Masya Allah, bukti-bukti kedatangan Al Mahdi, Dajjal dan Isa Al Masih telah nampak di Arab Saudi, untuk lebih jelasnya silahkan simak videonya
Rasulullah sudah memberikan informasinya melalui hadits-hadits shahih, para ulama kemudian mengajarkannya hingga sampai kepada kita. Beberapa amalan sebelum tidur menurut rasulullah yang bisa dilakukan oleh kita antara lain:

1. Sebelum tidur Biasakan Berwudhu

Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)

2. Mengambil Posisi Berbaring Yang Tepat Hindari Tidur Tengkurap

Rasulullah menjelaskan posisi tidur yang tepat, “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710). Dalam riwayat lain, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)

Rasulullah telah melarang tidur tengkurap. Sebagaimana Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)

3. Bersihkan Terlebih Dahulu Tempat Pembaringan Kita

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengibaskan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…”. Pada hadist lain disebutkan kibasannya tiga kali (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Tidur Sesegera Mungkin Setelah Isya

Tentunya apabila setelah isya ada hal bermanfaat yang dibolehkan menurut syariat, boleh tetap menunda tidur agak malam. Akan tetapi ada hadist yang menyatakan bahwa “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” [Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)]

Hikmahnya tentu saja akan memudahkan kita bangun untuk qiyamul lail dengan izin Allah. Ketika kita tidur terlalu larut, maka akan membuat kita berat melakukan amal ketaatan ketika disepertiga malam akhir.

5. Membaca Dzikir Dzikir Sebelum Tidur

Ada banyak dzikir yang bisa diamalkan oleh seseorang sebelum berangkat tidur, salah satunya dzikir berikut:

اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيَ

إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا

مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِيْ أَرْسَلْتَ

Allahumma aslamtu nafsii ilaik, wa fawwadh-tu amrii ilaik, wa wajjahtu wajhiya ilaik, wa alja’tu zhohrii ilaik, rogh-batan wa rohbatan ilaik, laa malja-a wa laa manjaa minka illa ilaik. Aamantu bikitaabikalladzi anzalta wa bi nabiyyikalladzi arsalta.

Terjemahnya kurang lebih, “Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepadaMu, aku menyerahkan urusanku kepadaMu, aku menghadapkan wajahku kepadaMu, aku menyandarkan punggungku kepadaMu, karena senang (mendapatkan rahmatMu) dan takut pada (siksaanMu, bila melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari (ancaman)Mu, kecuali kepadaMu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) NabiMu yang telah Engkau utus.” Apabila Engkau meninggal dunia (di waktu tidur), maka kamu akan meninggal dunia dengan memegang fitrah (agama Islam)”.

Faedahnya jelas, yaitu: Jika seseorang membaca dzikir di atas ketika hendak tidur lalu ia mati, maka ia mati di atas fithrah (mati di atas Islam). (HR. Al-Bukhari no. 6313 dan Muslim no. 2710.)

Bacaan dzikir lainnya yang bagus diamalkan sebelum tidur yaitu:

Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas. Caranya, baca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas satu kali lalu ditiupkan ke telapak tangan. Pergunakan telapak tangan tersebut guna mengusap seluruh tubuh dari wajah, tangan, kaki sampai area area yang bisa dijangkau. Selepas mengusap, baca lagi surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas lalu usapkan hingga total 3 x. (HR. Al-Bukhari no. 5017 dan Muslim no. 2192, Malik dalam al-Muwaththa’, Abu Dawud no. 3902, at-Tirmidzi no. 3402, Ibnu Majah no. 3529, dan an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 793).
Membaca Ayat Kursi alias Quran Surat Al Baqarah 255 sebanyak satu kali. (HR. Al-Bukhari no. 2311/ Fat-hul Baari V/487).
Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh,berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam “Barangsiapa membaca dua ayat tersebut pada malam hari, maka dua ayat tersebut telah mencukupkan-nya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Surat Al Kafirun,berdasarkan sebuah hadits yang mengisahkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan sahabat Naufal untuk membaca surat Al Kafirun sebelum tidur (HR Abu Dawud, Ahmad, dan At Tirmidzi).
Surat Al Mulk dan As Sajdah, hal ini berdasarkan penjelasan sahabat Jabir bin Abdillah, beliau berkata, “Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur sampai beliau membaca alif lam mim tanzilus sajdah (surat As Sajdah) dan Tabarokalladzi biyadihil mulk (surat Al Mulk)” (HR Bukhari).
6. Shalat witir Jika Khawatir Tak Bisa Bangun Malam

Jika khawatir tidak bisa qiyamul lail / bangun malam, di sunnahkan pula shalat witir terlebih dulu sebelum tidur. Dalilnya dari Abu Hurairah berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى – صلى الله عليه وسلم – بِثَلاَثٍ صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ

مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى ، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

“Kekasihku yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepadaku tiga wasiat: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha, (3) mengerjakan witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1981)

7.Bacalah doa Sebelum tidur yang shahih dari Rasulullah

Satu hal yang paling utama, Baca doa sebelum tidur. Yang shahih ialah “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa“. Dalilnya, dari Hudzaifah, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ

اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ

الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324)

Itulah beberapa amalan sebelum tidur menurut Islam sesuai sunnah Rasulullah. Sebenarnya ada banyak lagi amalan amalan yang bisa dirujuk ke kitab kitab ulama. Salah satu yang tak kalah penting misalnya dengan memperbanyak istighfar serta muhasabah diri. Kita tak pernah tahu bisa jadi itu tidur terakhir kita, kita butuh banyak ampunan dari Allah sebagai bekal mengadap-Nya.

- See more at: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/amalan-sebelum-tidur-sesuai-sunnah-rasulullah.html#sthash.Sz8qRRdI.dpuf
Kata bahaya dalam judul tidak pakai tanda kutip, karena memang jelas dan bisa dipastikan untuk mendapatkan perhatian serius. Bahwa ada pendidikan moral yang keliru dan salah kaprah, bahkan bisa tertanam dimindset bernuansa negatif untuk para penggemarnya. Mungkin bagi tingkatan orangtua yang menonton, bisa melihat serta menilai dari berbagai sudut pandang sosial, tapi akan lain lagi bila untuk para ABG yang masih labil!
Berawal dari kesukaan anak perempuan saya ( fans film India), setiap pulang sekolah langsung stand by selama  2,5 jam (senin-jumat) dan 3 jam (sabtu-minggu). Bayangkan penayangan yang begitu lamanya, setiap hari tanpa ada jeda waktu yang terlewati. Sehingga saya penasaran, seperti apakah film tersebut? dan akhirnya saya turut mendampingi beberapa episode, dan kalau tidak nonton maka anak menceritakan seperti apa jalan ceritanya.
Dan atas apa yang saya saksikan, sungguh sebuah tayangan yang miris. Berikut sedikit kesimpulannya:
1. Pada awal tayang, menceritakan kisah tentang anak mungil dari kampung (icha kecil) dengan berbagai alur ceritanya. Mungkin bisa dibilang itu pas untuk ditonton anak di saat pulang sekolah. Bahkan Icha kecil mempunyai impian ingin menjadi orang besar, tapi tiba-tiba jalan cerita begitu mudah dibalikkan menjadi kisah tentang Icha dewasa. lalu apa sisi negatifnya? Jika dilihat kelanjutannya, Icha hanya penuh kerumitan tentang cinta segitiganya. Lalu impiannya hanya dianggap angin lalu, yang mana dampaknya : penonton tingkat anak/ remaja yang labil, bisa saja “mengikuti” bagaimana tokoh utama yang begitu mudah melepas masa depan hanya demi keinginan semu.
2. Icha kecil merupakan gadis penurut dan pintar, tapi di saat dewasa menjadi gadis yang “ditokohkan” alim tapi keras kepala. Ibunya yang begitu baik seringkali ditentang dan dibantah, dan ayah angkatnya yang begitu bijaksana pun sering kali tak dianggap (bahkan dibohongi dari belakang dalam kisah pernikahan palsunya).  Terlepas dari apapun tujuan dan maksud seorang anak, tetap saja orangtua ingin yang terbaik bagi masa depannya. Selain itu, sebuah kesalahan (dosa besar) bila menentang orangtua yang membesarkan dengan susah payah, lalu hanya demi cinta, keluarga dilawan! Bahkan, ibunya beberapa kali harus tunduk atas “permintaan bodoh” anaknya, jika tidak dituruti memberikan ancaman akan kabur.  Dampaknya: penonton anak/remaja bisa saja mengikuti cara seperti itu, karena dianggap cara bagus untuk mewujudkan hasrat/keinginan.
3. Tokoh Tapasya ( anak dari bapak angkatnya), merencanakan pembunuhan untuk Icha dengan memanfaatkan mantan pacarnya. Bayangkan saja, demi perasaan yang berlebihan sehingga menghalakan segala cara walau harus menghilangkan nyawa saudara angkatnya? Sebuah peringatan keras atas apa yang ditayangkan film serial tersebut. Dampaknya: bisa saja anak/remaja yang menonton mempunyai tanggapan, bahwa membunuh merupakan cara terbaik menyelesaikan dendam/ cemburu/ sakit hati/ atau hal negatif lainnya.
4. Tokoh Icha yang begitu menyayangi saudarinya Tapasya (walau bertepuk sebelah tangan), begitu mudah menurut dan patuh, dijodohkan dengan pemabuk manggut-manggut saja  walau ibunya menentang (tapi gagal), lalu detik-detik akan dinikahkan dengan pria idamannya, malah mau juga digantikan oleh Tapasya padahal ibunya memohon bertekuk lutut jangan dilakukan. Kemudian yang terbaru dijodohkan dengan pecandu narkoba juga mau, padahal ibunya bersedih karena tidak setuju (entah apa kelanjutannya). Yang membuat bingung adalah, Icha sebagai gadis baik tapi ibu sendiri (meski seorang pembantu) tidak dihargai dan dihormati sama sekali. Dampaknya: anak/remaja yang menonton bisa saja memikirkan bahwa, toh gadis baik-baik juga membenarkan untuk melawan ibu kandungnya? Bukankah dalam ajaran agama manapun, seorang ibu sangat tinggi kedudukannya!
5. Tokoh Icha kerap kali membohongi dan menutupi segala kejadian dari orangtuanya, padahal yang terkena dampaknya ialah semua keluarga. Yang kita ketahui dalam dunia realita, anak yang benar-benar baik dan alim, senantiasa mengutamakan kejujuran walau sepahit apapun, serta selalu terbuka atas segala masalah kepada kepada orangtua. Dampaknya: anak/remaja yang menonton bisa beranggapan bahwa bohong dan tertutup merupakan sikap yang tepat dalam menjalani kehidupan!
6. Tokoh Tapasya mencoba bunuh diri dengan berusaha memotong urat nadi, karena ada keinginan yang tidak bisa didapatkannya yaitu cinta seorang lelaki, dan tokoh Frans mencoba bunuh diri dengan meloncat dari atas rumah, alasannya pun sama karena khawatir gagal mendapatkan cinta seorang wanita. Dampaknya: Upaya bunuh diri bisa dianggap sebagai solusi jitu menekan orangtua, karena dalam film uttaran memperlihatkan “keberhasilan” dengan cara seperti demikian
7. Film serial Uttaran tidak mendapatkan label khusus 17 tahun ke atas, atau mendapatkan peringatan wajib didampingi orangtua. padahal jika disimak dalam film tersebut, yang namanya label bukan untuk sekedar adegan bersifat seksual semata (sensor dada), tapi tentang prilaku kekerasan (pembunuhan, mabuk-mabukan, narkoba) dan pendidikan moral yang keliru pun harus diperhatikan! Apalagi Uttaran berawal untuk anak-anak kemudian meloncat jadi tayangan film dewasa..
—
Dari apa yang saya sampaikan diatas, maka saya secara pribadi langsung menyuruh anak tidak lagi menonton film tersebut. Kemudian memberikan bimbingan untuk meluruskan apa saja yang salah selama penayangan, sehingga jangan sampai mempengaruhi pola pikirnya! Apalagi namanya anak/remaja mempunyai daya ingat kuat, dalam menyerap apapun yang dilihat serta didengarnya..
Sungguh peran penting orangtua dalam memantau apa yang dilakukan/ dikerjakan anak, haruslah jadi prioritas utama dalam pendidikan di rumah. Karena tayangan televisi serta internet sudah semakin sulit diawasi oleh pihak-pihak terkait, apalagi pihak pengelola siaran mengutamakan bisnis dan rating, tapi sering sekali mengesampingkan efek negatif dari apa yang ditampilkan.
—
Note: Pihak sensor yang paling terbaik untuk anak, bukanlah Menkominfo dan ataupun media. Melainkan kita sebagai orangtua, yang wajib dan ekstra ketat dalam menjaga mata dan telinga anak dari segala sesuatu yang ditontonnya..
Hendrik Riyanto
Tidak semua wanita menyukai sayuran yang rasanya pahit seperti pare atau dikenal dengan nama paria (momordica charantina). Pare sering dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional di beberapa negara seperti Brazil dan Meksiko. Akan tetapi, terkadang mungkin anda bertanya-tanya apa yang anda dapatkan dari sayuran pahit ini ? Maka berikut pembahasannya:

Pare adalah tanaman yang merambat, buahnya menyerupai mentimun akan tetapi memiliki kulit yang keriput dan rasa yang khas, pahit. Pare ternyata banyak jenisnya dan tumbuh subur di beberapa negara termasuk Indonesia. Di dalam pare terdapat kandungan yang ternyata memiliki kemampuan untuk mencegah beberapa penyakit seperti adanya charantin, vicine juga kandungan bioaktif lainnya yang menyehatkan untuk tubuh anda. Ternyata tidak hanya buahnya yang mempunyai khasiat untuk anda, daun pare juga memiliki kemampuan untuk masalah pencernaan.

Ini Dia Khasiat Sayuran Pare Untuk Anda :

1.  Mengusir Diabetes

Adanya antidiabetes di dalam pare dipercaya mampu menekan resiko diabetes pada tubuh. Selain itu,  kemampuan bioaktif yang terdapat pada biji sayuran pare mampu mencegah adanya peningkatan gula darah setelah makan.

2.  Menangkal Sel kanker

Wanita rentan terhadap beberapa kanker yang membuat ancaman bagi dirinya, diantaranya kanker serviks sebagai pembunuh nomor satu disusul oleh kanker payudara diperingkat selanjutnya. Maka penting untuk anda dalam menangkal sel kanker tersebut. Pare mempunyai kemampuan untuk menangkal sel kanker dengan kandungan zat lesichin yang ternyata bermanfaat dalam meningkatkan kekebalan dan menangkal sel kanker di tubuh anda.

3.  Menurunkan Berat Badan

Pare merupakan sayuran yang direkomendasikan untuk anda yang ingin menurunkan berat badan atau menjaga kestabilan berat badan anda. Dalam secangkir pare ternyata memiliki 16 kalori sehingga mampu membuat anda mengontrol nafsu makan dan membuat anda cepat kenyang. Tidak ada salahnya anda untuk mengkonsumsi pare di dalam menu makan anda sehingga membantu anda mendapatkan berat badan ideal.

4.  Membersihkan Darah

Sayuran pare juga memiliki kandungan zat yang mampu membersihkan darah anda. Anda dapat mengkonsumsinya dengan cara di jus sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Konsumsi rutin pada pagi dan malam hari, dengan demikian dapat membantu anda dalam membersihkan darah.

5.  Memerangi HIV/AIDS

Adanya kandungan protein alpha-momocharin atau MAP 30 ternyata mampu membatasi perkembangan HIV. Pernyataan tersebut didukung penelitian yang dilakukan pada beberapa pasien yang mengidap AIDS yang diberikan ekstrak pare dan hasilnya kekebalan tubuh pasien tersebut meningkat.

6.  Melancarkan Pencernaan

Sayuran pare kaya dengan kandungan serat, vitamin C, kalium dan karoten. Rasa pahit pada sayuran pare ternyata sangat baik untuk membantu anda dalam mengatasi masalah pencernaan. Anda bisa menambahkan menu makan anda dengan beberapa olahan pare.

7.  Mengatasi Asma

Sebuah studi menyatakan bahwa konsumsi sayuran pare ternyata merespon indera pengecapan sehingga sel saluran pernapasan ikut aktif dan menyebabkan saluran pernapasan menjadi luas dan masuknya aliran udara yang kuat. Ini bagus untuk anda yang menderita asma.

8.  Kecantikan

Tidak banyak yang tahu ternyata vitamin c yang dihasilkan oleh pare dapat membantu anda dalam memelihara kecantikan anda dan ancaman efek buruk dari sinar ultraviolet juga dapat dicegah dengan mengkonsumsi sayuran pare.

Selain itu, ternyata sayuran pare juga dapat menurunkan demam, bisul, disentri amuba, wasir , bronkhitis obat malaria dan penyakit kuning. Masihkah anda ragu untuk mengkonsumsi sayuran pare, setelah mengetahui banyak sekali manfaat untuk kesehatan anda?
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir menegaskan bahwa kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tidak boleh masuk kampus, karena hal tersebut tidak sesuai dengan norma-norma yang ada.

“LGBT ini tidak sesuai dengan tataran nilai dan kesusilaan bangsa Indonesia. Saya melarang. Indonesia ini tata nilainya menjaga kesusilaan,” kata Nasir, Ahad (24/1/2015) pagi, sebagaimana dilansir oleh Detik News.

Komentar Nasir itu datang dalam menanggapi keberadaan Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) di kampus Universitas Indonesia (UI) yang menawarkan konseling bagi kelompok LGBT. Dia menegaskan LGBT tak boleh masuk di kampus-kampus.

“Saya melarang di semua perguruan tinggi di Indonesia yang berada di bawah Kemenristek Dikti,” tegasnya.

Nasir menjelaskan bahwa dirinya telah menghubungi Rektor UI ketika keberadaan SGRC di kampus tersebut menjadi perbincangan.

“Ternyata mereka (UI) pun melarang dan menyebut itu enggak ada izinnya,” ucapnya.

Pihak UI juga telah menegaskan bahwa SGRC yang memberikan konseling bagi LGBT ini bukan merupakan bagian dari UI. Pusat studi itu tidak pernah mengajukan izin kepada pihak yang berwenang di UI.

Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti. mengatakan bahwa UI sudah mengeluarkan pernyataan resmi tentang aktivitas kelompok SGRC. Dia juga mengatakan bahwa para pengurus SGRC akan dimintai keterangan oleh pihak rektorat terkait kegiatan mereka yang mengatasnamakan UI dan mencantumkan lambang makara di logo mereka.
Dewasa ini komputer bak sebuah gadget yang sudah tak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat dunia. Di komputerlah tempat anda berkomunikasi, bekerja dan melakukan kegiatan lainnya. Namun tahukan anda? Terlalu banyak menggunakan komputer dapat membuat mata anda mengalami kelelahan yang akhirnya dapat membuat mata mengalami beberapa gangguan seperti mata merah, berkedut hingga penglihatan yang mulai kabur. Hal tersebut jika terus dibiarkan tanpa ada tindakan dan perhatian lebih lanjut, bisa saja mengancam kesehatan mata anda, anda tentu tidak ingin jika mata anda mengalami kerusakan. Untuk itu, berikut kami sajikan beberapa cara mengatasinya :

1.    Beristirahat

Menatap layar monitor terlalu lama dapat menyebabkan mata menjadi tegang. Untuk itu, saat mata merasa lelah, ada baiknya jika anda segera beristirahat meskipun sejenak. Ambilah istirahat kecil, entah berjalan-jalan kecil atau mengalihkan pandangan anda pada objek lain, agar mata anda tidak terlalu lelah.

2.    Berikanlah Jarak Dengan Layar Monitor

Menatap layar monitor terlalu dekat tidak hanya berpengaruh pada kesehatan mata, area punggung dan leher anda pun bisa terganggu karena pegal dan rasa sakit.  Untuk itu, berikanlah jarak antara tempat duduk anda dengan layar monitor. Buatlah posisi senyaman mungkin agar anda tidak harus bekerja ekstra dengan menjulurkan leher pada bagian monitor karena objek pada monitor yang tidak terlihat dengan jelas.

3.    Kendurkan Otot Mata

Setelah seharian berada di depan komputer, mata anda akan merasa lelah. Untuk itu, kendurkan otot-otot mata dengan cara menggosok-gosokan kedua telapak tangan yang kemudian akan menghasilkan efek panas, setelah itu tempatkan jari-jari tangan yang terasa panas pada daerah atas mata. Rasa panas tubuh tersebut akan membuat otot-otot mata menjadi lebih rileks.

4.    Sesuaikan Kecerahan Layar Komputer Anda

Layar komputer yang terlalu cerah akan membuat mata anda mudah merasa lelah. Untuk itu, sebaiknya atur kembali kecerahan pada layar monitor, usahakan untuk tidak terlalu terang, agar mata anda tidak cepat merasa lelah.

5.    Gunakan Kacamata Anti Silau

Untuk mengatasi kecerahan yang berlebih pada layar monitor anda. Tidak ada salahnya mencoba cara lain dengan menggunakan kacamata anti silau. Agar mata anda senantiasa terjaga dari paparan cahaya yang terlalu kontras.

6.    Pijat Mata

Cara lain yang lebih nyaman adalah dengan rutin memijat bagian mata saat menjelang tidur. Cobalah gerakan memijat bagian kelopak mata dengan lembut dengan gerakan melingkar selama kurang lebih dua menit. Memijat adalah salah satu cara untuk mengendurkan otot mata yang tegang.

7.    Berkedip

Berkedip adalah salah satu cara paling sederhana untuk membuat mata anda kembali segar. Saat anda merasa lelah, usahakan untuk mengedip-ngedipkan mata untuk memulihkan kebugaran mata. Meski sederhana cara ini banyak dipilih untuk memulihkan kesehatan mata.

8.    Rutin Periksakan Mata

Meski anda tidak berkacamata, tidak ada salahnya untuk selalu memeriksakan kesehatan mata. Hal tersebut adalah cara terbaik untuk mendeteksi berbagai penyakit yang berkaitan dengan mata.

Mata adalah salah satu panca indera paling penting. Selain itu, mata juga adalah jendela dunia. Dengan mata yang sehat, keindahan dan warna-warni dunia bisa anda lihat. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mata adalah sebuah keharusan agar mata anda berfungsi dengan dengan baik.

(bidanku/muslimahzone.com)
Perbuatan dosa adalah sesuatu yang sudah seharusnya dihindari oleh setiap Muslim. Namun, ada kalanya manusia sulit untuk menghindar dari dosa yang sama. Dan jika itu dilakukan, bagaimanakah hukumnya, apakah Allah ta’ala akan menerima taubatnya?

Berikut pembahasan oleh Prof Madya Dr Mohd Asri bin Zainul Abidin terkait hal tersebut:

1. Secara umum taubat menggambarkan kekesalan dan kesadaran terhadap dosa yang dilakukan, lalu memohon keampunan Allah dan berazam untuk tidak mengulanginya lagi. Ini berdasarkan firman Allah yang artinya:

“Dan mereka yang apabila melakukan perbuatan keji, atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat kepada Allah lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka – dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa melainkan Allah -, dan mereka juga tidak meneruskan (perbuatan buruk) yang mereka telah lakukan itu, sedang mereka mengetahui (akan kesalahannya dan akibatnya). Orang-orang yang demikian itu, balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka, dan syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya; dan yang demikian itulah sebaik-baik balasan (bagi) mereka yang beramal.” (Surah Ali ‘Imran: 135-136).

Maka, pada dasarnya taubat itu di samping kesadaran dan memohon ampunan, ia juga adalah niat kuat untuk tidak mengulanginya.

2. Keikhlasan atau kesungguhan seseorang yang bertaubat itu hanya diketahui oleh Allah dan dirinya sendiri. Ketika dia bertaubat, jika itu lahir dari keikhlasan maka perasaan khusyuk, duka, insaf, mengharapkan keampunan Allah akan menyelinap masuk ke dalam setiap relung jiwanya. Airmata keinsafan antara bukti kejujuran insan yang menyesal dan mengharapkan keampunan. Keinginan untuk berada dalam keampunan itu akan membawanya kepada azam untuk tidak mengulangi dosa. Jika taubat seperti itu berlaku, maka itu adalah taubat nasuha yang ikhlas. Ia diterima Allah.

Sekalipun kemungkinan setelah itu, atas kelemahan diri, hamba yang bartaubat tadi tergelincir sekali lagi ke dalam dosa yang sama. Jika, dia ikhlas pada taubatnya yang awal, Allah Maha Mengetahuinya dan insyaAllah akan mengampuni dosanya yang awal, juga dosa kemudian jika dia terus bertaubat lagi.

3. Taubat yang sebenarnya bukan satu perkara yang bisa dibuat-buat. Ia bukan sebuah candaan. Rasa kesadaran yang hadir dalam jiwa seorang hamba bukannya perkara yang diada-adakan. Ia adalah cahaya iman yang lahir dari kesucian jiwa yang mengakui kebesaran Allah dan takut akan dosa. Apabila perasaan itu ada, maka seorang hamba pun bertaubat dengan penuh insaf dan berani untuk tidak mengulangi. Siapakah yang mengetahui wujud perasaan itu dalam suatu jiwa? Sudah pasti hanya Allah dan manusia yang bertaubat itu sendiri. Jika keadaan yang disebutkan itu berlaku, manusia itu sebenarnya telah benar-benar bertaubat.

4. Manusia atau anak Adam itu ada kelemahannya. Kadang-kala dia terjatuh lagi dalam kesalahan setelah bertaubat dengan bersungguh-sungguh. Ini –seperti yang dijelaskan- kegelinciran kedua atau ketiga dan seterusnya tidaklah bererti dia tidak ikhlas dalam taubatnya yang sebelum itu. Namun, kelemahannya menyebabkan dia berulang kali jatuh ke dalam dosa, sekalipun telah benar-benar insaf sebelumnya. Maka, jika hal ini berlaku dia hendaklah mengulangi taubat dan jangan berputus asa. Syaitan akan membisikkan perasaan putus asa dalam jiwa, sedangkan Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penerima taubat.

5. Hal ini dijelaskan oleh Nabi s.a.w dalam hadits beliau:

“Seorang telah melakukan satu dosa, lalu dia berkata: Wahai Tuhanku ampunilah dosaku. Lalu Allah azza wa jalla berfirman: Hamba-Ku melakukan dosa dan dia mengetahui bahwa baginya Tuhan yang bisa mengampuni dan menghukumnya –dalam riwayat yang lain ditambah: Aku ampunkan dosanya-. Kemudian dia kembali melakukan dosa yang lain, dia berkata: Wahai Tuhanku aku telah melakukan dosa ampunilah dosaku. Lalu Allah berfirman: Hamba-Ku melakukan dosa dan dia mengetahui bahwa baginya Tuhan yang bisa mengampuni dan menghukumnya–dalam riwayat yang lain ditambah: aku ampunkan dosanya-. Lalu dia melakukan dosa sekali lagi, dia berkata: wahai Tuhanku aku telah melakukan dosa ampunilah dosaku. Lalu Allah berfirman: Hamba-Ku melakukan dosa dan dia mengetahui bahwa baginya Tuhan yang bisa mengampuni dan menghukumnya, maka aku ampunkan hamba-Ku ini, lakukan apa yang kau mau Aku ampuni engkau”. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

6. Dari hadis di atas menggambarkan, selagi seseorang hamba Allah menyesal dan insaf, sekalipun telah berulang dosa, Allah Yang Maha Pengampun tetap mengampuninya. Namun, hendaklah kita berhati-hati karena waktu kematian tidak pasti. Orang yang bertaubat dan berhasil menjaga dirinya tentulah lebih baik dari yang gagal menjaga diri. Tidak mustahil ketika dia gagal menjaga diri itu, kematian menjemputnya.

7. Apapun, pintu taubat dalam Islam ini senatiasa terbuka. Seberapapun besarnya  dosa, berapa kali ia mengulanginya. Manusia jangan berputus asa dari rahmat Allah. Firman Allah yang artinya:

“Katakanlah: “Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, karena sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa; sesungguhnya Dia lah juga Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.” (Surah az-Zumar: 53).

Putus asa dari rahmat Allah adalah bisikan syaitan yang enggan melihat hamba-hamba Allah kembali kepada Allah.

8. Di antara cara untuk membuat kita istiqamah dengan taubat kita ialah memohon pertolongan Allah agar kita tetap di atas jalan hidayah. Al-Quran mengajarkan  kita doa yang artinya

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (Surah Ali ‘Imran: 8).

Nabi s.a.w pun selalu memperbanyak doa:

“Wahai Yang Membolak-balikkan hati (Allah)! Tetapkan aku atas agamu-Mu” (Riwayat al-Tirmizi, Ahmad, Ibn Abi ‘Asim- dinilai sahih).

9. Juga, di antara langkah menetapkan diri dalam kebaikan adalah dengan bersama dengan teman yang baik dan shalih. Teman yang baik dan mau mengajak pada kebaikan akan membawa kita terus dalam kebaikan. Begitupun sebaliknya. Firman Allah yang artinya:

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”. (Surah al-Kahfi: 28).

Hiduplah dalam lingkungan teman-teman yang selalu mengingatkan kepada kebenaran dan kesabaran.

10. Maka, ingatlah untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah, dan jangan kita membuat orang lain berputus asa dari rahmat Allah. Manusia mempunyai kesempatan bertaubat sebelum nyawa sampai di tenggorokan. Sabda Nabi:

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selagi nyawa belum sampai ke tenggorokannya.” (Riwayat al-Tirmizi, dinilai hasan oleh al-Albani).

Demikianlah, teruslah bertaubat dan memperbaiki diri. Jangan berhenti berjuang dan selalu berusaha untuk jadi lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Wallahu’alam.

(fauziya/muslimahzone.com)
Ledakan beruntun terjadi di sekitar halaman parkir depan kafe Starbucks, Jalan Husni Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016) pagi ini. Pelaku teror meledakkan bahan peledak di perempatan dekat pusat perbelanjaan Sarinah di mana pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Sempat terjadi baku tembak di dekat Starbucks dan pos polisi Sarinah. Polisi pun menutup dan mensterilisasi kawasan itu. Jalan Thamrin hingga Bundaran Hotel Indonesia ditutup untuk dua arah.

Menanggapi teror yang dilaporkan menewaskan enam warga masyarakat ini, K. H. Muhammad Arifin Ilham menegaskan bahwa teror bukanlah ajaran Islam. Dalam tausiyah singkat yang disampaikan melalui akun Facebook-nya, Ustadz Arifin menekankan tuduhan bahwa Islam mengajarkan terorisme merupakan fitnah besar.

Berikut tausiyah lengkap Ustadz Arifin Ilham tersebut.

***

Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barkatuh.

Astaghfirullah, kembali teror terjadi di Ibu Kota negeri kita tercinta. Yang jelas teror bukan ajaran Islam. Membunuh manusia, bunuh diri, membuat onar, menghancurkan bangunan dan membuat masyarakat resah, jelas bukan ajaran Islam yang damai mendamaikan, selamat dan menyelamatkan.

Kalaupun perang karena darurat, karena wajib membela kemuliaan Islam. Itupun berperang dengan adab dan akhlak Islam yang tinggi lagi mulia. Tidak boleh membunuh yang menyerah, apalagi yang tidak berperang. Tidak boleh merusak tempat ibadah yang berbeda keyakinan, merusak tanaman pohon.

Menuduh Islam mengajarkan terorisme adalah fitnah besar pada ajaran Islam yang mulia ini, kecuali memang rekayasi mereka yang benci Islam atau pemanfaatan orang awam diprovokasi dengan jualannya agama dalih (bukan dalil) untuk berjihad.

Ketahuilah, Islam itu Rahmatan lil Aalaamin, Islam itu penebar salam, Islam itu toleransi terhadap perbedaan keyakinan.

“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia.” (QS. Al-Anbiya: 107)

“Apabila kamu dihormati dengan suatu ucapan salam, maka balaslah salam itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)…” (QS. An-Nisa: 86).

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku adalah rahmat yang dihadiahkan oleh Allah.” (HR. Al-Bukhari)

Kita umat Islam sangat berduka dengan saudara-saudara kita yang telah wafat sebagai korban teror ini.

Semoga Allah mengampuni saudara-saudara Muslim kita yang wafat.

Semoga aparat kita dapat menangkap biang teror ini.

Semoga Allah selamatkan kita dan keluarga dari ajaran teror.

Semoga Allah selamatkan saudara-saudara kita di Afghanistan, Irak, Palestina, Suriah dan Yaman, dan seluruh kaum Muslimin.

Semoga Allah berkahi negeri kita dengan keberkahan, keamanan, kesejahteraan, ketaqwaan pemimpin dan rakyatnya.

Aamiin.

(banan/arrahmah.com)
Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW, bukan saja diperlihatkan tentang balasan orang yang beramal baik, tetapi juga diperlihatkan balasan orang yang berbuat mungkar, diantaranya siksaan bagi yang meninggalkan Sholat fardhu.

Mengenai balasan orang yang meninggalkan Sholat Fardu: “Rasulullah SAW, diperlihatkan

pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (Riwayat Tabrani).

Orang yang meninggalkan Sholat akan dimasukkan ke dalam Neraka Saqor. Maksud Firman Allah Ta’ala:

“..Setelah melihat orang-orang yang bersalah itu, mereka berkata: “Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam Neraka Saqor ?”. Orang-orang yang bersalah itu menjawab: “kami termasuk dalam kumpulan orang-orang yang tidak mengerjakan Sholat”

Saad bin Abi Waqas bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai orang yang melalaikan Sholat, maka jawab Baginda SAW, “yaitu mengakhirkan waktu Sholat dari waktu asalnya hingga sampai waktu Sholat lain. Mereka telah menyia-nyiakan dan melewatkan waktu Sholat, maka mereka diancam dengan Neraka Wail”.
Ibn Abbas dan Said bin Al-Musaiyib turut menafsirkan hadist di atas “yaitu orang yang melengah-lengahkan Sholat mereka sehingga sampai kepada waktu Sholat lain, maka bagi pelakunya jika mereka tidak bertaubat Allah menjanjikan mereka Neraka Jahannam tempat kembalinya”.

Maksud Hadist: “Siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka sesungguhnya dia telah kafir dengan nyata”.

Berdasarkan hadist ini, Sebagaian besar ulama (termasuk Imam Syafi’i) berfatwa: Tidak wajib memandikan, mengkafankan dan mensholatkan jenazah seseorang yang meninggal dunia dan mengaku Islam, tetapi tidak pernah mengerjakan sholat. Bahkan, ada yang mengatakan haram mensholatkanya.

Siksa Neraka Sangat Mengerikan

Mereka yang meninggalkan sholat akan menerima siksa di dunia dan di alam kubur yang terdiri dari tiga siksaan.

Tiga jenis siksa di dalam kubur yaitu:
1. Kuburnya akan berhimpit-himpit serapat mungkin sehingga meremukkan tulang-tulang dada.
2. Dinyalakan api di dalam kuburnya dan api itu akan membelit dan membakar tubuhnya siang dan malam tiada henti-henti.
3. Akan muncul seekor ular yang bernama “Sujaul Aqra” Ia akan berkata, kepada si mati dengan suaranya bagai halilintar: “Aku disuruh oleh Allah memukulmu sebab meninggalkan sholat dari Subuh hingga Dhuhur, kemudian dari Dhuhur ke Asar, dari Asar ke Maghrib dan dari Maghrib ke Isya’ hingga Subuh”. Ia dipukul dari waktu Subuh hingga naik matahari, kemudian dipukul dan dibenturkan hingga terjungkal ke perut bumi karena meninggalkan Sholat Dhuhur. Kemudian dipukul lagi karena meninggalkan Sholat Asar, begitulah seterusnya dari Asar ke Maghrib, dari Maghrib ke waktu Isya’ hingga ke waktu Subuh lagi. Demikianlah seterusnya siksaan oleh “Sajaul Aqra” hingga hari Qiamat.

Didalam Neraka Jahanam terdapat wadi (lembah) yang didalamnya terdapat ular-ular berukuran sebesar tengkuk unta dan panjangnya sebulan perjalanan. Kerjanya tiada lain kecuali menggigit orang-orang yang tidak mengerjakan Sholat semasa hidup mereka. Bisa ular itu juga menggelegak di di badan mereka selama 70 tahun sehingga hancur seluruh daging badan mereka. Kemudian tubuh kembali pulih, lalu digigit lagi dan begitulah seterusnya.

Maksud Hadist: “orang yang meninggalkan sholat, akan Allah hantarkan kepadanya seekor ular besar bernama “Suja’ul Akra”, yang matanya memancarkan api, mempunyai tangan dan berkuku besi, dengan membawa alat pemukul dari besi berat”.

Siapakah orang yang sombong?

Orang yang sombong adalah orang yang diberi penghidupan tapi tidak mau sujud pada yang menjadikan kehidupan itu yaitu, Allah Rabbul Alaamin, Tuhan sekalian alam. Maka bertasbihlah segala apa yang ada di bumi dan di langit pada TuhanNya kecuali Iblis dan manusia yang sombong diri.

Siapakah orang yang telah mati hatinya?

Orang yang telah mati hatinya adalah orang yang diberi petunjuk melalui ayat-ayat Qur’an, Hadits dan cerita-cerita kebaikan namun merasa tidak ada kesan apa-apa di dalam jiwa untuk bertaubat.

Siapakah orang dungu kepala otaknya?

Orang yang dungu kepala otaknya adalah orang yang tidak mau melakukan ibadah tapi menyangka bahwa Allah tidak akan menyiksanya dengan kelalaiannya itu dan sering merasa tenang dengan kemaksiatannya.

Siapakah orang yang bodoh?

Orang yang bodoh adalah orang yang bersungguh-sungguh berusaha sekuat tenaga untuk dunianya sedangkan akhiratnya diabaikan.

Bahaya Meninggalkan Sholat

Barang siapa yang (sengaja) meninggalkan solat fardhu lima waktu:

Subuh – Allah Ta’ala akan menenggelamkannya kedalam neraka Jahannam selama 60 tahun hitungan akhirat. (1 tahun diakhirat=1000 tahun didunia=60,000 tahun).

Dhuhur – Dosa sama seperti membunuh 1000 orang muslim.

Asar – Dosa seperti menghacurkan Ka’bah.

Maghrib – Dosa seperti berzina dengan ibu-bapak sendiri.

Isya’ – Allah Ta’ala akan berseru kepada mereka: “Hai orang yang meninggalkan sholat Isya’, bahwa Aku tidak lagi ridha’ engkau tinggal dibumiKu dan menggunakan nikmat-nikmatKu, segala yang digunakan dan dikerjakan adalah berdosa kepada Allah Ta’ala”.

Maksud Firman Allah Ta’ala: “Mereka yang menyia-nyiakan solat dan mengikuti hawa nafsu kepada kejahatan, maka tetaplah mereka jatuh ke dalam satu telaga api neraka.” (Maryam : 59).

Kehinaan bagi yang meninggalkan sholat:

Di dunia

a. Allah Ta’ala menghilangkan berkat dari usaha dan rezekinya.

b. Allah Ta’ala mencabut nur orang-orang mukmin (sholeh) dari pada (wajah) nya.

c. Dia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.

Ketika Sakaratul Maut

a. Ruh dicabut ketika ia berada didalam keadaan yang sangat haus.

b. Dia akan merasa amat azab/pedih ketika ruh dicabut keluar.

c. Dia akan Mati Buruk (su’ul khatimah)

d. Dia akan dirisaukan dan akan hilang imannya.

Ketika di Alam Barzakh

a. Dia akan merasa susah (untuk menjawab) terhadap pertanyaan (serta menerima hukuman) dari Malaikat Mungkar dan Nakir yang sangat menakutkan.

b. Kuburnya akan menjadi sangat gelap.

c. Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang-tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).

d. Siksaan oleh binatang-binatang berbisa seperti ular, kala jengking dan lipan.

Malaikat Jibril as, telah menemui Nabi Muhammad SAW, dan berkata:

“Ya Muhammad.. Tidaklah diterima bagi orang yang meninggalkan sholat yaitu: Puasanya, Shodaqahnya, Zakatnya, Hajinya dan Amal baiknya”.

Orang yang meninggalkan Sholat akan diturunkan kepadanya tiap-tiap hari dan malam seribu laknat dan seribu murka. Begitu juga Para Malaikat di langit ke-7 akan melaknatnya.

Ya Muhammad..! Orang yang meninggalkan Sholat tidak akan mendapat syafa’atmu dan ia tidak tergolong dari umatmu.. Tidak boleh diziarahi ketika ia sakit, tidak boleh mengiringi jenazahnya, tidak boleh beri salam pada nya, tidak boleh makan minum dengan nya, tidak boleh bersahabat dengannya, tidak boleh duduk besertanya, tidak ada Agama baginya, tidak ada kepercayaan bagi nya, tidak ada baginya Rahmat Allah dan ia dikumpulkan bersama dengan orang Munafiqiin pada lapisan Neraka yang paling bawah (diazab dengan amat dahsyat..).

Sabda Nabi Muhammad SAW, Maksud Hadist: “Perjanjian (perbedaan) diantara kita (orang islam) dengan mereka (orang kafir) ialah Sholat, dan barangsiapa meninggalkan Sholat sesungguhnya ia telah menjadi seorang kafir”. (Tirmizi).

Wahai Saudaraku Ummat Islam, mari kita merenung sejenak tentang ancaman azab bagi yang meninggalkan sholat Fardhu. Apa guna kita hidup di dunia sekalipun berlimpah harta jika kita termasuk golongan orang-orang yang (kafir) meninggalkan sholat..?, barang siapa meninggalkan Sholat, maka ia telah menjadi kafir dengan nyata…! Orang yang meninggalkan sholat, ia wajib menerima azab Allah Ta’ala..! Orang yang meninggalkan sholat, tidak akan mendapat Syafa’at Nabi Muhammad SAW, karena mereka telah menjadi kafir dan orang kafir tidak berhak mendapat Syafa’at Nabi Muhammad SAW. Ancaman Allah Ta’ala terhadap orang-orang yang meninggalkan sholat bukan sekedar gertakan belaka. Sungguh ancaman Allah Ta’ala akan terbukti kelak di akhirat. “…sesungguhnya Allah tidak akan mengingkari janji”
Di bawah ini adalah 10 perilaku yang harus dihindari oleh para istri, agar tidak menjadi golongan istri durhaka kepada suami, diantaranya adalah:

1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna
Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.

Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.

Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan.

Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.

Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.

2. Nusyus (tidak taat kepada suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.

Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:

Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah
Lalai dalam melayani suami
Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya
Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya
Keluar rumah tanpa izin suami
Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.
Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.

3. Tidak menyukai keluarga suami
Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.

Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya. Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.

Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.

Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.

4. Tidak menjaga penampilan
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.

Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.

5. Kurang berterima kasih
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.

Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona’ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.

Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”

6. Mengingkari kebaikan suami
“Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka.” Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.

Ajaib!! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?

“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu’Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?

Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).

Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!

Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi, apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?

Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.

Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya,  maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bertobat,  satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan,  masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?

Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu,  bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?

“Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): “Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami begimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami.” (HR. At Tirmidzi, hasan)

Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini , jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri,  jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.

Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.

“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR.Ahmad)

7. Mengungkit-ungkit kebaikan
Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu’Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.”

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

8. Sibuk di luar rumah
Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.

Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya terabaikan.

Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah belum beres, cucian masih menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Jika hni terjadi terus menerus, bisa jadi suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di kantor.

9. Cemburu buta
Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.

Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap suami karena kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah cemburu yang terpuji. Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini adalah cemburu yang tercela.

Jika kecurigaan istri berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta, hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan kejengkelan suami. Ia tidak akan pernah merasa nyaman ketika ada di rumah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kejengkelannya akan dilampiaskan dengan cara melakukan apa yang disangkakan istri kepada dirinya.

10. Kurang menjaga perasaan suami
Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya.

Demikian beberapa perbuatan yang harus dihindari oleh para istri, yang sudah berjanji menerima suaminya dihadapan Allah SWT ketika didepan penghulu, untuk bisa menerima apa adanya keadaan suaminya. Semoga dengan membaca artikel ini kita dapat menyadarinya betapa perbuatan-perbuatan di atas sangat rusak sekali, dengan menghindari perbuatan-perbuatan tersebut, maka akan menimbulkan akibat keluarga yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah. Bisa berkumpul di SurgaNya Allah bersama suami. Menjadi suami istri sampai Surga.
Amiin Yaa Robbal’alamiin…

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy- Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)




Saat ini banyak orangtua yang ingin anaknya dapat membaca, menulis dan berhitung (calistung) sejak usia dini. Padahal, menurut para ahli hal itu dapat merusak tatanan otak anak. 

Seorang pakar tumbuh kembang anak dari Universitas Airlangga, DR Dr Ahmad Suryawan SpA(K), bahkan menghimbau kepada para orang tua untuk tidak mengajarkan calistung sebelum sang anak masuk ke Sekolah Dasar (SD) atau berumur tujuh tahun. 

Menurutnya, mengajarkan anak calistung sebelum waktunya dapat merusak tatanan otak anak, dalam artian anak dalam mengerjakan sesuatu tidak runtut atau selaras. Seharusnya anak yang berumur di bawah tujuh tahun bisa membentuk garis lurus, menggaris, membentuk gambar bangun sederhana dan sebagainya. Sayangnya, pada masyarakat modern saat ini, anak belum tentu bisa menggambar garis lurus malah sudah belajar menghitung. 

Anak memang bisa pintar karena bisa calistung sejak dini, tapi perilakunya tidak runtut dalam menyelesaikan suatu persoalan. Hal itu karena sirkuit di otaknya tidak ‘by order’. Anak akhirnya tidak mengerti urutan.

Terdapat dua kemungkinan bagi anak yang sudah dikenalkan calistung sejak dini. Pertama, bisa calistung karena mengerti caranya dan kedua, anak tersebut bisa karena menghapalkan caranya. 

Kemungkinan pertama bahwa anak mengerti caranya yaitu anak itu tahu kalau empat dikali empat sama dengan 16, kalau 16 itu didapat dari empat sebanyak empat kali. Adapun kemungkinan kedua, anak tersebut hapal kalau empat kali empat tersebut 16. 

Pandangan orang tua saat ini menjadi salah kaprah disebabkan oleh cara menilai prestasi anak yaitu melihat dari hal yang berbau matematika atau akademik dan melupakan prestasi nonakademik. Itulah sebabnya di sejumlah kota besar di Tanah Air marak muncul kursus les membaca yang diperuntukkan bagi anak-anak yang masuk dalam kategori Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 

Sebenarnya Calistung boleh saja dikenalkan pada anak usia PAUD, tapi tidak boleh jadi evaluasi prestasi. Pengenalan Calistung Program yang tepat pada anak usia PAUD adalah melalui pengenalan calistung, namun hal itu bukan berarti anak belajar calistung sepenuhnya. 

Anak mengenal calistung melalui interaksi dan cara menyenangkan, bukan duduk manis mendengarkan guru mengajar. Contohnya ialah ada sepuluh anak, namun gelas yang ada hanya delapan, dengan demikian otomatis dua anak tidak mendapatkan gelas. 

Sebelum anak memegang pensil, maka anak harus belajar mencapit, setelah tangan anak tersebut kuat baru diberikan pensil yang ukurannya besar. Seperti halnya anak belajar berbicara juga seperti itu mulai ‘mama, mama pergi, baru kemudian mama, ayo pergi’. Jadi tahap demi tahap. Mungkin banyak dari orang tua kita zaman dahulu yang mendidik kita dengan cara yang lebih sistematis. Namun, orang tua sekarang, anak tidak bisa membaca saja marahnya seperti mau kiamat, padahal untuk membuat bayi tersenyum saja butuh berapa bulan kita seperti orang gila, baru kemudian bayi bisa tersenyum. 

Ini membuktikan bahwa ada yang salah dengan sistem pendidikan di Tanah Air, yang mensyaratkan calistung sebelum masuk SD. Hal itu akan membuat para orang tua khawatir dan akhirnya memasukkan anak ke les calistung sebelum anak tersebut masuk ke sekolah dasar. 

Sesungguhnya kualitas tumbuh kembang jangka panjang seorang anak ditentukan oleh keseimbangan faktor resiko dan faktor protektif sejak usia janin di dalam kandungan hingga usia 18 tahun. Maka menurut Psikolog anak Dr Rose Mini, anak usia PAUD seharusnya hanya bermain, karena dengan bermain anak bisa merasa senang. Aktivitas bermain yang dimaksud adalah bermain yang tanpa beban. Jangan memaksa anak bermain sesuatu dengan harapan anak tersebut bertambah pintar.



(fauziya/muslimahzone.com)

Selain ASI, banyak orangtua memberikan air putih kepada si kecil yang masih berusia 0-6 bulan. Entah seusai menyusui maupun di waktu-waktu lainnya. Padahal, kebiasaan itu sangat keliru karena berisiko menyebabkan berbagai dampak kesehatan. Berikut 4 bahaya bila bayi diberi air putih menurut penjelasan Dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA., CIML, IBCLC, dari Sentra Laktasi Indonesia:



Infeksi bakteri



Pemberian air putih pada bayi 0–6 bulan berisiko membuat bayi terinfeksi bakteri jika air yang dipakai tercemar. Utami sendiri pernah mempunyai pengalaman, pasiennya yang berusia sekitar 1 bulan, ibunya melaporkan jika bayinya sering buang air besar hingga belasan bahkan puluhan kali dalam sehari. Ibunya mengira anaknya mencret karena penyakit, sehingga yang tadinya diberi ASI, kemudian diberikan juga air putih dan susu formula. Hasilnya bayi yang tadinya mencret normal justru pencernaannya terinfeksi bakteri.



Hal ini diketahui dari feses bayi yang mengandung darah. Kemungkinan besar, infeksi itu muncul karena asupan air putih yang diberikan ibunya. Apalagi jika perlengkapan minumnya tidak higienis, juga cara memasaknya tidak tepat dan sudah tercemar bakteri.



Ganggu otak bayi



Ginjal bayi 0-6 bulan belum berfungsi dengan baik, sehingga jika ia diberi air putih maka air seni akan membawa serta elektrolit dalam darah, misalnya natrium, yang sebenarnya berguna bagi tubuh. Jika kekurangan zat itu, bayi berisiko mengalami kejang. Semakin banyak elektrolit yang “terbuang”, semakin banyak risiko negatif yang dapat dialami. Alhasil, kalau bayi mengeluarkan banyak elektrolit dari semua organ tubuhnya, baik jantung, ginjal atau paru, temasuk otak, maka aktivitas otak dapat terganggu. Gejalanya, bisa berupa suhu tubuh rendah hingga kejang-kejang.



Merusak ginjal



Bahaya lain bila bayi diberi air putih yaitu merusak ginjal. Fungsi ginjal sebagai pengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh belumlah sempurna pada bayi usia 0—6 bulan. Memang pada usia kehamilan 35 minggu, ginjal bayi sudah terbentuk, tapi belum berfungsi dengan baik. Begitu pun setelah bayi lahir. Walau bentuk ginjal sudah sempurna. Hal ini bertahan hingga usia bayi 6 bulan.



Lain halnya pada anak dan orang dewasa, ginjal sudah mengatur asupan cairan masuk dengan yang dikeluarkan. Misal, kalau banyak minum, ginjal akan mengatur sehingga berkemihnya sering. Atau pada saat hawa dingin, akan lebih sering buang air kecil. Sebaliknya, pada cuaca panas, kita cenderung lebih jarang buang air kecil.



Intinya, ginjal mengatur keseimbangan cairan/elektrolit dalam tubuh, semisal natrium, kalsium, dan lainnya. Tapi jika kejadiannya saat ginjal belum sempurna kerjanya sudah diberi air putih, tubuh bayi akan kelebihan air atau “keracunan” air. Karena air yang masuk tidak bisa diseimbangkan dengan yang dikeluarkan.



Keracunan



Memang benar bayi harus cukup minum, tapi bukan minum air putih lo. Sebab bayi usia 6 bulan ke bawah minum air putih justru akan merugikan si bayi itu sendiri. Secara naluriah bayi memiliki refleks haus atau keinginan untuk minum. Karena itu, banyak orangtua yang memberikan bayinya tambahan air putih selain ASI. Padahal, ginjal si kecil belum berfungsi dengan baik. Akibatnya, air putih yang diminumnya itu dapat membuat tubuhnya melepaskan sodium (mineral yang dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh).



Padahal, kehilangan sodium dapat memengaruhi aktivitas otak. Ujung-ujungnya, bayi akan mengalami gejala keracunan, di antaranya suhu tubuh rendah, wajah membengkak dan bahkan kejang-kejang. Karena itu, bayi yang minum ASI tidak perlu mengonsumsi air putih. Untuk bayi 0—6 bulan cukup ASI.



Sumber: Tabloid Nakita

Total Tayangan Laman

Dzikir Asma'ul Husna

Produk-Produk yg menghina Islam

Misteri Nabi Khidir AS

INFO - INFO

Menyambut Kedatangan Imam Mahdi

Job & Career

Popular Posts