Masya Allah, bukti-bukti kedatangan Al Mahdi, Dajjal dan Isa Al Masih telah nampak di Arab Saudi, untuk lebih jelasnya silahkan simak videonya
-
3:46 PM
-
Unknown
-
akhir zaman
,
Dajjal
,
imam Mahdi
,
Isa Al Masih
,
Nubuat Akhir Zaman
,
tanda-tanda akhir zaman
,
video
-
No comments
Masya Allah, bukti-bukti kedatangan Al Mahdi, Dajjal dan Isa Al Masih telah nampak di Arab Saudi, untuk lebih jelasnya silahkan simak videonya
-
7:47 PM
-
Unknown
-
dzikir
,
Fadhilah
,
Kajian
,
sunnah Nabi
-
No comments
Rasulullah sudah memberikan informasinya melalui
hadits-hadits shahih, para ulama kemudian mengajarkannya hingga sampai kepada
kita. Beberapa amalan sebelum tidur menurut rasulullah yang bisa dilakukan oleh
kita antara lain:
1. Sebelum tidur Biasakan Berwudhu
Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana
hadits: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah
berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR.
Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)
2. Mengambil Posisi Berbaring Yang Tepat Hindari Tidur
Tengkurap
Rasulullah menjelaskan posisi tidur yang tepat,
“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan
Muslim no. 2710). Dalam riwayat lain, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu
Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No.
2350)
Rasulullah telah melarang tidur tengkurap. Sebagaimana
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi
tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang
shohih)
3. Bersihkan Terlebih Dahulu Tempat Pembaringan Kita
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila
seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengibaskan
kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang
ada di atasnya…”. Pada hadist lain disebutkan kibasannya tiga kali (HR. Bukhari
dan Muslim).
4. Tidur Sesegera Mungkin Setelah Isya
Tentunya apabila setelah isya ada hal bermanfaat yang
dibolehkan menurut syariat, boleh tetap menunda tidur agak malam. Akan tetapi
ada hadist yang menyatakan bahwa “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi
wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang
(yang tidak bermanfaat) setelahnya.” [Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan
Muslim No. 647 (235)]
Hikmahnya tentu saja akan memudahkan kita bangun untuk
qiyamul lail dengan izin Allah. Ketika kita tidur terlalu larut, maka akan
membuat kita berat melakukan amal ketaatan ketika disepertiga malam akhir.
5. Membaca Dzikir Dzikir Sebelum Tidur
Ada banyak dzikir yang bisa diamalkan oleh seseorang sebelum
berangkat tidur, salah satunya dzikir berikut:
اَللَّهُمَّ
أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ
أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيَ
إِلَيْكَ،
وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً
وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ
وَلاَ مَنْجَا
مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ
بِكِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ
الَّذِيْ أَرْسَلْتَ
Allahumma aslamtu nafsii ilaik, wa fawwadh-tu amrii ilaik,
wa wajjahtu wajhiya ilaik, wa alja’tu zhohrii ilaik, rogh-batan wa rohbatan
ilaik, laa malja-a wa laa manjaa minka illa ilaik. Aamantu bikitaabikalladzi
anzalta wa bi nabiyyikalladzi arsalta.
Terjemahnya kurang lebih, “Ya Allah, aku menyerahkan diriku
kepadaMu, aku menyerahkan urusanku kepadaMu, aku menghadapkan wajahku kepadaMu,
aku menyandarkan punggungku kepadaMu, karena senang (mendapatkan rahmatMu) dan
takut pada (siksaanMu, bila melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan
dan penyelamatan dari (ancaman)Mu, kecuali kepadaMu. Aku beriman pada kitab
yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) NabiMu yang telah Engkau utus.”
Apabila Engkau meninggal dunia (di waktu tidur), maka kamu akan meninggal dunia
dengan memegang fitrah (agama Islam)”.
Faedahnya jelas, yaitu: Jika seseorang membaca dzikir di
atas ketika hendak tidur lalu ia mati, maka ia mati di atas fithrah (mati di
atas Islam). (HR. Al-Bukhari no. 6313 dan Muslim no. 2710.)
Bacaan dzikir lainnya yang bagus diamalkan sebelum tidur
yaitu:
Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas. Caranya, baca
surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas satu kali lalu ditiupkan ke telapak
tangan. Pergunakan telapak tangan tersebut guna mengusap seluruh tubuh dari
wajah, tangan, kaki sampai area area yang bisa dijangkau. Selepas mengusap,
baca lagi surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas lalu usapkan hingga total 3 x.
(HR. Al-Bukhari no. 5017 dan Muslim no. 2192, Malik dalam al-Muwaththa’, Abu Dawud
no. 3902, at-Tirmidzi no. 3402, Ibnu Majah no. 3529, dan an-Nasa-i dalam
‘Amalul Yaum wal Lailah no. 793).
Membaca Ayat Kursi alias Quran Surat Al Baqarah 255 sebanyak
satu kali. (HR. Al-Bukhari no. 2311/ Fat-hul Baari V/487).
Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh,berdasarkan sabda
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “Barangsiapa membaca dua ayat tersebut
pada malam hari, maka dua ayat tersebut telah mencukupkan-nya.” (HR. Bukhari
dan Muslim).
Surat Al Kafirun,berdasarkan sebuah hadits yang mengisahkan
bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan sahabat Naufal untuk
membaca surat Al Kafirun sebelum tidur (HR Abu Dawud, Ahmad, dan At Tirmidzi).
Surat Al Mulk dan As Sajdah, hal ini berdasarkan penjelasan
sahabat Jabir bin Abdillah, beliau berkata, “Tidaklah Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam tidur sampai beliau membaca alif lam mim tanzilus sajdah
(surat As Sajdah) dan Tabarokalladzi biyadihil mulk (surat Al Mulk)” (HR
Bukhari).
6. Shalat witir Jika Khawatir Tak Bisa Bangun Malam
Jika khawatir tidak bisa qiyamul lail / bangun malam, di
sunnahkan pula shalat witir terlebih dulu sebelum tidur. Dalilnya dari Abu
Hurairah berkata,
أَوْصَانِى
خَلِيلِى – صلى الله عليه
وسلم – بِثَلاَثٍ صِيَامِ ثَلاَثَةِ
أَيَّامٍ
مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ،
وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى ، وَأَنْ
أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ
“Kekasihku yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
mewasiatkan kepadaku tiga wasiat: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2)
mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha, (3) mengerjakan witir sebelum tidur.” (HR.
Bukhari no. 1981)
7.Bacalah doa Sebelum tidur yang shahih dari Rasulullah
Satu hal yang paling utama, Baca doa sebelum tidur. Yang
shahih ialah “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa“. Dalilnya, dari Hudzaifah, ia
berkata,
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه
وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ
يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ
اللَّهُمَّ
أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ
مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ
الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا
، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
»
“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur,
beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah
aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan:
“Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji
bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya
lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324)
Itulah beberapa amalan sebelum tidur menurut Islam sesuai
sunnah Rasulullah. Sebenarnya ada banyak lagi amalan amalan yang bisa dirujuk
ke kitab kitab ulama. Salah satu yang tak kalah penting misalnya dengan
memperbanyak istighfar serta muhasabah diri. Kita tak pernah tahu bisa jadi itu
tidur terakhir kita, kita butuh banyak ampunan dari Allah sebagai bekal
mengadap-Nya.
- See more at:
http://www.arrahmah.com/kajian-islam/amalan-sebelum-tidur-sesuai-sunnah-rasulullah.html#sthash.Sz8qRRdI.dpuf
-
8:14 AM
-
Unknown
-
akhir zaman
,
Hikmah
,
Nubuat Akhir Zaman
,
tanda-tanda akhir zaman
-
No comments
Kata bahaya dalam judul tidak pakai tanda kutip, karena memang jelas dan bisa dipastikan untuk mendapatkan perhatian serius. Bahwa ada pendidikan moral yang keliru dan salah kaprah, bahkan bisa tertanam dimindset bernuansa negatif untuk para penggemarnya. Mungkin bagi tingkatan orangtua yang menonton, bisa melihat serta menilai dari berbagai sudut pandang sosial, tapi akan lain lagi bila untuk para ABG yang masih labil!
Berawal dari kesukaan anak perempuan saya ( fans film India), setiap pulang sekolah langsung stand by selama 2,5 jam (senin-jumat) dan 3 jam (sabtu-minggu). Bayangkan penayangan yang begitu lamanya, setiap hari tanpa ada jeda waktu yang terlewati. Sehingga saya penasaran, seperti apakah film tersebut? dan akhirnya saya turut mendampingi beberapa episode, dan kalau tidak nonton maka anak menceritakan seperti apa jalan ceritanya.
Dan atas apa yang saya saksikan, sungguh sebuah tayangan yang miris. Berikut sedikit kesimpulannya:
1. Pada awal tayang, menceritakan kisah tentang anak mungil dari kampung (icha kecil) dengan berbagai alur ceritanya. Mungkin bisa dibilang itu pas untuk ditonton anak di saat pulang sekolah. Bahkan Icha kecil mempunyai impian ingin menjadi orang besar, tapi tiba-tiba jalan cerita begitu mudah dibalikkan menjadi kisah tentang Icha dewasa. lalu apa sisi negatifnya? Jika dilihat kelanjutannya, Icha hanya penuh kerumitan tentang cinta segitiganya. Lalu impiannya hanya dianggap angin lalu, yang mana dampaknya : penonton tingkat anak/ remaja yang labil, bisa saja “mengikuti” bagaimana tokoh utama yang begitu mudah melepas masa depan hanya demi keinginan semu.
2. Icha kecil merupakan gadis penurut dan pintar, tapi di saat dewasa menjadi gadis yang “ditokohkan” alim tapi keras kepala. Ibunya yang begitu baik seringkali ditentang dan dibantah, dan ayah angkatnya yang begitu bijaksana pun sering kali tak dianggap (bahkan dibohongi dari belakang dalam kisah pernikahan palsunya). Terlepas dari apapun tujuan dan maksud seorang anak, tetap saja orangtua ingin yang terbaik bagi masa depannya. Selain itu, sebuah kesalahan (dosa besar) bila menentang orangtua yang membesarkan dengan susah payah, lalu hanya demi cinta, keluarga dilawan! Bahkan, ibunya beberapa kali harus tunduk atas “permintaan bodoh” anaknya, jika tidak dituruti memberikan ancaman akan kabur. Dampaknya: penonton anak/remaja bisa saja mengikuti cara seperti itu, karena dianggap cara bagus untuk mewujudkan hasrat/keinginan.
3. Tokoh Tapasya ( anak dari bapak angkatnya), merencanakan pembunuhan untuk Icha dengan memanfaatkan mantan pacarnya. Bayangkan saja, demi perasaan yang berlebihan sehingga menghalakan segala cara walau harus menghilangkan nyawa saudara angkatnya? Sebuah peringatan keras atas apa yang ditayangkan film serial tersebut. Dampaknya: bisa saja anak/remaja yang menonton mempunyai tanggapan, bahwa membunuh merupakan cara terbaik menyelesaikan dendam/ cemburu/ sakit hati/ atau hal negatif lainnya.
4. Tokoh Icha yang begitu menyayangi saudarinya Tapasya (walau bertepuk sebelah tangan), begitu mudah menurut dan patuh, dijodohkan dengan pemabuk manggut-manggut saja walau ibunya menentang (tapi gagal), lalu detik-detik akan dinikahkan dengan pria idamannya, malah mau juga digantikan oleh Tapasya padahal ibunya memohon bertekuk lutut jangan dilakukan. Kemudian yang terbaru dijodohkan dengan pecandu narkoba juga mau, padahal ibunya bersedih karena tidak setuju (entah apa kelanjutannya). Yang membuat bingung adalah, Icha sebagai gadis baik tapi ibu sendiri (meski seorang pembantu) tidak dihargai dan dihormati sama sekali. Dampaknya: anak/remaja yang menonton bisa saja memikirkan bahwa, toh gadis baik-baik juga membenarkan untuk melawan ibu kandungnya? Bukankah dalam ajaran agama manapun, seorang ibu sangat tinggi kedudukannya!
5. Tokoh Icha kerap kali membohongi dan menutupi segala kejadian dari orangtuanya, padahal yang terkena dampaknya ialah semua keluarga. Yang kita ketahui dalam dunia realita, anak yang benar-benar baik dan alim, senantiasa mengutamakan kejujuran walau sepahit apapun, serta selalu terbuka atas segala masalah kepada kepada orangtua. Dampaknya: anak/remaja yang menonton bisa beranggapan bahwa bohong dan tertutup merupakan sikap yang tepat dalam menjalani kehidupan!
6. Tokoh Tapasya mencoba bunuh diri dengan berusaha memotong urat nadi, karena ada keinginan yang tidak bisa didapatkannya yaitu cinta seorang lelaki, dan tokoh Frans mencoba bunuh diri dengan meloncat dari atas rumah, alasannya pun sama karena khawatir gagal mendapatkan cinta seorang wanita. Dampaknya: Upaya bunuh diri bisa dianggap sebagai solusi jitu menekan orangtua, karena dalam film uttaran memperlihatkan “keberhasilan” dengan cara seperti demikian
7. Film serial Uttaran tidak mendapatkan label khusus 17 tahun ke atas, atau mendapatkan peringatan wajib didampingi orangtua. padahal jika disimak dalam film tersebut, yang namanya label bukan untuk sekedar adegan bersifat seksual semata (sensor dada), tapi tentang prilaku kekerasan (pembunuhan, mabuk-mabukan, narkoba) dan pendidikan moral yang keliru pun harus diperhatikan! Apalagi Uttaran berawal untuk anak-anak kemudian meloncat jadi tayangan film dewasa..
—
Dari apa yang saya sampaikan diatas, maka saya secara pribadi langsung menyuruh anak tidak lagi menonton film tersebut. Kemudian memberikan bimbingan untuk meluruskan apa saja yang salah selama penayangan, sehingga jangan sampai mempengaruhi pola pikirnya! Apalagi namanya anak/remaja mempunyai daya ingat kuat, dalam menyerap apapun yang dilihat serta didengarnya..
Sungguh peran penting orangtua dalam memantau apa yang dilakukan/ dikerjakan anak, haruslah jadi prioritas utama dalam pendidikan di rumah. Karena tayangan televisi serta internet sudah semakin sulit diawasi oleh pihak-pihak terkait, apalagi pihak pengelola siaran mengutamakan bisnis dan rating, tapi sering sekali mengesampingkan efek negatif dari apa yang ditampilkan.
—
Note: Pihak sensor yang paling terbaik untuk anak, bukanlah Menkominfo dan ataupun media. Melainkan kita sebagai orangtua, yang wajib dan ekstra ketat dalam menjaga mata dan telinga anak dari segala sesuatu yang ditontonnya..
Hendrik Riyanto
-
8:12 AM
-
Unknown
-
Herbal
,
keluarga islam
,
Keluarga Sakinah
,
kesehatan
-
No comments
Tidak semua wanita menyukai sayuran yang rasanya pahit
seperti pare atau dikenal dengan nama paria (momordica charantina). Pare sering
dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional di beberapa negara seperti Brazil
dan Meksiko. Akan tetapi, terkadang mungkin anda bertanya-tanya apa yang anda
dapatkan dari sayuran pahit ini ? Maka berikut pembahasannya:
Pare adalah tanaman yang merambat, buahnya menyerupai
mentimun akan tetapi memiliki kulit yang keriput dan rasa yang khas, pahit.
Pare ternyata banyak jenisnya dan tumbuh subur di beberapa negara termasuk
Indonesia. Di dalam pare terdapat kandungan yang ternyata memiliki kemampuan
untuk mencegah beberapa penyakit seperti adanya charantin, vicine juga
kandungan bioaktif lainnya yang menyehatkan untuk tubuh anda. Ternyata tidak
hanya buahnya yang mempunyai khasiat untuk anda, daun pare juga memiliki
kemampuan untuk masalah pencernaan.
Ini Dia Khasiat Sayuran Pare Untuk Anda :
1. Mengusir Diabetes
Adanya antidiabetes di dalam pare dipercaya mampu menekan
resiko diabetes pada tubuh. Selain itu,
kemampuan bioaktif yang terdapat pada biji sayuran pare mampu mencegah
adanya peningkatan gula darah setelah makan.
2. Menangkal Sel
kanker
Wanita rentan terhadap beberapa kanker yang membuat ancaman
bagi dirinya, diantaranya kanker serviks sebagai pembunuh nomor satu disusul
oleh kanker payudara diperingkat selanjutnya. Maka penting untuk anda dalam
menangkal sel kanker tersebut. Pare mempunyai kemampuan untuk menangkal sel
kanker dengan kandungan zat lesichin yang ternyata bermanfaat dalam
meningkatkan kekebalan dan menangkal sel kanker di tubuh anda.
3. Menurunkan Berat
Badan
Pare merupakan sayuran yang direkomendasikan untuk anda yang
ingin menurunkan berat badan atau menjaga kestabilan berat badan anda. Dalam
secangkir pare ternyata memiliki 16 kalori sehingga mampu membuat anda
mengontrol nafsu makan dan membuat anda cepat kenyang. Tidak ada salahnya anda
untuk mengkonsumsi pare di dalam menu makan anda sehingga membantu anda
mendapatkan berat badan ideal.
4. Membersihkan Darah
Sayuran pare juga memiliki kandungan zat yang mampu
membersihkan darah anda. Anda dapat mengkonsumsinya dengan cara di jus sehingga
mendapatkan hasil yang maksimal. Konsumsi rutin pada pagi dan malam hari,
dengan demikian dapat membantu anda dalam membersihkan darah.
5. Memerangi HIV/AIDS
Adanya kandungan protein alpha-momocharin atau MAP 30
ternyata mampu membatasi perkembangan HIV. Pernyataan tersebut didukung
penelitian yang dilakukan pada beberapa pasien yang mengidap AIDS yang
diberikan ekstrak pare dan hasilnya kekebalan tubuh pasien tersebut meningkat.
6. Melancarkan
Pencernaan
Sayuran pare kaya dengan kandungan serat, vitamin C, kalium
dan karoten. Rasa pahit pada sayuran pare ternyata sangat baik untuk membantu
anda dalam mengatasi masalah pencernaan. Anda bisa menambahkan menu makan anda
dengan beberapa olahan pare.
7. Mengatasi Asma
Sebuah studi menyatakan bahwa konsumsi sayuran pare ternyata
merespon indera pengecapan sehingga sel saluran pernapasan ikut aktif dan
menyebabkan saluran pernapasan menjadi luas dan masuknya aliran udara yang
kuat. Ini bagus untuk anda yang menderita asma.
8. Kecantikan
Tidak banyak yang tahu ternyata vitamin c yang dihasilkan
oleh pare dapat membantu anda dalam memelihara kecantikan anda dan ancaman efek
buruk dari sinar ultraviolet juga dapat dicegah dengan mengkonsumsi sayuran
pare.
Selain itu, ternyata sayuran pare juga dapat menurunkan
demam, bisul, disentri amuba, wasir , bronkhitis obat malaria dan penyakit
kuning. Masihkah anda ragu untuk mengkonsumsi sayuran pare, setelah mengetahui
banyak sekali manfaat untuk kesehatan anda?
-
8:09 AM
-
Unknown
-
No comments
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir
menegaskan bahwa kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tidak
boleh masuk kampus, karena hal tersebut tidak sesuai dengan norma-norma yang
ada.
“LGBT ini tidak sesuai dengan tataran nilai dan kesusilaan
bangsa Indonesia. Saya melarang. Indonesia ini tata nilainya menjaga
kesusilaan,” kata Nasir, Ahad (24/1/2015) pagi, sebagaimana dilansir oleh Detik
News.
Komentar Nasir itu datang dalam menanggapi keberadaan
Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) di kampus
Universitas Indonesia (UI) yang menawarkan konseling bagi kelompok LGBT. Dia
menegaskan LGBT tak boleh masuk di kampus-kampus.
“Saya melarang di semua perguruan tinggi di Indonesia yang
berada di bawah Kemenristek Dikti,” tegasnya.
Nasir menjelaskan bahwa dirinya telah menghubungi Rektor UI
ketika keberadaan SGRC di kampus tersebut menjadi perbincangan.
“Ternyata mereka (UI) pun melarang dan menyebut itu enggak
ada izinnya,” ucapnya.
Pihak UI juga telah menegaskan bahwa SGRC yang memberikan
konseling bagi LGBT ini bukan merupakan bagian dari UI. Pusat studi itu tidak
pernah mengajukan izin kepada pihak yang berwenang di UI.
Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti. mengatakan
bahwa UI sudah mengeluarkan pernyataan resmi tentang aktivitas kelompok SGRC.
Dia juga mengatakan bahwa para pengurus SGRC akan dimintai keterangan oleh
pihak rektorat terkait kegiatan mereka yang mengatasnamakan UI dan mencantumkan
lambang makara di logo mereka.
-
6:10 AM
-
Unknown
-
cak nun
,
Kajian
,
ngaji
,
video
-
No comments
-
6:08 AM
-
Unknown
-
Khidir AS
,
kisah teladan
,
Kisah-kisah Islam
,
Nabi
,
video
-
No comments
-
1:17 AM
-
Unknown
-
kesehatan
,
Tips
-
No comments
Dewasa ini komputer bak sebuah gadget yang sudah tak dapat
dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat dunia. Di komputerlah tempat
anda berkomunikasi, bekerja dan melakukan kegiatan lainnya. Namun tahukan anda?
Terlalu banyak menggunakan komputer dapat membuat mata anda mengalami kelelahan
yang akhirnya dapat membuat mata mengalami beberapa gangguan seperti mata
merah, berkedut hingga penglihatan yang mulai kabur. Hal tersebut jika terus
dibiarkan tanpa ada tindakan dan perhatian lebih lanjut, bisa saja mengancam
kesehatan mata anda, anda tentu tidak ingin jika mata anda mengalami kerusakan.
Untuk itu, berikut kami sajikan beberapa cara mengatasinya :
1. Beristirahat
Menatap layar monitor terlalu lama dapat menyebabkan mata
menjadi tegang. Untuk itu, saat mata merasa lelah, ada baiknya jika anda segera
beristirahat meskipun sejenak. Ambilah istirahat kecil, entah berjalan-jalan
kecil atau mengalihkan pandangan anda pada objek lain, agar mata anda tidak
terlalu lelah.
2. Berikanlah Jarak
Dengan Layar Monitor
Menatap layar monitor terlalu dekat tidak hanya berpengaruh
pada kesehatan mata, area punggung dan leher anda pun bisa terganggu karena
pegal dan rasa sakit. Untuk itu,
berikanlah jarak antara tempat duduk anda dengan layar monitor. Buatlah posisi
senyaman mungkin agar anda tidak harus bekerja ekstra dengan menjulurkan leher
pada bagian monitor karena objek pada monitor yang tidak terlihat dengan jelas.
3. Kendurkan Otot
Mata
Setelah seharian berada di depan komputer, mata anda akan
merasa lelah. Untuk itu, kendurkan otot-otot mata dengan cara menggosok-gosokan
kedua telapak tangan yang kemudian akan menghasilkan efek panas, setelah itu
tempatkan jari-jari tangan yang terasa panas pada daerah atas mata. Rasa panas
tubuh tersebut akan membuat otot-otot mata menjadi lebih rileks.
4. Sesuaikan
Kecerahan Layar Komputer Anda
Layar komputer yang terlalu cerah akan membuat mata anda
mudah merasa lelah. Untuk itu, sebaiknya atur kembali kecerahan pada layar
monitor, usahakan untuk tidak terlalu terang, agar mata anda tidak cepat merasa
lelah.
5. Gunakan Kacamata
Anti Silau
Untuk mengatasi kecerahan yang berlebih pada layar monitor
anda. Tidak ada salahnya mencoba cara lain dengan menggunakan kacamata anti
silau. Agar mata anda senantiasa terjaga dari paparan cahaya yang terlalu
kontras.
6. Pijat Mata
Cara lain yang lebih nyaman adalah dengan rutin memijat
bagian mata saat menjelang tidur. Cobalah gerakan memijat bagian kelopak mata
dengan lembut dengan gerakan melingkar selama kurang lebih dua menit. Memijat
adalah salah satu cara untuk mengendurkan otot mata yang tegang.
7. Berkedip
Berkedip adalah salah satu cara paling sederhana untuk
membuat mata anda kembali segar. Saat anda merasa lelah, usahakan untuk
mengedip-ngedipkan mata untuk memulihkan kebugaran mata. Meski sederhana cara
ini banyak dipilih untuk memulihkan kesehatan mata.
8. Rutin Periksakan
Mata
Meski anda tidak berkacamata, tidak ada salahnya untuk
selalu memeriksakan kesehatan mata. Hal tersebut adalah cara terbaik untuk
mendeteksi berbagai penyakit yang berkaitan dengan mata.
Mata adalah salah satu panca indera paling penting. Selain
itu, mata juga adalah jendela dunia. Dengan mata yang sehat, keindahan dan
warna-warni dunia bisa anda lihat. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mata
adalah sebuah keharusan agar mata anda berfungsi dengan dengan baik.
(bidanku/muslimahzone.com)
-
1:14 AM
-
Unknown
-
Kajian
-
No comments
Perbuatan dosa adalah sesuatu yang sudah seharusnya
dihindari oleh setiap Muslim. Namun, ada kalanya manusia sulit untuk menghindar
dari dosa yang sama. Dan jika itu dilakukan, bagaimanakah hukumnya, apakah
Allah ta’ala akan menerima taubatnya?
Berikut pembahasan oleh Prof Madya Dr Mohd Asri bin Zainul
Abidin terkait hal tersebut:
1. Secara umum taubat menggambarkan kekesalan dan kesadaran
terhadap dosa yang dilakukan, lalu memohon keampunan Allah dan berazam untuk
tidak mengulanginya lagi. Ini berdasarkan firman Allah yang artinya:
“Dan mereka yang apabila melakukan perbuatan keji, atau
menganiaya diri sendiri, mereka ingat kepada Allah lalu memohon ampun atas
dosa-dosa mereka – dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa melainkan Allah -,
dan mereka juga tidak meneruskan (perbuatan buruk) yang mereka telah lakukan
itu, sedang mereka mengetahui (akan kesalahannya dan akibatnya). Orang-orang
yang demikian itu, balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka, dan syurga-syurga
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya; dan yang
demikian itulah sebaik-baik balasan (bagi) mereka yang beramal.” (Surah Ali
‘Imran: 135-136).
Maka, pada dasarnya taubat itu di samping kesadaran dan
memohon ampunan, ia juga adalah niat kuat untuk tidak mengulanginya.
2. Keikhlasan atau kesungguhan seseorang yang bertaubat itu
hanya diketahui oleh Allah dan dirinya sendiri. Ketika dia bertaubat, jika itu
lahir dari keikhlasan maka perasaan khusyuk, duka, insaf, mengharapkan
keampunan Allah akan menyelinap masuk ke dalam setiap relung jiwanya. Airmata
keinsafan antara bukti kejujuran insan yang menyesal dan mengharapkan
keampunan. Keinginan untuk berada dalam keampunan itu akan membawanya kepada
azam untuk tidak mengulangi dosa. Jika taubat seperti itu berlaku, maka itu
adalah taubat nasuha yang ikhlas. Ia diterima Allah.
Sekalipun kemungkinan setelah itu, atas kelemahan diri,
hamba yang bartaubat tadi tergelincir sekali lagi ke dalam dosa yang sama.
Jika, dia ikhlas pada taubatnya yang awal, Allah Maha Mengetahuinya dan
insyaAllah akan mengampuni dosanya yang awal, juga dosa kemudian jika dia terus
bertaubat lagi.
3. Taubat yang sebenarnya bukan satu perkara yang bisa
dibuat-buat. Ia bukan sebuah candaan. Rasa kesadaran yang hadir dalam jiwa
seorang hamba bukannya perkara yang diada-adakan. Ia adalah cahaya iman yang
lahir dari kesucian jiwa yang mengakui kebesaran Allah dan takut akan dosa.
Apabila perasaan itu ada, maka seorang hamba pun bertaubat dengan penuh insaf
dan berani untuk tidak mengulangi. Siapakah yang mengetahui wujud perasaan itu
dalam suatu jiwa? Sudah pasti hanya Allah dan manusia yang bertaubat itu
sendiri. Jika keadaan yang disebutkan itu berlaku, manusia itu sebenarnya telah
benar-benar bertaubat.
4. Manusia atau anak Adam itu ada kelemahannya. Kadang-kala
dia terjatuh lagi dalam kesalahan setelah bertaubat dengan bersungguh-sungguh.
Ini –seperti yang dijelaskan- kegelinciran kedua atau ketiga dan seterusnya
tidaklah bererti dia tidak ikhlas dalam taubatnya yang sebelum itu. Namun,
kelemahannya menyebabkan dia berulang kali jatuh ke dalam dosa, sekalipun telah
benar-benar insaf sebelumnya. Maka, jika hal ini berlaku dia hendaklah
mengulangi taubat dan jangan berputus asa. Syaitan akan membisikkan perasaan
putus asa dalam jiwa, sedangkan Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penerima taubat.
5. Hal ini dijelaskan oleh Nabi s.a.w dalam hadits beliau:
“Seorang telah melakukan satu dosa, lalu dia berkata: Wahai
Tuhanku ampunilah dosaku. Lalu Allah azza wa jalla berfirman: Hamba-Ku
melakukan dosa dan dia mengetahui bahwa baginya Tuhan yang bisa mengampuni dan
menghukumnya –dalam riwayat yang lain ditambah: Aku ampunkan dosanya-. Kemudian
dia kembali melakukan dosa yang lain, dia berkata: Wahai Tuhanku aku telah
melakukan dosa ampunilah dosaku. Lalu Allah berfirman: Hamba-Ku melakukan dosa
dan dia mengetahui bahwa baginya Tuhan yang bisa mengampuni dan
menghukumnya–dalam riwayat yang lain ditambah: aku ampunkan dosanya-. Lalu dia
melakukan dosa sekali lagi, dia berkata: wahai Tuhanku aku telah melakukan dosa
ampunilah dosaku. Lalu Allah berfirman: Hamba-Ku melakukan dosa dan dia
mengetahui bahwa baginya Tuhan yang bisa mengampuni dan menghukumnya, maka aku
ampunkan hamba-Ku ini, lakukan apa yang kau mau Aku ampuni engkau”. (Riwayat
al-Bukhari dan Muslim).
6. Dari hadis di atas menggambarkan, selagi seseorang hamba
Allah menyesal dan insaf, sekalipun telah berulang dosa, Allah Yang Maha
Pengampun tetap mengampuninya. Namun, hendaklah kita berhati-hati karena waktu
kematian tidak pasti. Orang yang bertaubat dan berhasil menjaga dirinya
tentulah lebih baik dari yang gagal menjaga diri. Tidak mustahil ketika dia
gagal menjaga diri itu, kematian menjemputnya.
7. Apapun, pintu taubat dalam Islam ini senatiasa terbuka.
Seberapapun besarnya dosa, berapa kali
ia mengulanginya. Manusia jangan berputus asa dari rahmat Allah. Firman Allah
yang artinya:
“Katakanlah: “Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui
batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat),
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, karena sesungguhnya Allah
mengampuni segala dosa; sesungguhnya Dia lah juga Yang Maha Pengampun, lagi
Maha Mengasihani.” (Surah az-Zumar: 53).
Putus asa dari rahmat Allah adalah bisikan syaitan yang
enggan melihat hamba-hamba Allah kembali kepada Allah.
8. Di antara cara untuk membuat kita istiqamah dengan taubat
kita ialah memohon pertolongan Allah agar kita tetap di atas jalan hidayah.
Al-Quran mengajarkan kita doa yang
artinya
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong
kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah
kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha
Pemberi (karunia).” (Surah Ali ‘Imran: 8).
Nabi s.a.w pun selalu memperbanyak doa:
“Wahai Yang Membolak-balikkan hati (Allah)! Tetapkan aku
atas agamu-Mu” (Riwayat al-Tirmizi, Ahmad, Ibn Abi ‘Asim- dinilai sahih).
9. Juga, di antara langkah menetapkan diri dalam kebaikan
adalah dengan bersama dengan teman yang baik dan shalih. Teman yang baik dan
mau mengajak pada kebaikan akan membawa kita terus dalam kebaikan. Begitupun
sebaliknya. Firman Allah yang artinya:
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang
menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan
janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan
dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan
dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu
melewati batas”. (Surah al-Kahfi: 28).
Hiduplah dalam lingkungan teman-teman yang selalu
mengingatkan kepada kebenaran dan kesabaran.
10. Maka, ingatlah untuk tidak berputus asa dari rahmat
Allah, dan jangan kita membuat orang lain berputus asa dari rahmat Allah.
Manusia mempunyai kesempatan bertaubat sebelum nyawa sampai di tenggorokan.
Sabda Nabi:
“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selagi
nyawa belum sampai ke tenggorokannya.” (Riwayat al-Tirmizi, dinilai hasan oleh
al-Albani).
Demikianlah, teruslah bertaubat dan memperbaiki diri. Jangan
berhenti berjuang dan selalu berusaha untuk jadi lebih baik dan tidak
mengulangi kesalahan yang sama. Wallahu’alam.
(fauziya/muslimahzone.com)
-
2:13 PM
-
Unknown
-
Ceramah
,
Kajian
-
No comments
Ledakan beruntun terjadi di sekitar halaman parkir depan
kafe Starbucks, Jalan Husni Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016) pagi ini.
Pelaku teror meledakkan bahan peledak di perempatan dekat pusat perbelanjaan
Sarinah di mana pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Sempat terjadi baku tembak di dekat Starbucks dan pos polisi
Sarinah. Polisi pun menutup dan mensterilisasi kawasan itu. Jalan Thamrin
hingga Bundaran Hotel Indonesia ditutup untuk dua arah.
Menanggapi teror yang dilaporkan menewaskan enam warga
masyarakat ini, K. H. Muhammad Arifin Ilham menegaskan bahwa teror bukanlah
ajaran Islam. Dalam tausiyah singkat yang disampaikan melalui akun
Facebook-nya, Ustadz Arifin menekankan tuduhan bahwa Islam mengajarkan
terorisme merupakan fitnah besar.
Berikut tausiyah lengkap Ustadz Arifin Ilham tersebut.
***
Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barkatuh.
Astaghfirullah, kembali teror terjadi di Ibu Kota negeri
kita tercinta. Yang jelas teror bukan ajaran Islam. Membunuh manusia, bunuh
diri, membuat onar, menghancurkan bangunan dan membuat masyarakat resah, jelas
bukan ajaran Islam yang damai mendamaikan, selamat dan menyelamatkan.
Kalaupun perang karena darurat, karena wajib membela
kemuliaan Islam. Itupun berperang dengan adab dan akhlak Islam yang tinggi lagi
mulia. Tidak boleh membunuh yang menyerah, apalagi yang tidak berperang. Tidak
boleh merusak tempat ibadah yang berbeda keyakinan, merusak tanaman pohon.
Menuduh Islam mengajarkan terorisme adalah fitnah besar pada
ajaran Islam yang mulia ini, kecuali memang rekayasi mereka yang benci Islam
atau pemanfaatan orang awam diprovokasi dengan jualannya agama dalih (bukan
dalil) untuk berjihad.
Ketahuilah, Islam itu Rahmatan lil Aalaamin, Islam itu penebar
salam, Islam itu toleransi terhadap perbedaan keyakinan.
“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan
sebagai rahmat bagi seluruh manusia.” (QS. Al-Anbiya: 107)
“Apabila kamu dihormati dengan suatu ucapan salam, maka
balaslah salam itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)…” (QS.
An-Nisa: 86).
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku adalah rahmat yang
dihadiahkan oleh Allah.” (HR. Al-Bukhari)
Kita umat Islam sangat berduka dengan saudara-saudara kita
yang telah wafat sebagai korban teror ini.
Semoga Allah mengampuni saudara-saudara Muslim kita yang
wafat.
Semoga aparat kita dapat menangkap biang teror ini.
Semoga Allah selamatkan kita dan keluarga dari ajaran teror.
Semoga Allah selamatkan saudara-saudara kita di Afghanistan,
Irak, Palestina, Suriah dan Yaman, dan seluruh kaum Muslimin.
Semoga Allah berkahi negeri kita dengan keberkahan,
keamanan, kesejahteraan, ketaqwaan pemimpin dan rakyatnya.
Aamiin.
(banan/arrahmah.com)
-
2:54 PM
-
Unknown
-
cak nun
,
Kajian
,
ngaji
,
video
-
No comments
-
12:28 AM
-
Unknown
-
No comments
Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW, bukan saja
diperlihatkan tentang balasan orang yang beramal baik, tetapi juga
diperlihatkan balasan orang yang berbuat mungkar, diantaranya siksaan bagi yang
meninggalkan Sholat fardhu.
Mengenai balasan orang yang meninggalkan Sholat Fardu:
“Rasulullah SAW, diperlihatkan
pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu,
Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada
keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah
bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang
berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (Riwayat Tabrani).
Orang yang meninggalkan Sholat akan dimasukkan ke dalam
Neraka Saqor. Maksud Firman Allah Ta’ala:
“..Setelah melihat orang-orang yang bersalah itu, mereka
berkata: “Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam Neraka Saqor ?”.
Orang-orang yang bersalah itu menjawab: “kami termasuk dalam kumpulan
orang-orang yang tidak mengerjakan Sholat”
Saad bin Abi Waqas bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai
orang yang melalaikan Sholat, maka jawab Baginda SAW, “yaitu mengakhirkan waktu
Sholat dari waktu asalnya hingga sampai waktu Sholat lain. Mereka telah
menyia-nyiakan dan melewatkan waktu Sholat, maka mereka diancam dengan Neraka
Wail”.
Ibn Abbas dan Said bin Al-Musaiyib turut menafsirkan hadist
di atas “yaitu orang yang melengah-lengahkan Sholat mereka sehingga sampai
kepada waktu Sholat lain, maka bagi pelakunya jika mereka tidak bertaubat Allah
menjanjikan mereka Neraka Jahannam tempat kembalinya”.
Maksud Hadist: “Siapa meninggalkan sholat dengan sengaja,
maka sesungguhnya dia telah kafir dengan nyata”.
Berdasarkan hadist ini, Sebagaian besar ulama (termasuk Imam
Syafi’i) berfatwa: Tidak wajib memandikan, mengkafankan dan mensholatkan
jenazah seseorang yang meninggal dunia dan mengaku Islam, tetapi tidak pernah
mengerjakan sholat. Bahkan, ada yang mengatakan haram mensholatkanya.
Siksa Neraka Sangat Mengerikan
Mereka yang meninggalkan sholat akan menerima siksa di dunia
dan di alam kubur yang terdiri dari tiga siksaan.
Tiga jenis siksa di dalam kubur yaitu:
1. Kuburnya akan berhimpit-himpit serapat mungkin sehingga
meremukkan tulang-tulang dada.
2. Dinyalakan api di dalam kuburnya dan api itu akan
membelit dan membakar tubuhnya siang dan malam tiada henti-henti.
3. Akan muncul seekor ular yang bernama “Sujaul Aqra” Ia
akan berkata, kepada si mati dengan suaranya bagai halilintar: “Aku disuruh
oleh Allah memukulmu sebab meninggalkan sholat dari Subuh hingga Dhuhur,
kemudian dari Dhuhur ke Asar, dari Asar ke Maghrib dan dari Maghrib ke Isya’
hingga Subuh”. Ia dipukul dari waktu Subuh hingga naik matahari, kemudian
dipukul dan dibenturkan hingga terjungkal ke perut bumi karena meninggalkan
Sholat Dhuhur. Kemudian dipukul lagi karena meninggalkan Sholat Asar, begitulah
seterusnya dari Asar ke Maghrib, dari Maghrib ke waktu Isya’ hingga ke waktu
Subuh lagi. Demikianlah seterusnya siksaan oleh “Sajaul Aqra” hingga hari
Qiamat.
Didalam Neraka Jahanam terdapat wadi (lembah) yang
didalamnya terdapat ular-ular berukuran sebesar tengkuk unta dan panjangnya
sebulan perjalanan. Kerjanya tiada lain kecuali menggigit orang-orang yang
tidak mengerjakan Sholat semasa hidup mereka. Bisa ular itu juga menggelegak di
di badan mereka selama 70 tahun sehingga hancur seluruh daging badan mereka. Kemudian
tubuh kembali pulih, lalu digigit lagi dan begitulah seterusnya.
Maksud Hadist: “orang yang meninggalkan sholat, akan Allah
hantarkan kepadanya seekor ular besar bernama “Suja’ul Akra”, yang matanya
memancarkan api, mempunyai tangan dan berkuku besi, dengan membawa alat pemukul
dari besi berat”.
Siapakah orang yang sombong?
Orang yang sombong adalah orang yang diberi penghidupan tapi
tidak mau sujud pada yang menjadikan kehidupan itu yaitu, Allah Rabbul Alaamin,
Tuhan sekalian alam. Maka bertasbihlah segala apa yang ada di bumi dan di
langit pada TuhanNya kecuali Iblis dan manusia yang sombong diri.
Siapakah orang yang telah mati hatinya?
Orang yang telah mati hatinya adalah orang yang diberi
petunjuk melalui ayat-ayat Qur’an, Hadits dan cerita-cerita kebaikan namun
merasa tidak ada kesan apa-apa di dalam jiwa untuk bertaubat.
Siapakah orang dungu kepala otaknya?
Orang yang dungu kepala otaknya adalah orang yang tidak mau
melakukan ibadah tapi menyangka bahwa Allah tidak akan menyiksanya dengan
kelalaiannya itu dan sering merasa tenang dengan kemaksiatannya.
Siapakah orang yang bodoh?
Orang yang bodoh adalah orang yang bersungguh-sungguh
berusaha sekuat tenaga untuk dunianya sedangkan akhiratnya diabaikan.
Bahaya Meninggalkan Sholat
Barang siapa yang (sengaja) meninggalkan solat fardhu lima
waktu:
Subuh – Allah Ta’ala akan menenggelamkannya kedalam neraka
Jahannam selama 60 tahun hitungan akhirat. (1 tahun diakhirat=1000 tahun
didunia=60,000 tahun).
Dhuhur – Dosa sama seperti membunuh 1000 orang muslim.
Asar – Dosa seperti menghacurkan Ka’bah.
Maghrib – Dosa seperti berzina dengan ibu-bapak sendiri.
Isya’ – Allah Ta’ala akan berseru kepada mereka: “Hai orang
yang meninggalkan sholat Isya’, bahwa Aku tidak lagi ridha’ engkau tinggal
dibumiKu dan menggunakan nikmat-nikmatKu, segala yang digunakan dan dikerjakan
adalah berdosa kepada Allah Ta’ala”.
Maksud Firman Allah Ta’ala: “Mereka yang menyia-nyiakan
solat dan mengikuti hawa nafsu kepada kejahatan, maka tetaplah mereka jatuh ke
dalam satu telaga api neraka.” (Maryam : 59).
Kehinaan bagi yang meninggalkan sholat:
Di dunia
a. Allah Ta’ala menghilangkan berkat dari usaha dan
rezekinya.
b. Allah Ta’ala mencabut nur orang-orang mukmin (sholeh)
dari pada (wajah) nya.
c. Dia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.
Ketika Sakaratul Maut
a. Ruh dicabut ketika ia berada didalam keadaan yang sangat
haus.
b. Dia akan merasa amat azab/pedih ketika ruh dicabut
keluar.
c. Dia akan Mati Buruk (su’ul khatimah)
d. Dia akan dirisaukan dan akan hilang imannya.
Ketika di Alam Barzakh
a. Dia akan merasa susah (untuk menjawab) terhadap
pertanyaan (serta menerima hukuman) dari Malaikat Mungkar dan Nakir yang sangat
menakutkan.
b. Kuburnya akan menjadi sangat gelap.
c. Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang-tulang
rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).
d. Siksaan oleh binatang-binatang berbisa seperti ular, kala
jengking dan lipan.
Malaikat Jibril as, telah menemui Nabi Muhammad SAW, dan
berkata:
“Ya Muhammad.. Tidaklah diterima bagi orang yang
meninggalkan sholat yaitu: Puasanya, Shodaqahnya, Zakatnya, Hajinya dan Amal
baiknya”.
Orang yang meninggalkan Sholat akan diturunkan kepadanya
tiap-tiap hari dan malam seribu laknat dan seribu murka. Begitu juga Para
Malaikat di langit ke-7 akan melaknatnya.
Ya Muhammad..! Orang yang meninggalkan Sholat tidak akan
mendapat syafa’atmu dan ia tidak tergolong dari umatmu.. Tidak boleh diziarahi
ketika ia sakit, tidak boleh mengiringi jenazahnya, tidak boleh beri salam pada
nya, tidak boleh makan minum dengan nya, tidak boleh bersahabat dengannya,
tidak boleh duduk besertanya, tidak ada Agama baginya, tidak ada kepercayaan
bagi nya, tidak ada baginya Rahmat Allah dan ia dikumpulkan bersama dengan
orang Munafiqiin pada lapisan Neraka yang paling bawah (diazab dengan amat
dahsyat..).
Sabda Nabi Muhammad SAW, Maksud Hadist: “Perjanjian
(perbedaan) diantara kita (orang islam) dengan mereka (orang kafir) ialah
Sholat, dan barangsiapa meninggalkan Sholat sesungguhnya ia telah menjadi
seorang kafir”. (Tirmizi).
Wahai Saudaraku Ummat Islam, mari kita merenung sejenak
tentang ancaman azab bagi yang meninggalkan sholat Fardhu. Apa guna kita hidup
di dunia sekalipun berlimpah harta jika kita termasuk golongan orang-orang yang
(kafir) meninggalkan sholat..?, barang siapa meninggalkan Sholat, maka ia telah
menjadi kafir dengan nyata…! Orang yang meninggalkan sholat, ia wajib menerima
azab Allah Ta’ala..! Orang yang meninggalkan sholat, tidak akan mendapat
Syafa’at Nabi Muhammad SAW, karena mereka telah menjadi kafir dan orang kafir
tidak berhak mendapat Syafa’at Nabi Muhammad SAW. Ancaman Allah Ta’ala terhadap
orang-orang yang meninggalkan sholat bukan sekedar gertakan belaka. Sungguh
ancaman Allah Ta’ala akan terbukti kelak di akhirat. “…sesungguhnya Allah tidak
akan mengingkari janji”
-
12:27 AM
-
Unknown
-
Hikmah
,
keluarga islam
,
Keluarga Sakinah
-
No comments
Di bawah ini adalah 10 perilaku yang harus dihindari oleh
para istri, agar tidak menjadi golongan istri durhaka kepada suami, diantaranya
adalah:
1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna
Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang
begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel
maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.
Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah
pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang
problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.
Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam
sebuah perkawinan.
Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak
siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia
selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan
gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.
Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia
melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong,
romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.
2. Nusyus (tidak taat kepada suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat
kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami,
melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan
yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.
Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:
Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur,
dengan terang-terangan maupun secara samar.
Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap
dengan pria lain.
Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam
rumah
Lalai dalam melayani suami
Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan
tempatnya
Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan
mengejeknya
Keluar rumah tanpa izin suami
Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.
Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan
kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan
kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah,
lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat
besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.
3. Tidak menyukai keluarga suami
Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian
dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun
waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua
suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya,
terlebih ibunya.
Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya.
Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta,
perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina
dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami
untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya. Terkadang istri sengaja mencari-cari
kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan
suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.
Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih
menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan
berbagai cara.
Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam
sebuah lembaga pernikahan, namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Kedua orang
tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri,
demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan
salah satu keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika
istrinya mampu memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah
cinta dan kasih sayang suami.
4. Tidak menjaga penampilan
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan
pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian,
menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya,
pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah.
Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli
dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang
kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan
dengan aroma dapur yang menyengat.
Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan
heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di
luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada
suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada
orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.
5. Kurang berterima kasih
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan
sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak
puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara
maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.
Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada
suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat
suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona’ah dan ridho
terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.
Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami
keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang
tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang
telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah
kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah
(nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya
adzab-Ku sangat pedih.”
6. Mengingkari kebaikan suami
“Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka.” Demikian
disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana
ketika terjadi gerhana matahari.
Ajaib!! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang
ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok
yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini
terjadi?
“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah
Shallallahu’Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa
terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?
Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka
mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya.
Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri
melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan
mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian
penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan
Bukhari (5197).
Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan
suami!!
Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam
neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi, apa dan
bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?
Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah
yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.
Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami,
mengingkari kebaikan-kebaikannya, maka
berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam. Bertobat,
satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama
matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan, masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa
mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?
Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku;
kejarlah ajalmu, bukankah engkau tidak
tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?
“Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia,
melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya
(berkata): “Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang
suami begimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju
kami.” (HR. At Tirmidzi, hasan)
Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita
lakukan selama ini , jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri, jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa
kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau
ketahui.
Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari
suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami
kita lakukan.
“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu
adalah surga dan nerakamu.” (HR.Ahmad)
7. Mengungkit-ungkit kebaikan
Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali
seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya
di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan
(pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si
penerima).” [Al Baqarah: 264]
Abu Dzar radhiyallahu’Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi
Shallallahu’Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia dimana Allah
tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak
mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.”
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya,
“Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang
menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka
mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika
menjual. ” [HR. Muslim]
8. Sibuk di luar rumah
Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar
rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak
sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.
Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan tanggung jawab
nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya
terabaikan.
Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah
belum beres, cucian masih menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi,
dan lain sebagainya. Jika hni terjadi terus menerus, bisa jadi suami tidak
betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di kantor.
9. Cemburu buta
Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi
cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri
merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di
rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar,
dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi
cemburu yang tercela.
Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap
suami karena kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi
hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang
dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah
cemburu yang terpuji. Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini
adalah cemburu yang tercela.
Jika kecurigaan istri berlebihan, tidak berdasar pada fakta
dan bukti, cemburu buta, hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan
kejengkelan suami. Ia tidak akan pernah merasa nyaman ketika ada di rumah.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kejengkelannya akan dilampiaskan dengan cara
melakukan apa yang disangkakan istri kepada dirinya.
10. Kurang menjaga perasaan suami
Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya
sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan
ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap
ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga
lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara
memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah,
menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya.
Demikian beberapa perbuatan yang harus dihindari oleh para
istri, yang sudah berjanji menerima suaminya dihadapan Allah SWT ketika didepan
penghulu, untuk bisa menerima apa adanya keadaan suaminya. Semoga dengan
membaca artikel ini kita dapat menyadarinya betapa perbuatan-perbuatan di atas
sangat rusak sekali, dengan menghindari perbuatan-perbuatan tersebut, maka akan
menimbulkan akibat keluarga yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah. Bisa berkumpul
di SurgaNya Allah bersama suami. Menjadi suami istri sampai Surga.
Amiin Yaa Robbal’alamiin…
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah
aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga
yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada
suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan
tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum
engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits
Ash Shahihah, Asy- Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)
-
3:46 AM
-
Unknown
-
Kajian
,
video
-
No comments
-
4:46 PM
-
Unknown
-
Al Quran
,
Ceramah
,
Kajian
,
Tausyiah
-
No comments
-
6:57 AM
-
Unknown
-
Kajian
,
keluarga islam
,
Keluarga Sakinah
,
kesehatan
-
No comments
Saat ini banyak orangtua yang ingin anaknya dapat membaca,
menulis dan berhitung (calistung) sejak usia dini. Padahal, menurut para ahli
hal itu dapat merusak tatanan otak anak.
Seorang pakar tumbuh kembang anak dari Universitas
Airlangga, DR Dr Ahmad Suryawan SpA(K), bahkan menghimbau kepada para orang tua
untuk tidak mengajarkan calistung sebelum sang anak masuk ke Sekolah Dasar (SD)
atau berumur tujuh tahun.
Menurutnya, mengajarkan anak calistung sebelum waktunya
dapat merusak tatanan otak anak, dalam artian anak dalam mengerjakan sesuatu
tidak runtut atau selaras. Seharusnya anak yang berumur di bawah tujuh tahun
bisa membentuk garis lurus, menggaris, membentuk gambar bangun sederhana dan
sebagainya. Sayangnya, pada masyarakat modern saat ini, anak belum tentu bisa
menggambar garis lurus malah sudah belajar menghitung.
Anak memang bisa pintar karena bisa calistung sejak dini,
tapi perilakunya tidak runtut dalam menyelesaikan suatu persoalan. Hal itu
karena sirkuit di otaknya tidak ‘by order’. Anak akhirnya tidak mengerti
urutan.
Terdapat dua kemungkinan bagi anak yang sudah dikenalkan
calistung sejak dini. Pertama, bisa calistung karena mengerti caranya dan kedua,
anak tersebut bisa karena menghapalkan caranya.
Kemungkinan pertama bahwa anak mengerti caranya yaitu anak
itu tahu kalau empat dikali empat sama dengan 16, kalau 16 itu didapat dari
empat sebanyak empat kali. Adapun kemungkinan kedua, anak tersebut hapal kalau
empat kali empat tersebut 16.
Pandangan orang tua saat ini menjadi salah kaprah disebabkan
oleh cara menilai prestasi anak yaitu melihat dari hal yang berbau matematika
atau akademik dan melupakan prestasi nonakademik. Itulah sebabnya di sejumlah
kota besar di Tanah Air marak muncul kursus les membaca yang diperuntukkan bagi
anak-anak yang masuk dalam kategori Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Sebenarnya Calistung boleh saja dikenalkan pada anak usia
PAUD, tapi tidak boleh jadi evaluasi prestasi. Pengenalan Calistung Program
yang tepat pada anak usia PAUD adalah melalui pengenalan calistung, namun hal
itu bukan berarti anak belajar calistung sepenuhnya.
Anak mengenal calistung melalui interaksi dan cara
menyenangkan, bukan duduk manis mendengarkan guru mengajar. Contohnya ialah ada
sepuluh anak, namun gelas yang ada hanya delapan, dengan demikian otomatis dua
anak tidak mendapatkan gelas.
Sebelum anak memegang pensil, maka anak harus belajar
mencapit, setelah tangan anak tersebut kuat baru diberikan pensil yang
ukurannya besar. Seperti halnya anak belajar berbicara juga seperti itu mulai
‘mama, mama pergi, baru kemudian mama, ayo pergi’. Jadi tahap demi tahap.
Mungkin banyak dari orang tua kita zaman dahulu yang mendidik kita dengan cara
yang lebih sistematis. Namun, orang tua sekarang, anak tidak bisa membaca saja
marahnya seperti mau kiamat, padahal untuk membuat bayi tersenyum saja butuh
berapa bulan kita seperti orang gila, baru kemudian bayi bisa tersenyum.
Ini membuktikan bahwa ada yang salah dengan sistem
pendidikan di Tanah Air, yang mensyaratkan calistung sebelum masuk SD. Hal itu
akan membuat para orang tua khawatir dan akhirnya memasukkan anak ke les
calistung sebelum anak tersebut masuk ke sekolah dasar.
Sesungguhnya kualitas tumbuh kembang jangka panjang seorang
anak ditentukan oleh keseimbangan faktor resiko dan faktor protektif sejak usia
janin di dalam kandungan hingga usia 18 tahun. Maka menurut Psikolog anak Dr
Rose Mini, anak usia PAUD seharusnya hanya bermain, karena dengan bermain anak
bisa merasa senang. Aktivitas bermain yang dimaksud adalah bermain yang tanpa
beban. Jangan memaksa anak bermain sesuatu dengan harapan anak tersebut
bertambah pintar.
(fauziya/muslimahzone.com)
-
6:52 AM
-
Unknown
-
Kajian
,
keluarga islam
,
Keluarga Sakinah
,
kesehatan
-
No comments
Selain ASI, banyak orangtua memberikan air putih kepada si
kecil yang masih berusia 0-6 bulan. Entah seusai menyusui maupun di waktu-waktu
lainnya. Padahal, kebiasaan itu sangat keliru karena berisiko menyebabkan
berbagai dampak kesehatan. Berikut 4 bahaya bila bayi diberi air putih menurut
penjelasan Dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA., CIML, IBCLC, dari Sentra Laktasi
Indonesia:
Infeksi bakteri
Pemberian air putih pada bayi 0–6 bulan berisiko membuat
bayi terinfeksi bakteri jika air yang dipakai tercemar. Utami sendiri pernah
mempunyai pengalaman, pasiennya yang berusia sekitar 1 bulan, ibunya melaporkan
jika bayinya sering buang air besar hingga belasan bahkan puluhan kali dalam
sehari. Ibunya mengira anaknya mencret karena penyakit, sehingga yang tadinya
diberi ASI, kemudian diberikan juga air putih dan susu formula. Hasilnya bayi
yang tadinya mencret normal justru pencernaannya terinfeksi bakteri.
Hal ini diketahui dari feses bayi yang mengandung darah.
Kemungkinan besar, infeksi itu muncul karena asupan air putih yang diberikan
ibunya. Apalagi jika perlengkapan minumnya tidak higienis, juga cara memasaknya
tidak tepat dan sudah tercemar bakteri.
Ganggu otak bayi
Ginjal bayi 0-6 bulan belum berfungsi dengan baik, sehingga
jika ia diberi air putih maka air seni akan membawa serta elektrolit dalam
darah, misalnya natrium, yang sebenarnya berguna bagi tubuh. Jika kekurangan
zat itu, bayi berisiko mengalami kejang. Semakin banyak elektrolit yang
“terbuang”, semakin banyak risiko negatif yang dapat dialami. Alhasil, kalau
bayi mengeluarkan banyak elektrolit dari semua organ tubuhnya, baik jantung,
ginjal atau paru, temasuk otak, maka aktivitas otak dapat terganggu. Gejalanya,
bisa berupa suhu tubuh rendah hingga kejang-kejang.
Merusak ginjal
Bahaya lain bila bayi diberi air putih yaitu merusak ginjal.
Fungsi ginjal sebagai pengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh belumlah
sempurna pada bayi usia 0—6 bulan. Memang pada usia kehamilan 35 minggu, ginjal
bayi sudah terbentuk, tapi belum berfungsi dengan baik. Begitu pun setelah bayi
lahir. Walau bentuk ginjal sudah sempurna. Hal ini bertahan hingga usia bayi 6
bulan.
Lain halnya pada anak dan orang dewasa, ginjal sudah
mengatur asupan cairan masuk dengan yang dikeluarkan. Misal, kalau banyak
minum, ginjal akan mengatur sehingga berkemihnya sering. Atau pada saat hawa
dingin, akan lebih sering buang air kecil. Sebaliknya, pada cuaca panas, kita
cenderung lebih jarang buang air kecil.
Intinya, ginjal mengatur keseimbangan cairan/elektrolit
dalam tubuh, semisal natrium, kalsium, dan lainnya. Tapi jika kejadiannya saat
ginjal belum sempurna kerjanya sudah diberi air putih, tubuh bayi akan
kelebihan air atau “keracunan” air. Karena air yang masuk tidak bisa
diseimbangkan dengan yang dikeluarkan.
Keracunan
Memang benar bayi harus cukup minum, tapi bukan minum air
putih lo. Sebab bayi usia 6 bulan ke bawah minum air putih justru akan
merugikan si bayi itu sendiri. Secara naluriah bayi memiliki refleks haus atau
keinginan untuk minum. Karena itu, banyak orangtua yang memberikan bayinya
tambahan air putih selain ASI. Padahal, ginjal si kecil belum berfungsi dengan
baik. Akibatnya, air putih yang diminumnya itu dapat membuat tubuhnya
melepaskan sodium (mineral yang dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh).
Padahal, kehilangan sodium dapat memengaruhi aktivitas otak.
Ujung-ujungnya, bayi akan mengalami gejala keracunan, di antaranya suhu tubuh
rendah, wajah membengkak dan bahkan kejang-kejang. Karena itu, bayi yang minum
ASI tidak perlu mengonsumsi air putih. Untuk bayi 0—6 bulan cukup ASI.
Sumber: Tabloid Nakita
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
Unknown





