang memang sudah di peringati Rasulullah Saw dan telah dipahami ummat islam sebagai suatu ciri.

Semua kesesuaian itu mengacu pada Dajjal si pendusta bermata satu. Simbol kebijaksanan palsu yang disisipkan pada legenda Greenman, dan karakter mata satu pun selalu ada menemaninya. Kadang keduanya dikarang sebagai teman, dan di versi lain di karang sebagai musuh. Seperti Mimir dan Odin, Peter Pan dan Kapten Hook.

Dari pernyataan pemerhati dan asal usul legenda Manusia Hijau, dapat di tarik 2 kesimpulan:

1. Bahwa, Legenda tersebut berakar dari kisah Khidir as yang disampaikan oleh para rasul dan Nabi. Kisahnya merambat melintasi bentang sejarah dan peradaban dimana para nabi di utus.

2. Khidir berkelana mengunjungi manusia-manusia pilihan Allah yang ada di seluruh dunia.

Lalu terjadi distorsi, rekayasa makar Persaudaraan Babilonian(Draconian Brotherhood), yang menginspirasi imajinasi masyrakat pagan kuno, lalu berkembang, simpang siur, ngawur sampai sekarang.

Sejatinya, tujuan di utusnya para nabi dan pengikutnya, juga kehadiran Khidir as disetiap zaman, adalah dalam rangka meluruskan aqidah manusia yang telah dibelokan dan diplintir sedemikian rupa oleh Secret societies. Misi kerasulan dan kehadiran Khidir as terus berlanjut seiring upaya penyesatan Dajjal dan organisasi gelapnya yang juga terus bergerak.

Selalu beriringan, namun saling kontradiksi misi dan tujuan, trus seperti itu keadaannya, hingga tiba saatnya kebenaran akan diungkap dan dipersaksikan oleh Khidir sendiri diakhir zaman.

POLARITAS KHIDIR DAN DAJJAL

The eye of the world (saksi zaman) :

• Keduanya adalah saksi Zaman, saksi atas kebenaran dan kebathilan.
Bedanya Khidir melihat dengan Bashirah, Dajjal melihat dengan “sebelah mata”

The Eternal wanderer (Pengembara yang ditangguhkan) :

• Khidir dan Dajjal keduanya sama-sama ditangguhkan/berumur panjang
• Keduanya telah lama mengembara dan mengunjungi setiap peradaban

The Concellor (Pendamping) :

• Khidir pendamping para Nabi, Waliyullah, dan mukmin yang shaleh
• Dajjal pendamping Iblis, reptilian, ahli sihir, dan Illuminatus.

The Green :

• Emanasi malaikat, surga, bashirah Khidir.
• Reptilian, dunia/uang 1 dollar, mata Dajjal(hadis).

Dari zaman ke zaman Dajjal, berusaha mereduksi dan mendistorsikan sifat, karakter dan kisah esensial kehijauan Khidir as. Hingga puncak dusta-dusta dajjal akan di tampakan di akhir zaman secara simbolik. Hal ini telah tercatat dalam prediksi nubuwwah.

Untuk lebih jelas memahami polaritas dan hal simbolik ini, silahkan klik link:http://salafiaqeedah.blogspot.com/2011/01/green-turban.html

• Green Turban: Jubah dan sorban ahlusunnah
• Green Shawl: “Ghutrah” atau Selendang dan kerudung khas arab, syal Palestin, dan rabi yahudi/Necromancer

Mendiami Florida-Bermuda :

• Keduanya sama-sama tinggal di wilayah florida segi tiga Bermuda, bedanya Dajjal tinggal di kedalaman laut Bermuda(Muhammad Isa Dawud), sementara Khidir bertahta di suatu tempat di dalam bumi, mendiami "Ainul Hayat/Fontain of Youth"(Imam At-Tabhari).

EMERGENCE OF THE TRUE VERDANT ONE (The Final Batlle)

Pertemuan dan persaksian:

Disebutkan dalam beberapa riwayat tentang pertemuan Khidir as dan Dajjal di Akhir Zaman. Pada pertemuan itu kemungkinan terbesar ialah, Khidir as akan mengungkap seluruh fitnah dan kebohongan Dajjal sepanjang masa, dia akan bersaksi dan meyakinkan ummat manusia, “inilah Dajjal yang sesungguhnya”, “beginilah kebohongannya”.

Kematian sang syuhada :

Setelah Khidir as bersaksi dihadapan Ummat manusia, dimuka Dajjal. Lalu Dajjal memenggal kepalanya untuk memamerkan “kekuatan” sekaligus demi merapuhkan keyakinan ummat islam atas persaksiaan Khidir as tersebut. Setelah Khidir as terpenggal dan tercincang, lalu dengan keahlian sihir nekromansi dan sihir idris/enochianmagic yang dikuasai Dajjal, ia menghidupkan dan membangkitkan kembali Khidir as. Dan Khidir as kembali menentang dan bersaksi atas kedustaan Dajjal, khidir berkata: "Wahai skalian manusia, dia tidak akan melakukan hal seperti ini terhadap seseorang pun setelahku".

Lantas Dajjal berusaha memenggal Khidir as untuk kedua kalinya, namun atas Izin Allah Dajjal tidak sanggup membunuhnya dengan cara itu, sehingga Dajjal melemparnya. Di hadis di jelaskan, orang-orang yang menyaksikan kejadian itu mengira dia dilemparkan ke neraka, dan rasulullah pun segera menegaskan: "padahal ia dilemparkan kesurganya Allah Swt. Derajatnya mulia, dan ia adalah syuhada yang paling agung di sisi Allah Azza Wa Jala" Setelah kejadian tersebut, barulah sebagian ummat semakin yakin dan segera berbaiat kepada Al-Mahdi as


"Pria ini adalah orang yang derajatnya paling dekat denganku, sekaligus syuhada yang paling agung di mata tuhan semesta alam."

"Ajal Khidir ditunda sampai ia mengingkari Dajjal"

Dua kutipan hadis diatas dari riwayat Abu sa'id al Khudri rah.a, Daraquthni rah.a, juga tertera pada Shahih, mutawatir dan Masyhur Hadis. Ibnu Hajjar rah.a mengomentari hadis diatas, beliau mengatakan pria yang di bunuh dan di hidupkan kembali itu adalah Khidir as.

GAMBAR THREAD MEWAKILI 6 WACANA:

1. KHIDIR DAN DAJJAL :
• Pembimbing Waliyullah, ahlu sholah wal ma’rifat, ahlu sunnah dan ahlu tassawuf.
• Pembimbing ahli sihir, necromancer, Alkhemis, Enochian.

2. REDUKSI DAN DISTORSI:
Mitologi manusia hijau, upaya mengikis keyakinan atas Kisah, nama, Sifat, hakikat dan hikmah Khidir as.

3. GREEN TURBAN VS GREEN SHAWL:
Metafora umum Ahli Tassawuf dan Anti Tassawuf
http://salafiaqeedah.blogspot.com/2011/01/green-turban.html

http://palangiran.blogspot.com/2011/11/sorban-adalah-pakaian-orang-islam.html


4. KONTROVERSI HUJJAH KHIDIR TELAH WAFAT:
Fitnah dan siyasah Dajjal di tubuh islam pengklaim paling ahlusunnah dan paling anti bid'ah-kurafah.

5. PERTEMUAN DUA LEGENDA HIJAU(Dajjal VS Khidir):
Kontroversi persaksian dan kematian Khidir(pemuda shaleh) ditangan dajjal.

6. BABAK AKHIR PERANG ENERGI:
Karomah Khidir dan para wali versus Sihir Dajjal, Enochian dan necromancer.

Total Tayangan Laman

Dzikir Asma'ul Husna

Produk-Produk yg menghina Islam

Misteri Nabi Khidir AS

INFO - INFO

Menyambut Kedatangan Imam Mahdi

Job & Career

Popular Posts